Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Ribuan Pengunjung Semarakkan Gerebeg Ketupat Syawal 1447 H di Bukit Sidogura Klaten

Djoko Sardjono
28/3/2026 21:00
Ribuan Pengunjung Semarakkan Gerebeg Ketupat Syawal 1447 H di Bukit Sidogura Klaten
Pengunjung menyerbu gunungan ketupat di Bukit Sidogura.(MI/DJOKO SARDJONO)

RIBUAN pengunjung menyemarakkan Gerebeg Ketupat Syawal 1447 Hijriah di Bukit Sidogura, Desa Krakitan, Bayat, Klaten, Sabtu (28/3). Kegiatan tradisi budaya turun-temurun ini dimeriahkan dengan hiburan musik dan kirab gunungan ketupat.

Gerebeg ketupat syawal di objek wisata Bukit Sidogura, juga dihadiri Bupati Hamaneng Wajar Ismoyo, Ketua DPRD Edy Sasongko, Forkopimda, Pj Sekda Jaka Purwanto, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan Direktur BUMD Klaten.

Plt Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahrga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Klaten, Purwanto, melaporkan gerebeg syawal ini bertujuan nguri-uri atau melestarikan tradisi budaya turun temurun yang sejak lama kita jaga bersama.

Selain sebagai upaya pelestarian tradisi warisan leluhur, Gerebeg Syawal 1447 H digelar juga dalam rangka silaturahmi antara masyarakat dan pamong praja, dan sebagai sarana promosi objek wisata unggulan di Kabupaten Klaten.

“Dengan tema harmoni dalam silaturahmi, gerebeg syawal tahun ini diawali kirab 18 gunungan ketupat. Gunungan ketupat akan diperebutkan pengunjung. Selain itu, pengunjung juga disediakan 1.000 porsi ketupat siap saji,” kata Purwanto.

Sebelum gunungan ketupat diperebutkan pengunjung, Camat Bayat Rokhmad Sya’hbani secara simbolis menyerahkan gunungan ketupat kepada Bupati Klaten, dan Camat Kalikotes Kliwon Yoso menyerahkan gunungan ketupat kepada Ketua DPRD Klaten.

Sementara itu, Bupati Hamenang Wajar Ismoyo dalam sambutannya mengatakan, bahwa tradisi gerebeg syawal di Bukit Sidogura setelah berpuasa 30 hari ini merupakan acara spesial kumpul bersama masyarakat untuk bersalaman dan saling memaafkan.

“Saya secara pribadi dan keluarga, serta mewakili pemerintah daerah menyampaikan minal aidin wal faizin mohon maaf lahir dan batin. Semoga kita diberikan keberkahan dan kesehatan, sehingga bisa bertemu lagi pada gerebeg syawal tahun depan,” imbuhnya.

Tradisi gerebeg syawal di Bukit Sidogura, adalah dalam rangka nguri-uri  (melestarikan) budaya yang telah dijalankan para leluhur. Kegiatan turun temurun yang digelar tiap tahun sepekan setelah Idul Fitri ini harus tetap dijaga dan diamankan. 

“Gerebeg syawal dengan 18 gunungan ketupat kali ini sangat luar biasa. Namun, diharapkan ke depan gunungan ketupat bisa ditambah atau diperbanyak lagi. Karena, event gerebeg syawal ini juga dalam rangka promosi pariwisata Kabupaten Klaten,” ujarnya.

Salah satu pengunjung gerebeg syawal, Suyono, warga Salatiga, kepada Media Indonesia mengaku sudah beberapa kali datang ke Bukit Sidogura. Kegiatan tradisi budaya yang digelar pemerintah daerah ini sangat luar biasa dan patut diapresiasi.

“Kali ini, saya datang bersama istri, Rini, berboncengan dengan sepeda motor. Tujuan saya ingin berjibaku dalam perebutan ketupat syawal di Bukit Sidogura. Alhamdulillah dapat dua dan ketupat ini akan saya tanam di sawah untuk mengusir hama tikus,” ujarnya. (H-2)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya