Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
RIBUAN pengunjung menyemarakkan Gerebeg Ketupat Syawal 1447 Hijriah di Bukit Sidogura, Desa Krakitan, Bayat, Klaten, Sabtu (28/3). Kegiatan tradisi budaya turun-temurun ini dimeriahkan dengan hiburan musik dan kirab gunungan ketupat.
Gerebeg ketupat syawal di objek wisata Bukit Sidogura, juga dihadiri Bupati Hamaneng Wajar Ismoyo, Ketua DPRD Edy Sasongko, Forkopimda, Pj Sekda Jaka Purwanto, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan Direktur BUMD Klaten.
Plt Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahrga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Klaten, Purwanto, melaporkan gerebeg syawal ini bertujuan nguri-uri atau melestarikan tradisi budaya turun temurun yang sejak lama kita jaga bersama.
Selain sebagai upaya pelestarian tradisi warisan leluhur, Gerebeg Syawal 1447 H digelar juga dalam rangka silaturahmi antara masyarakat dan pamong praja, dan sebagai sarana promosi objek wisata unggulan di Kabupaten Klaten.
“Dengan tema harmoni dalam silaturahmi, gerebeg syawal tahun ini diawali kirab 18 gunungan ketupat. Gunungan ketupat akan diperebutkan pengunjung. Selain itu, pengunjung juga disediakan 1.000 porsi ketupat siap saji,” kata Purwanto.
Sebelum gunungan ketupat diperebutkan pengunjung, Camat Bayat Rokhmad Sya’hbani secara simbolis menyerahkan gunungan ketupat kepada Bupati Klaten, dan Camat Kalikotes Kliwon Yoso menyerahkan gunungan ketupat kepada Ketua DPRD Klaten.
Sementara itu, Bupati Hamenang Wajar Ismoyo dalam sambutannya mengatakan, bahwa tradisi gerebeg syawal di Bukit Sidogura setelah berpuasa 30 hari ini merupakan acara spesial kumpul bersama masyarakat untuk bersalaman dan saling memaafkan.
“Saya secara pribadi dan keluarga, serta mewakili pemerintah daerah menyampaikan minal aidin wal faizin mohon maaf lahir dan batin. Semoga kita diberikan keberkahan dan kesehatan, sehingga bisa bertemu lagi pada gerebeg syawal tahun depan,” imbuhnya.
Tradisi gerebeg syawal di Bukit Sidogura, adalah dalam rangka nguri-uri (melestarikan) budaya yang telah dijalankan para leluhur. Kegiatan turun temurun yang digelar tiap tahun sepekan setelah Idul Fitri ini harus tetap dijaga dan diamankan.
“Gerebeg syawal dengan 18 gunungan ketupat kali ini sangat luar biasa. Namun, diharapkan ke depan gunungan ketupat bisa ditambah atau diperbanyak lagi. Karena, event gerebeg syawal ini juga dalam rangka promosi pariwisata Kabupaten Klaten,” ujarnya.
Salah satu pengunjung gerebeg syawal, Suyono, warga Salatiga, kepada Media Indonesia mengaku sudah beberapa kali datang ke Bukit Sidogura. Kegiatan tradisi budaya yang digelar pemerintah daerah ini sangat luar biasa dan patut diapresiasi.
“Kali ini, saya datang bersama istri, Rini, berboncengan dengan sepeda motor. Tujuan saya ingin berjibaku dalam perebutan ketupat syawal di Bukit Sidogura. Alhamdulillah dapat dua dan ketupat ini akan saya tanam di sawah untuk mengusir hama tikus,” ujarnya. (H-2)
Tradisi Kenduri Bakdo Kupat sejak 1970 menjadi sarana mempererat kebersamaan, gotong royong, dan nilai spiritual warga pasca-Idul Fitri.
Kunjungan wisatawan di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, menurun pada libur Lebaran 2026. Perbedaan penetapan Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriyah turut memengaruhi kunjungan wisatawan tersebut.
Berdasarkan data harian Operasi Ketupat Candi, jumlah kendaraan yang keluar melalui gerbang tol di wilayah Klaten pada 17 Maret 2026 mencapai 17.668 unit.
Bus diberangkatkan ke titik kumpul pemberangkatan pemudik gratis di TMII Jakarta. Bus musik gratis itu nanti tiba di Klaten pada 17 Maret 2026.
Akibat pencurian tersebut, korban yang bernama Sabiyem (80), petani di Desa Borongan, mengalami kerugian sekitar Rp40 juta.
AKBP Lilik mengingatkan para orang tua untuk memberikan pengawasan ekstra kepada anak-anak, terutama saat bermain di bibir pantai.
Sejumlah Taman Nasional ditutup pada periode 19–22 Maret 2026 yang bertepatan dengan Hari Raya Nyepi dan momentum Lebaran.
Gagasan West Java Traincation tidak hanya memanfaatkan kereta sebagai akses transportasi, tetapi juga sebagai objek wisata.
Bahkan pada saat pengecekan, petugas mendapati bus yang menggunakan ban vulkanisir dan tidak dilengkapi dokumen kendaraan lengkap.
Kunjungan wisatawan yang cukup ramai yakni di dua objek wisata seperti di Daya Tarik Wisata (DTW) Gunung Padang serta di Pantai Padang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved