Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

Lagu Di Udara dari Efek Rumah Iringi Aksi Dukungan untuk Andrie Yunus di Jogja

Ardi Teristi Hardi
15/3/2026 16:02
Lagu Di Udara dari Efek Rumah Iringi Aksi Dukungan untuk Andrie Yunus di Jogja
Ilustrasi(MI/ARDI TERISTI)

"Ku bisa tenggelam di lautan
Aku bisa diracun di udaraAku bisa terbunuh di trotoar jalan 
Tapi aku tak pernah mati
Tak akan berhenti"

Lantunan lagu Di Udara yang dinyanyikan Efek Rumah Kaca mengalun lirih di antara para peserta aksi dukungan terhsdap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus yang disiram air keras. Lagu yang diciptakan untuk mengenang aktivis HAM Munir Said Thalib tersebut seakan menyemangati peserta aksi untuk tidak takut menjadi aktivis.. 

Aksi tersebut disuarakan oleh Komunitas Suara Ibu Indonesia. Mereka mengkritik negara yang belum mampu memberikan jaminan keamanan serta perlindungan bagi masyarakat sipil dan pejuang Hak Asasi Manusia (HAM).

Perwakilan peserta aksi, Cila mengungkapkan, serangan yang dialami Andrie merupakan tindak kejahatan yang terencana. Serangan serupa pernah dialami mantan penyidik KPK, Novel Baswedan.

"Peristiwa ini menambah daftar panjang represi terhadap suara kritis," ungkap dia Kawasan Bundaran UGM, Sabtu (14/3).Bahkan, banyak kasus represi tersebut proses hukumnya tidak sampai sang dalang.

Sebelumnya, Kadiv Humas Jogja Police Watch (JPW), Baharuddin Kamba mengutuk keras tindakan biadab yang dilakukan oleh orang-orang pengecut dengan menyiramkan air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, terlebih dilakukan saat  bulan suci Ramadan. 

"Kami menduga kuat bahwa penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus berkaitan dengan kerja-kerjanya sebagai aktivis HAM," ungkap dia. Pihaknya juga menduga bahwa Andrie Yunus sudah diincar terlebih dahulu sebelum aksi penyiraman air keras terjadi. 

"Tentunya dengan  berbagai aksi teror termasuk kriminalisasi terhadap para tahanan politik yang masih menjalani proses hukum di pengadilan, tidak membuat kami sebagai aktivis lantas takut menyeruakan keadilan dan melawan kezaliman," ungkap dia.

JPW meminta kepada Presiden Prabowo Subianto memerintahkan kepada Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo agar dalam waktu yang singkat agar menangkap para pelaku, mengusut tuntas kasus ini serta menangkap dalang dibalik aksi penyiraman air terhadap aktivis KontraS tersebut. 

Penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus tidak lagi hanya sebatas alam bahaya demokrasi tetapi sudah ke jurang demokrasi. 

"Siapapun pelaku, motif dan  dalang dibalik penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus harus diproses hukum secara adil dan transparan. Perlu juga dibentuk Tim Pencari Fakta atas kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus ini," tutup dia. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya