Headline
Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.
Kumpulan Berita DPR RI
UNIVERSITAS Syiah Kuala (USK) berupaya mengintegrasikan pendekatan One Health (pendekatan terpadu) dalam pemulihan sosial, pangan, dan kesehatan masyarakat rentan pascabencana banjir di Aceh. Itu dilakukan melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dan Diseminasi Pengabdian kepada Masyarakat berlangsung di Hotel Kyriad Muraya, Banda Aceh, Selasa (3/2).
Adapun temanya adalah Integrasi Pendekatan One Health dalam Pemulihan Sosial, Pangan, dan Kesehatan Masyarakat Rentan Pascabencana Banjir di Aceh. Kegiatan FGD ini dihadiri oleh 60 peserta dari berbagai instansi, antara lain Dinas Peternakan Aceh, Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan, dan Perikanan (DP2KP) Kota Banda Aceh, Kementerian Pertanian, beberapa perguruan tinggi di Aceh, serta para praktisi. Adapun narasumber yaitu Prof Srihadi Agungpriyono dari IPB University dan Prof M. Yani, dari Universitas Syiah Kuala.
Rektor USK Prof Marwan kepada Media Indonesia mengatakan, peran universitas sangat dalam upaya pemulihan pascabencana banjir bandang Sumatra. Universitas terbesar di provinsi paling barat Sumatra itu harus mampu memberikan dampak nyata terhadap proses pemulihan. Ukuran dampak ini selaras dengan target pembangunan berkelanjutan yang telah ditetapkan pemerintah. Yaitu 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Dikatakan Rektor Marwan, program One Health menjadi suatu pendekatan strategis yang relevan (sesuai).
One Health atau pendekatan terpadu. dipahami sebagai bentuk kolaborasi (kerja sama) lintas sektor yang mengintegrasikan kesehatan manusia, kesehatan hewan, kesehatan lingkungan, dan kesehatan masyarakat. Manfaat pendekatan One Health sangat terasa, terutama saat pandemi covid-19. Pandemi menunjukkan bagaimana penyakit dapat berpindah dari hewan ke manusia, dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Lalu berdampak luas pada berbagai aspek kehidupan, mulai dari kesehatan, sosial, hingga ekonomi.
“Kompleksitas persoalan tersebut menegaskan bahwa solusi tidak dapat dilakukan secara sektoral, melainkan harus melalui kolaborasi lintas disiplin dan lintas institusi,” tutur Marwan yang merupakan Doktor lulusan Birmingham University Inggris.
USK telah memiliki One Health Collaboration Center (OHCC) sejak tahun 2018. Inisiatif ini berawal dari Fakultas Kedokteran Hewan dan kemudian berkembang menjadi pendekatan pembelajaran kolaboratif dengan melibatkan berbagai disiplin ilmu, seperti kedokteran, biologi, dan keperawatan.
"Melalui model pembelajaran ini, mahasiswa diharapkan memiliki pemahaman lintas sektor dan mampu berkolaborasi dalam kerangka One Health setelah mereka lulus,” jelasnya.
Adapun Ketua Tim Equity USK Prof Muslim Akmal menuturkan, Focus Group Discussion (FGD) menitikberatkan pada tiga target SDGs, yaitu tanpa kemiskinan (SDG 1), tanpa kelaparan (SDG 2), serta membangun kesehatan dan kesejahteraan (SDG 3).
Pendekatan One Health hadir sebagai kerangka strategis yang memandang kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan kesehatan lingkungan sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Pascabencana banjir, interaksi ketiga aspek ini menjadi semakin nyata.
Dikatakan Prof Muslim Akmal, lingkungan tercemar dapat memicu penyakit. Ternak yang sakit mempengaruhi ketahanan pangan, dan pada akhirnya kesehatan masyarakat pun terancam. Itu sebabnya proses pemulihan tidak dapat dilakukan secara sektoral, melainkan harus terintegrasi.
“Karena itulah, kami berharap kehadiran para peserta FGD ini dapat menghasilkan aksi nyata untuk membantu pemulihan pascabencana banjir di Aceh sesuai dengan peran dan kapasitas masing-masing,” jelas Muslim Akmal.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Equity USK Tahun 2025-2026 yang didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
ISK menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan LPDP dan Kemdiktisaintek sehingga program pengabdian kepada masyarakat berbasis pendekatan One Health ini dapat terselenggara dengan baik. (MR/E-4)
DUA bulan pascabencana hidrometeorologi yang terjadi pada 27 November 2025, sebanyak 40 warga di Sumatra Utara masih dinyatakan hilang.
LAILATUL BARA'AH atau yang akrab disebut Malam Nisfu Syakban di Provinsi Aceh dirayakan dengan penuh khidmat.
BNPB juga menyalurkan bantuan dana tunggu hunian bagi warga yang memilih tinggal sementara di rumah keluarga atau sanak saudara. Bantuan tersebut sebesar Rp600 ribu per bulan.
KONDISI ekonomi korban banjir besar di Aceh benar-benar mengkhawatirkan.
SUNGGUH miris nasib penyintas banjir di kawasan Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh.
KONDISI ekonomi korban banjir besar di Aceh benar-benar mengkhawatirkan.
Selain menurunkan 719 Tematik, kali ini USK juga melepaskan 219 peserta KKN program Reguler XXVIII.
Dokter Dewi Inong menjelaskan dari perspektif kesehatan, perilaku seks bebas dan hubungan sesama jenis berisiko tinggi terhadap penularan penyakit menular seksual (IMS) dan HIV/AIDS.
Ketua Panitia Pemilihan Rektor USK Prof Rusli Yusuf mengatakan, penetapan bakal calon rektor ini menandai bahwa tahapan verifikasi berkas dari seluruh bakal calon telah tuntas.
Doktor Syamsulrizal M Kes, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) mendaftar sebagai calon Rektor USK periode 2026-2031.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved