Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Respons Keprihatinan Korban Banjir Sumatra, 719 Mahasiswa KKN Tematik USK Diterjunkan ke Lapangan

Amiruddin Abdullah Reubee
09/1/2026 07:31
Respons Keprihatinan Korban Banjir Sumatra, 719 Mahasiswa KKN Tematik USK Diterjunkan ke Lapangan
Ilustrasi(Dok Istimewa)

BANJIR maha dahsyat yang meluluhlantakkan Provinsi Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat sudah 43 hari berlalu. Kondisi di lapangan masih cukup mengkhawatirkan dan sangat jauh dari harapan. 

Puluhan ribu rumah yang menyisakan puing, pemiliknya terpaksa bertahan di tenda atau tempat darurat. Puluhan ribu rumah lainnya yang tidak terbawa arus hingga sekarang masih dipenuhi lumpur setunggi berkisar 50 cm hingga 2 meter. 

Belum lagi ribuan rumah yang hingga kini masih gelap atau belum tersambung arus listrik PLN. Lalu tidak terhitung keluarga krisis air bersih dan harus memasak menggunakan kayu bakar akibat sudah berganti tahun masih langka gas elpiji. 

Merespon kondisi menyedihkan itu, Universitas Syiah Kuala (USK), menerjunkan sedikitnya 719 mahasiswa KKN Tematik untuk membantu para korban di 9 kabupaten terdampak. 719 mahasiswa KKN yang tergabung dalam program Tematik Kebencanaan Siklon Tropis Senyar itu disebar ke Kabupaten Pidie Jaya, Bireuen, Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Utara, Langsa, Aceh Tamiang, dan  Kabupaten Aceh Tenggara.

Pelepasan para 719 KKN dari berbagai fakultas itu, dipimpin oleh Rektor USK ini diselenggarakan di Gedung Academic Activity Center (AAC) Dayan Dawood, pada Kamis (8/1/2026). Hadir juga Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USK, Prof Dr Mudatsir, M.Kes.

Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) Profesor Dr Ir Marwan, melalui Media Indonesia, Kamis (8/1) mengatakan pelaksanaan KKN kali ini bagian dari tanggung jawab universitas dalam menyikapi dampak bencana banjir dan longsor akibat Siklon Tropis Senyar pada akhir November 2025 lalu.

“Walaupun sudah sebulan lebih bencana berlalu, situasi di lapangan masih membutuhkan perhatian bersama. Kehadiran kita semua masih diperlukan untuk membantu, agar perlahan-lahan semuanya pulih,” kata Rektor Marwan.

Menurut Marwan, kehadiran mahasiswa dengan latar belakang lintas disiplin ilmu ini menjadi jembatan untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat korban banjir. Yaitu mulai dari pelayanan kesehatan, pemastian air bersih, hingga kebutuhan logistik yang belum terpenuhi.

Rektor lulusan Doktor Birmingham Universiti Inggris itu secara khusus menyoroti masalah pemulihan psikologis. Banyak para korban yang rumahnya hilang, anggota keluarga meninggal hingga mereka yang masih anak dibawah umur berpengaruh terhadap psikologi hingga mengundang rasa trauma. 

“Persoalan psikologis masyarakat cukup terasa. Saban kali hujan, trauma masyarakat cukup terasa. Kehadiran mahasiswa KKN sangat diperlukan untuk memberikan pendampingan yang mendukung pemulihan tersebut,” tegas Prof Marwan yang mulai berumban itu. 

Secara terpisah, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Profesor Doktor Mustanir, mengharapkan kedatangan anak-anak kampus kebanggaan masyarakat Aceh itu ke tengah korban terdampak banjir dapat mengalir manfaat besar bagi masyarakat. Mereka bisaembantu apa saja yang bisa dilakukan dan sesuai kondisi lapangan masing-masing. 

Lalu sebagai raja berpendidikan dan generasi harapan bangsa, mereka harus mampu menyuguhkan yang terbaik kepada warga. Bukan saja hadis sebagai intelektual kampus, tapi bisa membantu pekerjaan yang belum selesai. 

"Membantu korban dalam bentuk tenaga atau kemampuan fisik silahkan saja. Lalu membantu kelancaran pendidikan remaja dan pendampingan psikososial anak untuk pemulihan semangat belajar supaya tidak larut dalam ketakutan berkepanjangan, itu memang sangat diharapkan dari generasi kampus" demikian harap Doktor Bidang Kimia Organik lulusan Kyushu University Jepang itu. 

Ketua LPPM USK Prof Dr Mudatsir, menekankan pentingnya kewaspadaan dalam menjalankan tugas. Hal itu disampaikan Mudatsir di hadapan 938 mahasisw KKN saat pelepasan bersama di AAC Dayan Dawood, Kampus Darussalam, Banda Aceh. 

“Di tengah situasi cuaca seperti sekarang, kami berharap kepada semua mahasiswa untuk tetap waspada, melaksanakan mitigasi. Kami juga berharap hal-hal yang ditemukan di lapangan, segera dilaporkan ke kami,” tutur Prof. Mudatsir.

Selain menurunkan 719 Tematik, kali ini USK juga melepaskan 219 peserta KKN program Reguler XXVIII. Mereka ditpatkan pada 4 kecamatan di wilayah Kota Banda Aceh. Jadi semua KKN yang dilepas kali ini berjumlah 938 peserta. 

“Sebelumnya, mahasiswa yang telah menyelesaikan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Tanggap Darurat bersama Kemendiktisaintek telah kami konversikan ke KKN. Secara teknis, pada KKN tematik kali ini, kami juga memastikan minimal ada satu orang dalam setiap kelompok yang berasal dari daerah terdampak bencana untuk memudahkan koordinasi,” jelas Prof. Mudatsir.

Adapun Sekretaris Daerah (Sekda) Banda Aceh, Jalaluddin, mengaku menyambut gembira penempatan mahasiswa di wilayahnya. Pihaknya berharap kehadiran mahasiswa dengan lintas ilmu ini dapat dimanfaatkan oleh aparatur gampong (desa) untuk membangun desa yang lebih modern di Banda Aceh.

“Ini sejalan dengan motto Banda Aceh, yaitu kolaborasi. Mahasiswa nantinya bisa membangun sistem yang lebih modern untuk membangun dan melayani masyarakat yang ada di Banda Aceh,” tutup Sekda Jalaluddin. (H-2)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya