Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Sidak, Menteri LH Temukan Sampah Berserakan dan Warga Buang di Aliran Sungai

Kristiadi
01/2/2026 17:42
Sidak, Menteri LH Temukan Sampah Berserakan dan Warga Buang di Aliran Sungai
Menteri Lingkungan Hidup RI Hanif Faisol Nurofiq melakukan sidak di Ciamis terkait penilaian Adipura dan menemukan sampah berserakan dibuang ke sungai, dibakar dan kondisi pasar Manis perlu dibenani.( (MI/Kristiadi).)

MENTERI Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Kampung Bolenglang, Kelurahan Kertasari, Kecamatan Ciamis, Kampung Bojong Mengger, Pasar Bojong, Kecamatan Cijeungjing dan pasar manis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Kunjungan tersebut, dilakukan dalam rangka penilaian Adipura empat Kota dan Kabupaten di Indonesia.

"Kunjungan yang dilakukan di Kabupaten Ciamis kami melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke kampung lantaran di Kabupaten Ciamis memiliki nilai tertinggi. Namun, pantauan di kampung di Ciamis menemukan warga membuang ke saluran sungai dan membakarnya," kata, Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, Minggu (1/2).

Menurut Hanif, Kabupaten Ciamis secara makro nilainya relatif bagus tetapi dalam pengelola sampah dari hasil tinjauan ada beberapa spot harus ditingkatkan. Karena, sebagian besar masyarakat di Ciamis masih belum mendapatkan layanan sampah dan jika dilihat dari sisi penjelasan dari masyarakat sampah di bakar mandiri sangat bahaya juga bagi lingkungan.

"Kami masih menemukan sebagian warga dipinggiran dia masih membung ke aliran sungai di Kampung Bolenglang. Jadi prilaku harus ditingkatkan kembali melalui pembinan dilakukan pemerintah Kabupaten Ciamis dan upaya serius harus, karena pemerintah Ciamis sendiri menjadi percontohan kota, Kabupaten terbersih di Indonesia," ujarnya.

Hanif mengatakan, Kabupaten Ciamis menjadi penilaian lantaran nilainya masih tertinggi mencapai 514 Kabupaten, Kota tapi secara makro dan untuk mikro harus menyakinkan selayaknya mendapat predikat atau tidak mendapatkan predikat Adipura. Karena, potensi kota, Kabupaten mendapat Adipura tapi penyelengara sampah belum mencakup sebagian besar.

"Kabupaten Ciamis mungkin ada catatan khusus sebelum diberikannya Adipura dan kami akan melakukan kunjungan ke daerah lainnya yakni Kota Balikpapan, Bontang dan Surabaya mengingat di Indonesia sendiri terdapat 3 Kota dan 1 Kabupaten memiliki nilai tertinggi," paparnya.

Menurutnya, inspeksi mendadak (Sidak) yang dilakukan di perkampungan wilayah Ciamis memang kita melihat di lapangan banyak yang harus dibenahi terutamanya penataan sampah, karena di Pasar Manis tidak bagus, tidak Paripurna semestinya harus kembali ditingkatkan dan sayang kalau tidak ada pembenahan.

"Perlu ditingkatkan dan akan mencoba bersama-sama merombak, karena cara sistematis tidak memakai "Bin salabim" tapi memang ini tidak bicara berkaitan kultur, tidak bisa mendatangkan alat dengan teknologi, tanpa menyiapkan masyarakat bicara dari antonomi manusia disebut perkembangan. Indonesia, perkembangan belum bisa di Indonesia darurat sampah 143 juta ton atau 5.354 juta ton pertahun dan produksi perhari 14 ribu ton," pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya mengatakan, pihaknya baru tahu dan apa yang disampaikan oleh Menteri LH betul sekali dan masih banyak kekurangan, kelemahan. Pemerintah Kabupaten Ciamis punya mimpi, niat dan keinginan menjadi kota bersih tapi ada keterbatasan.

"Kami tidak bisa bergerak, tapi mengajak dan mengimbau peran serta partisipasi masyarakat dalam membuang sampah lantaran melalui digitalisasi hingga mesin sampah tidak mampu kareba tidak punya uang," tuturnya. (AD)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya