Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Cuaca Ekstrem, KM Sabuk Nusantara 43 Tertahan di Pelabuhan Waingapu, Transportasi Antarpulau Terganggu

Marianus Marselus
21/1/2026 20:49
Cuaca Ekstrem, KM Sabuk Nusantara 43 Tertahan di Pelabuhan Waingapu, Transportasi Antarpulau Terganggu
KM Sabuk Nusantara 43(Dok Istimewa)

CUACA ekstrem kembali mengganggu aktivitas pelayaran antarpulau di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kapal Motor (KM) Sabuk Nusantara 43 hingga Selasa (20/1/2026) masih tertahan di Pelabuhan Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, akibat gelombang laut tinggi dan angin kencang yang membahayakan keselamatan pelayaran.

Informasi penundaan operasional kapal perintis tersebut disampaikan awak KM Sabuk Nusantara 43 melalui saluran komunikasi resmi. Awak kapal menyebutkan kondisi laut di sejumlah perairan NTT belum memungkinkan untuk dilalui.

Salah satu awak kapal, Yuli Astono, mengatakan jadwal keberangkatan belum dapat ditentukan karena cuaca masih buruk. “Calon penumpang diharapkan bersabar. Untuk jadwal terbaru belum dibuat karena kondisi cuaca belum membaik,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Penundaan pelayaran ini sejalan dengan peringatan dini cuaca maritim yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang. BMKG memprakirakan potensi gelombang tinggi di wilayah perairan NTT selama periode 16–22 Januari 2026, dengan ketinggian mencapai 4 hingga 6 meter.

BMKG menyebutkan, sejumlah wilayah perairan yang berpotensi terdampak antara lain Laut Sawu, Selat Ombai, Perairan Selatan Sumba, Perairan Utara Sabu–Raijua, Perairan Utara Timor, Perairan Utara Kupang–Rote, Selat Pukuafu, serta Perairan Selatan Sabu–Raijua dan Perairan Selatan Timor–Rote.  Kondisi tersebut dinilai berisiko tinggi bagi keselamatan pelayaran.

KM Sabuk Nusantara 43 merupakan salah satu moda transportasi laut penting bagi masyarakat kepulauan di NTT. Kapal ini melayani rute panjang yang menghubungkan Waingapu, Salura, Sabu Raijua, Sabu Seba, Rote Ndao, Batutua, Kupang, Wulandoni, hingga Larantuka, serta berperan dalam distribusi penumpang dan logistik kebutuhan pokok.

Pihak pengelola menegaskan bahwa jadwal pelayaran bersifat tentatif dan akan disesuaikan dengan perkembangan cuaca serta rekomendasi keselamatan pelayaran. Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi resmi sebelum merencanakan perjalanan laut.

Selain itu, calon penumpang diminta mematuhi ketentuan pelayaran yang berlaku, termasuk hadir di kapal paling lambat satu jam sebelum keberangkatan, membeli tiket melalui jalur resmi, serta mematuhi aturan bagasi, kendaraan, dan pengangkutan hewan.

Penangguhan sementara operasional KM Sabuk Nusantara 43 disebut sebagai langkah antisipatif guna mengutamakan keselamatan penumpang dan awak kapal. Pelayaran akan kembali dibuka setelah kondisi perairan Nusa Tenggara Timur dinyatakan aman.(H-2)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya