Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi awan Cumulonimbus (Cb) di Maros, Sulawesi Selatan, bertepatan dengan peristiwa jatuhnya pesawat ATR 42-500, Sabtu (17/1). Saat itu pesawat tersebut dalam fase menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyampaikan bahwa kondisi cuaca secara umum masih tergolong stabil. Namun, ia menekankan adanya potensi risiko dari awan Cb di area pendekatan pendaratan.
"Cuaca diperkirakan relatif stabil, namun masih terdapat awan Cb di wilayah pendekatan saat pendaratan yang perlu diwaspadai," ujar Teuku Faisal dalam rapat bersama Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (20/1).
Penjelasan tersebut merupakan hasil analisis BMKG yang bersumber dari laporan meteorologi bandara serta citra satelit cuaca. BMKG menegaskan bahwa pemaparan ini disampaikan semata-mata untuk menjelaskan kondisi meteorologis saat kejadian, tanpa mengaitkannya dengan faktor teknis penyebab insiden, sekaligus memberikan gambaran objektif mengenai dinamika cuaca di sekitar wilayah Maros.
Sementara itu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan bahwa penyelidikan terkait insiden pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, sepenuhnya ditangani oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Faisal menjelaskan, berdasarkan Meteorologi Aerodrome Report (METAR) Bandara Sultan Hasanuddin pada pukul 12.30 WIB, kondisi cuaca di area bandara terpantau cukup baik.
Jarak pandang mencapai sekitar 9 kilometer, angin bertiup dari arah barat dengan kecepatan 13 knot, serta suhu dan tekanan udara berada dalam batas normal. Meski demikian, BMKG mencatat adanya awan Cumulonimbus di sekitar wilayah Maros, yang berpotensi memengaruhi fase pendekatan pesawat meskipun tidak terdeteksi gangguan signifikan tepat di area bandara.
Lebih lanjut, BMKG memaparkan bahwa pola angin di Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari barat laut hingga timur laut dengan kecepatan berkisar 6-25 knot. Adapun di wilayah Indonesia bagian selatan, pergerakan angin dominan berasal dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan sekitar 8-30 knot, yang dapat memengaruhi kondisi penerbangan tergantung situasi atmosfer setempat.(Ant/E-4)
Dalam penanganan ini, kepolisian bekerja secara paralel mengumpulkan data antemortem (data fisik korban sebelum meninggal) dan post-mortem (data fisik dari jenazah).
MENTERI Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan duka cita mendalam dari pemerintah Republik Indonesia atas jatuhnya pesawat ATR 42-500 dan sejumlah bencana di Tanah Air.
BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menerangkan adanya awan Cumulonimbus saat pesawat ATR 42-500 jatuh di Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1) lalu.
DI tengah medan ekstrem berupa lembah curam dan tebing terjal, tim SAR gabungan kembali membuktikan ketangguhannya.
TIM SAR gabungan masih melakukan pencarian dan evakuasi korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Gelombang tinggi disertai hujan badai di perairan selatan mencapai 1,25-6 meter dan di perairan utara 1,25-2,5 meter cukup berbahaya terhadap aktivitas pelayaran.
BMKG memprediksi hujan ringan hingga sedang mengguyur seluruh wilayah Jakarta hari ini, 21 Januari 2026. Cek jadwal hujan dan suhu udara di sini.
Berdasarkan analisis dinamika atmosfer terbaru, wilayah Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara diprakirakan mengalami hujan dengan intensitas tinggi.
Prakirawan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Lestari Purba di Medan, Selasa, mengatakan, secara umum cuaca di Sumatera Utara
Tinggi gelombang antara 1,25-2,5 meter (sedang) berpeluang terjadi di perairan Laut Sulawesi, perairan utara Sulawesi Utara, dan perairan Kabupaten Minahasa Utara.
BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menerangkan adanya awan Cumulonimbus saat pesawat ATR 42-500 jatuh di Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1) lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved