Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
BANJIR dengan ketinggian 20-100 sentimeter masih merendam sejumlah kawasan di Kota dan Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, hingga Senin (19/1). Mengingat cuaca ekstrem yang diprediksi bertahan hingga Februari, Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan resmi mengajukan permintaan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) kepada pemerintah provinsi.
Berdasarkan pantauan Media Indonesia, ribuan warga masih bertahan di lokasi pengungsian karena rumah mereka belum dapat ditempati. Selain curah hujan tinggi yang disertai angin kencang, fenomena air laut pasang (rob) di pesisir utara memperparah kondisi sehingga air sulit menyurut.
"Saya telah mengajukan permintaan ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk dilaksanakan modifikasi cuaca," ujar Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid, Senin (19/1).
Krisis Logistik
Wali Kota menjelaskan bahwa permintaan modifikasi cuaca tersebut didasari kekhawatiran banjir akan meluas di empat kecamatan di Kota Pekalongan. Kondisi diperparah dengan keterbatasan stok logistik akibat jumlah pengungsi yang terus membengkak.
"Setiap hari dapur umum yang ada setidaknya harus menyediakan minimal 4.500 bungkus makanan siap saji, bahkan itu semakin meningkat seiring bertambahnya jumlah pengungsi," tambah Achmad Afzan.
Situasi serupa terjadi di Kabupaten Pekalongan. Banjir kian meluas ke Kecamatan Siwalan dan Sragi dengan ketinggian air melampaui 1 meter. Ratusan warga, terutama lansia, wanita, dan anak-anak, telah dievakuasi ke posko pengungsian di Siwalan, Lokatex, dan Grabyak.
"Sampai hari ini kami telah mengevakuasi ratusan jiwa di kedua kecamatan tersebut, karena banjir dikhawatirkan semakin tinggi akibat curah hujan tinggi dan sejumlah sungai meluap," tutur Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C Yusuf.
Menanggapi kondisi darurat di wilayah Pantura, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai menyalurkan bantuan logistik ke daerah terdampak, meliputi Kendal, Batang, Pekalongan, dan Pemalang.
Kepala Dinas Sosial Jawa Tengah Imam Maskur menyatakan penyaluran ini merupakan instruksi langsung dari Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi agar pemerintah hadir sigap di tengah masyarakat.
"Seluruh bantuan diserahkan kepada Dinas Sosial setempat untuk dikelola lebih lanjut," kata Imam Maskur.
Adapun rincian bantuan yang telah disalurkan adalah:
Imam menegaskan, jika stok logistik di tingkat daerah masih kurang, Pemprov Jateng bersama Kemensos akan segera mengirimkan bantuan tambahan. Saat ini, Dinsos Jateng juga telah mengoperasikan dapur umum di Kabupaten Pemalang dengan kapasitas produksi hingga 4.000 bungkus makanan per hari untuk menjamin pemenuhan pangan warga terdampak. (AS/P-2)
PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui KAI Daop 4 Semarang masih membatalkan belasan perjalanan kereta api pada Senin (19/1).
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta membatalkan 11 perjalanan kereta api yang dijadwalkan berangkat dari Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Gambir pada Senin.
Banjir di Pekalongan mengganggu operasional kereta api. KAI mencatat refund tiket penumpang mencapai Rp3,5 miliar akibat pembatalan perjalanan.
Pasangan pengantin tetap menggelar resepsi meski banjir menggenangi lokasi acara akibat tingginya curah hujan di Pekalongan.
Hingga Minggu (18/1) sore, ribuan penumpang membatalkan tiket perjalanan dari wilayah Daop 4 Semarang, maupun stasiun keberangkatan lainnya akibat banjir Pekalongan.
TIM SAR bersiap memanfaatkan teknologi modifikasi cuaca untuk menghadapi kendala kabut tebal dan hujan di Gunung Bulusaraung, lokasi kecelakaan pesawat ATR 42-500.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkuat langkah antisipasi cuaca ekstrem dengan membangun koridor pengendalian hujan dari Perairan Selat Sunda hingga Kabupaten Tangerang
Melihat kondisi cuaca yang masih hujan hingga saat ini, ia juga meminta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk ikut serta melakukan modifikasi cuaca.
Langkah darurat yang segera dilakukan adalah Operasi Modifikasi Cuaca dengan mengerahkan tiga pesawat guna mengurangi intensitas hujan.
OMC bukanlah solusi sapu jagat. Dia hanya merupakan bagian dari penanganan banjir yang melibatkan unsur-unsur lebih luas lagi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved