Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Pesawat ATR yang Hilang di Maros Sewaan KKP untuk Patroli

Lina Herlina
17/1/2026 17:24
Pesawat ATR yang Hilang di Maros Sewaan KKP untuk Patroli
Ilustrasi(Dok Freepik)

PESAWAT ATR yang hilang kontak di wilayah Maros, Sulawesi Selatan, dipastikan merupakan pesawat patroli maritim yang disewa oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Basarnas Makassar telah membuka posko gabungan pencarian di Bantimurung dan meminta bantuan helikopter TNI AU untuk observasi udara guna menemukan pesawat yang mengangkut 11 orang tersebut.

Pesawat ATR 400 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (17/1) mulai terungkap. 

Kepala Kantor Basarnas Makassar, M. Arif, mengonfirmasi bahwa pesawat tersebut sedang dalam masa sewa oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) saat hilang kontak dalam penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar.

"Kami menerima info dari Airnav Makassar pukul 13.17 Wita bahwa telah terjadi lost contact dengan pesawat jenis ATR 400 milik IAT yang dioperasikan atau disewa oleh KKP, dengan jumlah 11 orang di dalamnya, terdiri dari 8 kru dan 3 penumpang," jelas Arif dalam keterangan pers.

Pesawat jenis ATR biasanya digunakan oleh Ditjen PSDKP KKP untuk patroli maritim guna meningkatkan pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan. Pesawat ini dipilih karena kemampuan terbang rendah dan jangkauannya yang dapat menjangkau wilayah perairan terpencil.

Basarnas Makassar langsung menggerakkan tim rescue setelah menerima laporan. Berdasarkan plot koordinat terakhir dari Air Traffic Control (ATC), titik duga lokasi pesawat mengarah ke daerah Bantimurung dan sekitarnya.

"Tim kami sudah sampai di sana dan telah membuat Posko SAR Gabungan di daerah Bantimurung," kata Arif. Ia menambahkan bahwa medan di lokasi pencarian adalah kawasan pegunungan karts.

Untuk memperluas pencarian, Basarnas telah berkoordinasi dengan TNI AU. "Kami minta bantuan untuk memberangkatkan satu unit helikopter Karakal yang bisa melakukan observasi dari udara. Jika sudah ditemukan, helikopter itu juga bisa langsung melakukan evakuasi menggunakan hoist," paparnya. (LN/E-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya