Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara membuka Crisis Center di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar sebagai pusat koordinasi dan informasi. Langkah itu menyusul hilangnya kontak (loss contact) pesawat ATR 42-500 PK-THT yang dioperasikan Indonesia Air Transport (IAT), Sabtu (17/1).
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F. Laisa, mengatakan pembukaan Crisis Center dilakukan untuk memastikan penanganan insiden berjalan cepat, terkoordinasi, dan transparan bagi seluruh pihak terkait, termasuk keluarga penumpang.
“Bandara Sultan Hasanuddin telah menyiapkan Crisis Center di Terminal Keberangkatan sebagai pusat koordinasi informasi dan penanganan situasi darurat,” ujar Lukman F. Laisa dalam keterangan resminya.
Pesawat ATR 42-500 registrasi PK-TH dengan nomor seri 611 tersebut diketahui melakukan penerbangan dari Bandara Adi Sucipto Yogyakarta (JOG) menuju Bandara Sultan Hasanuddin Makassar (UPG) dengan Pilot in Command Capt. Andy Dahananto.
Berdasarkan laporan Air Traffic Control (ATC) Makassar Area Terminal Service Center (MATSC), pada pukul 04.23 UTC, pesawat diarahkan untuk melakukan pendekatan ke landasan pacu RWY 21. Namun, dalam proses pendekatan, pesawat teridentifikasi tidak berada pada jalur yang seharusnya.
“ATC telah memberikan arahan ulang dan instruksi lanjutan agar pesawat kembali ke jalur pendekatan sesuai prosedur,” jelas Lukman.
Setelah instruksi terakhir disampaikan, komunikasi dengan pesawat terputus. ATC kemudian mendeklarasikan fase darurat DETRESFA (Distress Phase) sesuai ketentuan penerbangan sipil.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, AirNav Indonesia Cabang MATSC langsung berkoordinasi dengan Basarnas, TNI Angkatan Udara, serta Kepolisian untuk mendukung operasi pencarian dan pertolongan (Search and Rescue).
Lokasi pencarian difokuskan di kawasan pegunungan kapur Bantimurung, Desa Leang-Leang, Kabupaten Maros, yang juga dijadikan posko Basarnas terdekat. Operasi lanjutan direncanakan menggunakan helikopter TNI AU bersama Basarnas.
Selain itu, AirNav Indonesia juga tengah menyiapkan Notice to Airmen (NOTAM) terkait aktivitas SAR di wilayah udara sekitar Makassar.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mencatat jumlah Persons on Board (POB) sebanyak 10 orang, terdiri dari 7 awak pesawat dan 3 penumpang.
Sementara itu, informasi awal kondisi cuaca menunjukkan jarak pandang sekitar 8 kilometer dengan kondisi sedikit berawan. Konfirmasi lanjutan masih dilakukan bersama BMKG.
“Kami terus berkoordinasi dengan BMKG untuk memastikan data cuaca yang akurat sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh,” kata Lukman.
Dirjen Perhubungan Udara menegaskan Kemenhub terus melakukan koordinasi intensif melalui Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah V Makassar bersama AirNav, Basarnas, operator penerbangan, dan instansi terkait lainnya.
Kemenhub juga mengimbau seluruh operator penerbangan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dinamika cuaca serta mematuhi persyaratan cuaca minimum pada tahap dispatch, take off, dan landing.
“Kami mengingatkan operator untuk mengimplementasikan ALAR (Approach and Landing Accident Reduction) Toolkit sebagai langkah pencegahan, khususnya pada fase pendekatan dan pendaratan di wilayah pegunungan,” tegas Lukman F. Laisa.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara memastikan akan menyampaikan pembaruan informasi secara berkala sesuai perkembangan resmi di lapangan.
“Keselamatan penerbangan adalah prioritas utama. Seluruh langkah penanganan dilakukan sesuai prosedur dan akan kami sampaikan secara terbuka kepada publik,” tutup Lukman. (E-4)
terkait proses pencarian pesawat ATR 42-500 di wilayah Maros, pemerintah membuka Crisis Center di Bandar Udara (Bandara) Sultan Hasanuddin Makassar
Ada lima posko crisis center yang dibangun Kemensos.
Proses evakuasi dilakukan oleh tim Basarnas menggunakan helikopter Dauphin AS 365 N3+ registrasi HR-3601.
Pemerintah telah membuka Crisis Center di Bandara Sultan Hasanuddin untuk memberikan pendampingan kepada keluarga.
Wakil Ketua Komisi V DPR RI mendesak Kemenhub melakukan audit soal insiden hilangnya kontak pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dengan registrasi PK-THT di wilayah Maros
Pesawat ATR 42-500 yang berangkat dari Bandara Adisutjipto ke Makassar dipastikan telah melalui seluruh prosedur penerbangan sesuai standar bandara.
terkait proses pencarian pesawat ATR 42-500 di wilayah Maros, pemerintah membuka Crisis Center di Bandar Udara (Bandara) Sultan Hasanuddin Makassar
Menhub Dudy Purwagandhi menegaskan hingga Minggu (18/1), proses pencarian pesawat ATR 42-500 di wilayah Maros, Sulawesi Selatan, terus dilakukan secara intensif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved