Headline

Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.

Puluhan Oknum Perguruan Silat Konvoi Bikin Ricuh, 25 Pemuda Diamankan

Hery Susetyo
15/1/2026 19:24
Puluhan Oknum Perguruan Silat Konvoi Bikin Ricuh, 25 Pemuda Diamankan
25 anggota perguruan silat di Sidoarjo diamankan polisi.(Dok. MI)

SEKELOMPOK anak muda dari perguruan silat diamankan polisi karena melakukan konvoi yang meresahkan warga dan pengendara lain di Sidoarjo, Jawa Timur.

Kelompok anak muda tersebut juga berbuat ricuh membawa potongan besi. Mereka terlihat konvoi di Jalan Raya Gedangan kawasan Puri Surya Jaya pada Rabu (14/1) malam hingga Kamis dini hari (15/1). 

Para peserta konvoi kemudian berhasil ditangkap polisi. Sebanyak 19 orang diamankan ke Mapolsek Waru dan enam lagi dibawa ke Mapolsek Gedangan Sidoarjo. 

Kapolsek Waru Kompol M Amin mengatakan, dua di antara yang diamankan masih di bawah umur semua berasal dari luar Kabupaten Sidoarjo. Satu diantara mereka juga ada satu perempuan. 

“Ada 19 orang yang kita amankan, dua di antaranya masih di bawah umur. Mereka berasal dari berbagai daerah, ada dari Surabaya, Mojokerto, Jombang, Bojonegoro, Gresik, dan Lamongan,” kata Kompol M Amin, Kamis (15/1).

Amin menjelaskan, kejadian bermula dari rencana konvoi yang kemudian memicu emosi setelah terjadi cekcok di jalan. Karena saat konvoi ada pihak yang menghentikan sehingga ricuh. 

“Sebenarnya bukan tawuran yang direncanakan. Awalnya konvoi, lalu dihentikan oleh salah satu orang yang tidak diketahui identitasnya, terjadi adu mulut, sehingga memicu emosi dan niat untuk membalas. Masyarakat yang mengetahui kejadian itu langsung melapor ke Polresta Sidoarjo,” kata Amin. 

Anggota Polresta Sidoarjo bersama Polsek Waru, kata Amin, segera menuju lokasi untuk mengamankan situasi. Dari hasil pemeriksaan, polisi menemukan potongan besi kecil dan tidak ada korban dalam kejadian tersebut.

“Kita lakukan pembinaan karena sebagian besar masih pelajar. Mereka dipulangkan dengan syarat orang tua harus menjemput langsung. Di sini mereka juga diminta meminta maaf kepada orang tuanya dengan sungkem, disaksikan oleh petugas, serta membuat janji tidak mengulangi perbuatan konvoi dan keributan di jalan,” kata Amin.

Kompol Amin mengimbau para orang tua untuk lebih mengawasi aktivitas anak-anaknya terutama pada malam hari. Dia juga berharap peristiwa serupa tidak terulang lagi. 

Wati, salah satu orang tua dari Gresik mengaku kaget saat mengetahui anaknya diamankan polisi. Wati mengaku anaknya pamit keluar untuk konvoi, namun dia tidak menyangka ternyata konvoinya meresahkan warga. 

“Saya sudah larang sering. Sudah saya suruh pulang jam 11 malam, tapi nggak ada kabar. Jam 23.00 saya hubungi masih aktif, lalu saya tidur. Subuh jam 04.00 saya bangun anak belum pulang, saya WA sudah centang satu,” kata Wati.

Wati baru mengetahui anaknya diamankan polisi sekitar pukul 05.00 WIB dari teman anaknya. Dia langsung berangkat dari Gresik ke Mapolsek Waru. 

Para anak muda yang diamankan di Mapolsek Waru tersebut akhirnya dilepaskan. Namun sebelum dilepaskan, mereka disuruh sungkem pada orang tuanya masing-masing. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik