Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Banjir Belum Surut dan Intensitas Hujan Masih Tinggi, Pemprov Jawa Tengah Minta Kembali Dilakukan Modifikasi Cuaca

Akhmad Safuan
14/1/2026 09:57
Banjir Belum Surut dan Intensitas Hujan Masih Tinggi,  Pemprov Jawa Tengah Minta Kembali Dilakukan Modifikasi Cuaca
Ilustrasi(Dok Istimewa)

PEMERINTAH Provinsi Jawa Tengah meminta rekayasa cuaca dilakukan kembali, karena cuaca ekstrem yakni hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir masih berpotensi di Jawa Tengah terutama di daerah Pantura Jawa Tengah hingga menyebabkan bencana banjir dan longsor.

Pemantauan Media Indonesia Rabu (14/1) banjir dengan ketinggian bervariasi 29-100 centimeter masih merendam sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah seperti Demak, Kudus, Jepara dan Pati, hujan ringan-sedang juga masih mengguyur sejak pagi hingga membuat warga di daerah tersebut semakin khawatir bencana hidrometeorologi semakin meningkat.

Sementara itu di berbagai titik, ratusan keluarga di Kudus, Jepara dan Pati masih bertahan di lokasi pengungsian karena banjir masih tinggi merendam rumah hingga tidak dapat ditempati, meskipun sebagian besar warga terdampak tetap bertahan di rumah masing-masing meskipun terkepung banjir.

"Intensitas hujan masih sangat tinggi dan banjir juga belum surut, kami meminta kembali dilakukan rekayasa cuaca untuk mengurangi hujan terutama di daerah Kudus, Jepara dan Pati," kata Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen Rabu (14/1).

Rekayasa cuaca dalam kondisi sekarang, lanjut Taj Yasin Maimoen, sangat diharapkan apalagi BMKG juga telah menginformasikan bahwa potensi cuaca ekstrem masih Ajan berlangsung hingga beberapa bulan kedepan. "Selana 4 hari hujan lebat dengan durasi panjang, bagian pada siang matahari tidak terlihat," tambahnya.

Kondisi cuaca ekstrem inilah, menurut Taj Yasin Maimoen, mengakibat terjadinya bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir dan angin puting beliung terutama di tiga daerah di Pantura Jawa Tengah tersebut, maka Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan pemerintah daerah berupaya untuk melakukan penanganan cepat terhadap bencana yang telah terjadi.

Selain penanganan cepat terutama terhadap warga terdampak dan pemulihan infrastruktur yang rusak, ungkap Taj Yasin Maimoen, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menurunkan bantuan dan berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana meminta spot-spot yang perlu dibantu dengan pompa. 

Pengungsi Bertambah 

Pemantau Media Indonesia, hingga Rabu (14/1)  akibat banjir yang masih tinggi merendam Kudus dan Pati, jumlah pengungsi terus bertambah bahkan hingga malam petugas gabungan BPBD, TNI, Polri, Dinas Kesehatan bersama relawan melakukanbevakyadi ratusan warga karena banjir tersebut.

Berdasarkan data dihimpun sementara, di Kabupaten Kudus tercatat  40 warga Desa Temulus mengungsi di MI Hidayatus Shibyan,  24 warga mengungsi di TPQ Khurriyatul Fikri. 30 warga Desa Ngembalrejo mengungsi di Masjid Al Huda dan Ponpes dan 50 jiwa mengungsi di Posko TPQ.

Sementara itu di Kabupaten Pati ratusan warga di Desa Doropayung, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, kini mulai mengungsi di tiga lokasi dan salah satunya di  Aula Balai Desa Doropayung. "Sudah beberapa hari kita bertahan di sini, karena banjir masih setinggi dada," ujar Maryamah,58, saksh seorang warga.

Kepala Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati Martinus Budi Prasetya mengatakan, dalam beberapa hari terakhir, banjir mulai meluas ke wilayah timur Pati, khususnya Kecamatan Juwana. “Awalnya di Desa Doropayung, sekarang banjir pelan-pelan naik dan meluas ke Desa Bumirejo dan Tluwah dan sejumlah desavKecamatan Jakenan," tambahnya.

Menanggapi hal ini, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengungkapkan bahwa sebagian besar warga terdampak banjir di tiga daerah tersebut masih bertahan di rumah masing-masing, sehingga diminta Dinas Kesehatan dan instansi terkait untuk segera melakukan evakuasi ke tempat lebih aman.

"Dinas kesehatan baik daerah dan provinsi, diminta terus aktif melakukan pemeriksaan tidak hanya di pusko dan lokasi pengungsian, tetapi juga mendatangi rumah warga terdampak yang masih bertahan di rumah masing-masing," ujar Taj Yasin Maimoen. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya