Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Pemprov Jateng Gerak Cepat Tangani Bencana Jepara, Kudus, dan Pati

Haryanto Mega
13/1/2026 20:30
Pemprov Jateng Gerak Cepat Tangani Bencana Jepara, Kudus, dan Pati
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau daerah terdampak banjir di Jepara, Selasa (13/1/2026).(MI/Haryanto Mega)

BPBD Provinsi Jawa Tengah bersama BPBD kabupaten/kota dan instansi terkait bergerak cepat menangani bencana banjir dan longsor yang melanda Kabupaten Jepara, Kudus, dan Pati. Penanganan dilakukan melalui evakuasi, distribusi logistik, hingga pembukaan akses wilayah terdampak.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin turun langsung ke lokasi terdampak untuk memastikan penanganan berjalan optimal. Kunjungan lapangan dilakukan di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Selasa (13/1), wilayah yang terdampak paling parah akibat longsor.

“Saya bersama Wakil Gubernur melakukan check dan recheck penanganan bencana di beberapa daerah, yakni Kudus, Jepara, dan Pati. Kondisi paling parah terjadi di Desa Tempur, Jepara,” kata Ahmad Luthfi.

Longsor di Desa Tempur dipicu hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah lereng Gunung Muria selama beberapa hari. Sedikitnya 23 titik longsor terjadi di sepanjang ruas jalan desa.

Akibat kejadian tersebut, hampir 3.600 kepala keluarga terdampak dan sempat terisolasi akibat terputusnya akses jalan utama. Selain itu, enam rumah rusak ringan, satu rumah rusak berat, serta dua unit usaha warga ikut terdampak.

“Berkat respons cepat Basarnas, BPBD, relawan, serta dukungan TNI dan Polri, akses darurat kini dapat dilalui kendaraan roda dua,” ujar Luthfi.

Percepat Pembukaan Akses Darurat

Ia menegaskan, kecepatan respons menjadi kunci utama dalam penanganan bencana. Pemprov Jawa Tengah segera mengerahkan alat berat untuk membuka akses darurat dan mempercepat distribusi logistik.

Menurut Luthfi, penanganan di Desa Tempur tidak hanya bersifat darurat, tetapi juga membutuhkan solusi jangka menengah dan panjang, seperti penataan alur sungai dan penguatan infrastruktur jalan.

“Fokus utama penanganan adalah sungai dan akses jalan. Kebutuhan dasar warga sementara dipenuhi melalui dapur umum,” katanya.

Distribusi logistik dilakukan menggunakan kendaraan roda dua untuk menjangkau wilayah yang masih terisolasi. Pemerintah juga memberi perhatian khusus kepada kelompok rentan, seperti anak-anak dan lansia.

Dalam penanganan awal, Pemprov Jawa Tengah telah menyalurkan bantuan bahan pokok, dukungan Kelompok Usaha Bersama (KUBE), serta Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp260 juta untuk Desa Tempur.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah Imam Maskur mengatakan pihaknya telah menyalurkan bantuan logistik ke tiga kabupaten terdampak yang bersumber dari APBD Provinsi dan APBN. Nilai bantuan logistik yang disalurkan masing-masing mencapai Rp140.755.720 untuk Jepara, Rp133.306.218 untuk Pati, dan Rp188.014.483 untuk Kudus.

Selain penyaluran logistik, BPBD Provinsi Jawa Tengah bersama BPBD kabupaten dan instansi terkait terus bersiaga di lokasi bencana dengan fokus pada keselamatan warga serta percepatan pemulihan akses dan aktivitas masyarakat. (HT/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik