Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
BANJIR di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, terus meluas dan merendam ke 24 desa di 6 kecamatan. Sebanyak 34.277 warga Kudus terdampak banjir dan gelombang pengungsian kembali terjadi karena ratusan rumah terendam 80-100 sentimeter hingga tidak dapat ditempati.
Pemantauan Media Indonesia, hingga Selasa (13/1) petang, cuaca ekstrem yakni hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir membuat banjir di Kabupaten Kudus meningkat.
Selain itu akibat banjir ini, jalur Pantura Kudus-Pati terendam sepanjang 500 meter udengan ketinggian air 30-50 sentimeter. Hal itu mengakibatkan kemacetan panjang karena banyak kendaraan yang mengalami mati mesin dan mogok.
"Terpaksa mendorong karena mogok saat berada di jalan terendam banjir," ujar Astuti, 34, seorang karyawan pulang kerja.
Ketinggian banjir juga meningkat hingga kini berkisar 30-100 sentimeter, bahkan di beberapa kawasan mencapai 1,5 meter, membuat jumlah warga terdampak juga melonjak hingga kini mencapai 34.277 warga.
Bupati Kudus pun menetapkan tanggap darurat bencana dengan mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Kudus Nomor 300.2.1/16/2026 12-19 Januari 2026..
"Kondisi bencana di daerah ini semakin parah, maka perlu penanganan cepat terutama terhadap puluhan ribu warga terdampak," kata Bupati Kudus Sam'ani Intakoris Selasa (13/1).
Dalam upaya penanganan bencana ini, ia telah melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi dan melapor ke Gubernur Jawa Tengah. Ia juga menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kudus untuk melakukan asesmen guna mengetahui kerusakan infrastruktur akibat bencana yang saat ini melanda Kudus.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Kudus Eko Hari Djatmiko mengatakan berbeda dengan tahun lalu, banjir di sejumlah kecamatan disebabkan akibat meluapnya Sungai Wulan, tetapi banjir kali ini karena intensitas hujan yang tinggi dan berlangsung lama serta meluapnya aliran air dari Sungai SWD yang berada di Kecamatan Kaliwungu.
"Sungai Wulan aman setelah dinormalisasi," tambahnya.
Sejumlah desa saat ini terendam banjir, lanjut Eko, terjadi di Kecamatan Mejobo dengan ketinggian air 30-89 sentimeter yaitu Desa Kesambi, Jojo, Mejobo, Golantepus, Temulus, Tenggeles, Hadiwarno, Payaman, dan Kirig karena ada limpasan aliran dari Sungai Piji, Dawe, Mrisen, dan Sungai Jati Pasean.
Banjir di Kecamatan Kota Kudus terjadi di Desa Demangan dan Singocandi akibat luapan Sungai Gelis, sedangkan di Kecamatan Jekulo banjir merendam Desa Hadipolo dan Bulungcangkring karena limpasan Sungai Piji dan Jati Pasean serta di Kecamatan Bae banjir menggenang di Desa Ngembalrejo akibat luapan Sungai Dawe dan Sungai Nolo.
Di Kecamatan Kaliwungu banjir merendam 6 desa yaitu Desa Sidorekso, Mijen, Papringan, Gamong, Prambatan Kidul dan Setrokalangan, juga di Kecamatan Jati merendam Desa Ploso, Ngembal Kulon, Parusuhan Lor dan Loram Kulon. "Jumlah pengungsi juga bertambah akibat banjir ini, kami sudah siapkan posko dan dapur umum serta masih melakukan pendataan," tambahnya.(AS/E-4)
Akibat intensitas hujan yang masih tinggi dan belum teratasinya sejumlah tanggul sungai yang jebol serta luapan sungai, banjir di daerah ini kembali meninggi.
SEORANG nenek pengungsi banjir di Desa Payaman, Kecamatan Mejobo, Kudus, Jawa Tengah, tak kuasa menahan air mata karena memikirkan tujuh ekor kucing peliharaannya yang tertinggal di rumah.
AKIBAT banjir yang merendam rel kereta api antara Stasiun Sragi dan Pekalongan, Jawa Tengah, ratusan penumpang dialihkan menggunakan sejumlah bus di Stasiun Tegal, Sabtu (17/1) pagi.
BANJIR dan tanah longsor yang terjadi di Desa Tempur, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, telah memutus akses jalan masyatakat dan merusak rumah warga.
POLSEK Juwana bersama Forkopimcam Juwana mendirikan posko dan dapur umum untuk membantu warga terdampak banjir di Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah terus mengintensifkan langkah penanganan cuaca ekstrem yang berdampak pada banjir dan longsor di sejumlah wilayah.
Akibat intensitas hujan yang masih tinggi dan belum teratasinya sejumlah tanggul sungai yang jebol serta luapan sungai, banjir di daerah ini kembali meninggi.
Langkah darurat yang segera dilakukan adalah Operasi Modifikasi Cuaca dengan mengerahkan tiga pesawat guna mengurangi intensitas hujan.
SEORANG nenek pengungsi banjir di Desa Payaman, Kecamatan Mejobo, Kudus, Jawa Tengah, tak kuasa menahan air mata karena memikirkan tujuh ekor kucing peliharaannya yang tertinggal di rumah.
Jumlah warga terdampak banjir di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, terus bertambah.
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah terus mengintensifkan langkah penanganan cuaca ekstrem yang berdampak pada banjir dan longsor di sejumlah wilayah.
KEPALA Badan Penanggulangan Bencana Nasional Letjen TNI Suharyanto menegaskan, pemerintah tidak membeda-bedakan satu daerah dengan daerah yang lain.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved