Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
PERAN dunia usaha dalam penanganan bencana semakin terlihat melalui kolaborasi lintas sektor yang mengedepankan kecepatan distribusi dan skala bantuan. Di tengah keterbatasan akses logistik pascabencana, dukungan korporasi dinilai mampu menutup celah kebutuhan dasar masyarakat terdampak, khususnya pangan.
Memasuki awal 2026, program Glowtong Royong yang digagas J99 Corp. melanjutkan aksi kemanusiaan di Aceh Tamiang, Aceh, dengan menyalurkan total 99.000 porsi makanan bagi warga terdampak banjir.
Kegiatan berlangsung selama dua hari, yakni pada 9-10 Januari 2026, dan melibatkan dukungan Jiwater serta kolaborasi lintas profesi, termasuk juru masak King Abdi bersama 12 chef lainnya yang turun langsung mengelola dapur lapangan.
Founder J99 Corp., Shandy Purnamasari, menyampaikan bahwa keberlanjutan program ini ditujukan untuk memastikan bantuan benar-benar dirasakan masyarakat.
“Awal tahun kami inginlangsung bergerak dan memastikan kehadiran Glowtong Royong benar-benar dirasakan masyarakat. Dengan dukungan Jiwater, King Abdi, dan para chef lain, hal ini menjadi bentuk solidarita slintas profesi dalam membantu pemulihan masyarakatterdampak banjir di Sumatra, khususnya di Aceh Tamiang. Kami berupaya menghadirkan bantuan yang bukan hanya besar secara jumlah, tetapi juga layak dan penuh kepedulian,” ujarnya dikutip dari keterangan tertulis yang diterima, Selasa (13/1).
Pada hari pertama, sebanyak 50.000 porsi makanan dimasak dan dibagikan kepada warga Kampung Durian, Desa Rantau, Aceh Tamiang.
Distribusi dilanjutkan pada hari kedua di Desa LubukSidup, Kecamatan Sekerak, dengan 49.000 porsi makanan. Secara korporasi, Glowtong Royong merupakan program berkelanjutan J99 Corp. yang sebelumnya juga berkolaborasi dengan BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta, menghimpun bantuan uang dan barang senilai total Rp1 miliar yang disalurkan ke lokasi pada akhir 2025.
“Kemitraan yang berjalan dan berlangsung sinergi ini, diharapkan dapat meringankan beban masyarakat Aceh Tamiang dan sekitarnya, serta menginspirasi lebih banyak pihak untuk ikut berkontribusi dalam proses pemulihan jangka panjang di wilayah Sumatra,” imbuhnya.
Bagi pelaku usaha, inisiatif semacam ini mencerminkan pergeseran peran korporasi dari sekadar penyalur bantuan menjadi penggerak ekosistem kolaboratif dalam respons bencana, menggabungkan sumber daya, keahlian, dan jaringan untuk menghadirkan dampak yang terukur dan berkelanjutan.
Bagi masyarakat setempat, bantuan pangan menjadi krusial di tengah pemulihan yang belum sepenuhnya berjalan. Salah satu warga Kampung Durian, Herlina, mengatakan bahwa masyarakat sangat bersyukur dengan adanya bantuan ini.
“Kondisi di sini sampai sekarang masih belum normal, lumpur masih ada di mana-mana. Mata pencaharian kami terputus, tidak ada pendapatan sama sekali. Bantuan makanan seperti ini sangat membantu kami dan keluarga untuk bertahan,” ucap dia. (E-4)
MENTERI Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Yassierli menyalurkan bantuan senilai Rp30,3 miliar bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatra Barat (Sumbar).
BANJIR dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada akhir 2025 meninggalkan dampak berkepanjangan bagi masyarakat setempat.
MENTERI Dalam Negeri Tito Karnavian memperingatkan pemda di Sumatra Utara agar tidak menyelewengkan dana penanganan bencana.
YAYASAN Indonesia Setara (YIS) bersama OK OCE Forever Sumatra Barat menyalurkan sembako bagi masyarakat terdampak bencana.
AWAL pekan lalu masyarakat dikagetkan dengan viralnya video tumpukan bantuan logistik untuk masyarakat terdampak bencana di gudang Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bireuen, Aceh.
HINGGA hari ke-3 Ramadan, ratusan ribu penyintas banjir Sumatra masih menjalan hari-hari di atas lumpus dan di balik tumpukan kayu gelondongan yang terbawa air bah kala itu.
SUASANA malam di Kecamatan Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, mendadak berubah mencekam.
KETAKUTAN akan datangnya banjir susulan membuat warga Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, memilih membiarkan rumah mereka tetap dipenuhi sisa material banjir.
29 desa dan kampung di Pulau Sumatra dilaporkan hilang akibat bencana banjir bandang dan longsor.
MESKI klaim pemerintah pemulihan pascabanjir Sumatra sudah membaik, sayangnya di lapangan masih seperti pungguk merindukan bulan.
Sucor Asset Management (Sucor AM) menyalurkan 2.000 paket bantuan bagi masyarakat terdampak banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Sumatra.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved