Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Dilanda Bencana Banjir dan Longsor, 3.522 Warga Jepara Terisolasi

Akhmad Safuan
11/1/2026 15:38
Dilanda Bencana Banjir dan Longsor, 3.522 Warga Jepara Terisolasi
Kondisi usai banjir di Jepara.(Dok. MI)

BENCANA banjir dan 18 titik longsor melanda Kabupaten Jepara, Jawa Tengah sebanyak 1.445 keluarga ( 3.522 jiwa) warga Desa Tempur, Kecamatan Keling, Jepara terisolasi akibat terputusnya akses jalan penghubung terputus total tertutup longsoran tanah dan bebatuan besar.

Pemantauan Media Indonesia Minggu (11/1) di tengah hujan lebat mengguyur, ratusan tim gabungan dari BPBD, Dinas PU,  Dinas Kesehatan,TNI dan Polri serta relawan sejak pagi bahu-membahu membersihkan material tanah dan batu berukuran besar-besar yang memutuskan satu-satunya jalan penghubung menuju Desa Desa Tempur, Kecamatan Keling, Jepara.

Tidak hanya secara manual proses pembersihan tumpukan material sepanjang 60 meter dengan ketinggian lebih dua meter yang memutuskan jalan tersebut, tetapi juga mengerahkan alat berat untuk menyingkirkan tumpukan material tanah dan batu berukuran besar serta memperbaiki jalan yang hilang.

"Ada 5 alat berat dikerahkan untuk melakukan pembersihan material longsor, karena berdasarkan data ada 17 titik longsor di daerah ini," kata  Kepala Pelaksana Harian BPBD Jepara Arwin Noor Isdiyanto Minggu (11/1).

Menurut Arwin Noor Isdiyanto akibat longsor hingga memutuskan ruas jalan penghubung Desa Damarwulan dengan Desa Tempur, Kecamatan Keling tersebut, sebanyak 1.445 keluarga ( 3.522 jiwa) warga Desa Tempur terisolasi sejak Jumat (9/1), sehingga untuk dapat mengakses desa tersebut langkah pertama adalah membuka jalan tertutup longsor dan membuat jalan baru.

Selain itu untuk penanggulangan terhadap nasib ribuan warga yang terisolasi, lanjut Arwin Noor Isdiyanto, Pemerintah Kabupaten Jepara membuat dapur umum dan  telah menetapkan darurat bencana di Kecamatan Keling. "Tidak Ganta akses jalan, listrik, sambungan internet juga terputus," tambahnya.

Tidak hanya material longsor menutup badan jalan, ungkap Arwin Noor Isdiyanto, di lokasi tersebut badan jalan hilang total sepanjang 50 meter setelah tergerus aliran Sungai Gelis dengan titik kritis lainnya berada di Jembatan Mbah Sujak karena terkikis hingga sedalam enam meter dan alur sungai yang berpindah aliran.

Proses penanganan bencana ini, demikian Arwin Noor Isdiyanto,  cukup sulit karena terkendala cuaca ekstrem yang masih berpotensi memicu longsor susulan dan banyaknya material batu berukuran besar yang masih terus berjatuhan dari tebing, maka untuk mempercepat penanganan BPBD Jepara mengajukan sejumlah kebutuhan mendesak berupa alat berat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jepara Ary Bachtiar mengungkapkan jalan penghubung Desa Damarwulan dengan Desa Tempur, Kecamatan Keling terputus total, sehingga prioritas utama dilakukan adalah membuka akses agar bantuan dan evakuasi kepada ribuan warga yang terisolasi bisa dilakukan secepatnya.

"Kita lakukan langkah membuka jalur alternatif darurat dan kedepan dilakukan perbaikan jalan penghubung secara permanen," ujar Ary Bachtiar.

Dalam rangka membuka akses itu, menurut Ary Bachtiar, Pemkab Jepara telah berkoordinasi dengan Perhutani untuk meminjam lahan guna membuka jalur alternatif sementara yang dapat dipergunakan oleh warga untuk keluar masuk desa serta segera menyalurkan bantuan untuk warga terdampak. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik