Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
WILAYAH Kepulauan Nias tercatat mengalami tekanan inflasi paling ekstrem di Sumut meski tidak terdampak langsung bencana banjir akhir November 2025. Inflasi bulanan Kota Gunungsitoli mencapai 6,94%, menjadi yang tertinggi di antara seluruh daerah Indeks Harga Konsumen di Sumut.
Lonjakan harga di Nias terjadi ketika sejumlah wilayah lain justru dilanda banjir. Inflasi bulanan Gunungsitoli jauh melampaui rata-rata inflasi Sumut yang sebesar 1,66% dan melampaui inflasi kumulatif Sumut sepanjang 2025 yang tercatat 4,66%.
Tekanan harga di Nias dipicu terputusnya jalur distribusi barang dan jasa akibat bencana di kawasan Tapanuli, termasuk Kota Sibolga. Gangguan distribusi dari daratan Sumatra langsung berdampak pada ketersediaan dan harga bahan pokok di wilayah kepulauan tersebut.
Ketergantungan tinggi terhadap pasokan dari luar daerah membuat struktur ketahanan pangan Nias rapuh. Wilayah ini belum mampu memenuhi kebutuhan pangan hariannya secara mandiri sehingga sangat rentan terhadap gangguan logistik.
Ekonom Universitas Islam Sumatera Utara Gunawan Benjamin menilai inflasi ekstrem di Nias menjadi peringatan keras bagi pemerintah daerah.
"Ketergantungan pasokan dari luar membuat Nias selalu paling terpukul setiap kali distribusi terganggu," katanya, Selasa (6/1).
Menurut dia, situasi ini menunjukkan perlunya terobosan kebijakan yang lebih mendasar untuk membangun kemandirian pangan. Pemerintah daerah dinilai perlu membuka ruang investasi sektor pangan.
Mulai dari peternakan ayam, telur, sapi hingga komoditas strategis lain yang selama ini didatangkan dari luar. Selain investasi, masyarakat juga perlu didorong terlibat langsung dalam produksi pangan.
Misalnya gerakan tanam mandiri di tingkat rumah tangga yang dinilai bisa menjadi bantalan awal saat terjadi lonjakan harga. Terutama untuk komoditas sensitif seperti cabai.
Pengembangan teknologi pertanian juga dianggap mendesak agar produksi pangan lokal mampu menggantikan pasokan dari luar daerah. Begitu juga dengan penyediaan industri pendukung, seperti pupuk, pestisida dan sarana produksi pertanian, perlu diprioritaskan.
Gunawan memperingatkan tekanan inflasi saat ini telah menekan daya beli masyarakat Nias secara ekstrem. Kondisi itu berisiko menambah jumlah penduduk miskin dan membuka ancaman yang lebih serius jika tidak segera dibenahi. (H-2)
Fenomena ini dipicu oleh tingginya konsumsi masyarakat yang tidak dibarengi dengan kesiapan stok barang di pasar.
Program penyediaan beras dengan subsidi harga ini pun akan berlanjut mulai Maret mendatang. Anggaran yang disiapkan untuk program SPHP beras tahun 2026 sejumlah Rp4,97 triliun.
Kenaikan harga daging ayam ras berada di kisaran Rp5.000–Rp6.000 per kilogram seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk menu berbuka puasa.
Harga bahan pokok yang mengalami penurunan mencolok terjadi pada komoditas cabai rawit merah, dari Rp110.000 menjadi Rp76.000 per kilogram.
TPID DIY dan Bupati Gunungkidul pantau harga sembako di Pasar Semin. Cabai rawit merah tembus Rp80.000. Simak skenario intervensi dan daftar harga terbaru.
Harga cabai rawit merah mulai melandai di kisaran Rp60.000 per kg seiring membaiknya cuaca dan panen raya di sentra produksi. Cek update harga terbaru di sini.
Di Pasar Tiban Center, harga beras kemasan 5 kilogram masih dijual sekitar Rp85 ribu, kemasan 10 kilogram Rp155 ribu, dan kemasan 25 kilogram berkisar Rp350 ribu.
Gabah tersebut tetap dibeli sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp6.500 per kilogram meski kualitasnya menurun akibat terendam lumpur.
Penyaluran beras SPHP ke Pasar Gedhe Klaten, dilakukan dua kali pengiriman. Pertama, pada Senin (23/2) 2.700 ton, dan penyaluran kedua, Jumat (27/2), sejumlah 2.000 ton.
Program penyediaan beras dengan subsidi harga ini pun akan berlanjut mulai Maret mendatang. Anggaran yang disiapkan untuk program SPHP beras tahun 2026 sejumlah Rp4,97 triliun.
Kenaikan harga daging ayam ras berada di kisaran Rp5.000–Rp6.000 per kilogram seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk menu berbuka puasa.
Harga bahan pokok yang mengalami penurunan mencolok terjadi pada komoditas cabai rawit merah, dari Rp110.000 menjadi Rp76.000 per kilogram.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved