Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Infrastruktur Rusak Parah, Gayo Lues Aceh Butuh Penanganan Segera

Naufal Zuhdi
25/12/2025 13:29
Infrastruktur Rusak Parah, Gayo Lues Aceh Butuh Penanganan Segera
Ilustrasi(Antara)

Kondisi Kabupaten Gayo Lues, Aceh, setelah bencana besar memicu keprihatinan mendalam akibat terputusnya akses transportasi dan distribusi logistik. Kerusakan infrastruktur yang mencapai 70% telah menyebabkan sejumlah wilayah, terutama di Kecamatan Pining, mengalami isolasi total. Situasi ini menuntut aksi nyata dan percepatan penanganan agar masyarakat terdampak tidak terjebak dalam krisis pangan dan kesehatan yang lebih parah.

Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Teuku Zulkarnaini (Ampon Bang), merespons cepat kondisi tersebut dengan meninjau langsung lokasi bencana selama empat hari, mulai 19 hingga 22 Desember 2025. Tidak sekadar meninjau, Ampon Bang menembus medan berat dengan berjalan kaki selama 10 jam menuju Gampong Pertik akibat jembatan putus dan akses jalan yang tertutup longsor. 

“Ini masalah paling berat yang dirasakan masyarakat. Banyak warga terisolir dan sangat membutuhkan beras, apalagi saat ini belum memasuki masa panen,” tegas Ampon Bang dikutip dari keterangan tertulis yang diterima, Kamis (25/12).

Dalam aksi kemanusiaan tersebut, Ampon Bang menyalurkan bantuan logistik dalam jumlah besar, meliputi 25 ton beras, 3.000 kotak mi instan, dan 3.000 liter minyak goreng. Selain bantuan pangan, ia juga menginisiasi layanan kesehatan gratis berupa pemeriksaan medis dan pemberian obat-obatan bagi warga di Kecamatan Pining. Langkah ini didukung penuh oleh tim medis gabungan dari Brimob Polda Aceh Batalyon C Pelopor, unsur TNI, serta tenaga medis Rumah Sakit Gayo Lues yang dikoordinir langsung untuk memastikan masyarakat mendapatkan perawatan di tengah keterbatasan akses.

Lebih lanjut, Ampon Bang menyoroti hancurnya jalur penghubung utama antara Kecamatan Pining dengan Blangkejeren, ibu kota Kabupaten Gayo Lues. Ia melaporkan bahwa satu-satunya jalur yang masih terbuka hanya melalui Aceh Barat Daya, sementara akses menuju Aceh Tengah dan Aceh Tenggara terputus total. Melihat skala kerusakan yang sangat luas, ia mendesak Pemerintah Pusat untuk segera turun tangan dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur.

“Penanganan ini tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah kabupaten. Saya melihat sendiri bagaimana masyarakat harus berjuang membawa beban berat dengan berjalan kaki berjam-jam,” tambahnya.

Ampon Bang menegaskan bahwa pihaknya untuk terus mengawal pemulihan wilayah ini. Ia berharap langkah darurat ini segera diikuti oleh perbaikan akses jalan secara permanen agar roda ekonomi dan distribusi logistik di Gayo Lues kembali normal.

“Kepentingan rakyat adalah prioritas utama, dan pemerintah pusat harus hadir untuk memastikan isolasi ini segera berakhir,” pungkasnya. (E-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik