Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Bantuan Alat Kelistrikan Disalurkan kepada Warga Aceh Tamiang

Andhika Prasetyo
22/12/2025 16:57
 Bantuan Alat Kelistrikan Disalurkan kepada Warga Aceh Tamiang
FKMPI memberikan bantuan genset kepada warga Aceh Tamiang.(FKMPI)

Upaya membantu masyarakat terdampak bencana menjadi kebutuhan mendesak di tengah banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah Sumatra. Dukungan logistik dan koordinasi lintas pihak dinilai krusial untuk memastikan warga dapat melewati fase darurat dan memulai pemulihan secara bertahap. Dalam konteks tersebut, bantuan kemanusiaan disalurkan kepada warga Desa Babo, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang, yang terdampak banjir dan longsor. Bantuan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar dan fasilitas darurat, terutama bagi kelompok rentan pascabencana.

Penyaluran bantuan tersebut dilakukan oleh Forum Komunikasi Masyarakat Perhutanan Indonesia (FKMPI) sebagai bagian dari Program Tanggap Bencana Sektor Kehutanan. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI), Soewarso, yang mewakili FKMPI, mengatakan bahwa bantuan ini bertujuan meringankan beban warga sekaligus memperkuat sinergi penanganan bencana secara terkoordinasi.

Bantuan yang diserahkan kepada masyarakat Desa Babo meliputi genset berdaya 3.000 watt untuk kebutuhan listrik darurat, paket sembako, selimut, karpet, serta perlengkapan khusus perempuan. Bantuan tersebut diterima oleh Anggota DPRD Aceh Tamiang, Muhammad Yunus, untuk kemudian disalurkan kepada warga.

“Bantuan ini bukan sekadar logistik, tetapi juga bentuk empati dan solidaritas kepada masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit,” ujar Soewarso dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

Ia menambahkan bahwa kepedulian sosial merupakan bagian dari prinsip pengelolaan hutan berkelanjutan. Menurutnya, keberlanjutan tidak hanya diukur dari aspek lingkungan dan ekonomi, tetapi juga dari sejauh mana sektor kehutanan hadir dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya saat krisis.

Seluruh bantuan disiapkan berdasarkan koordinasi dengan pengurus daerah dan mempertimbangkan kebutuhan riil warga pascabanjir, terutama bagi kelompok rentan. FKMPI sendiri merupakan forum kolaboratif yang melibatkan berbagai asosiasi sektor kehutanan dan industri kayu, antara lain APKI, APKINDO, ISWA, ASMINDO, ILWA, dan HIMKI.

Soewarso menjelaskan bahwa penyaluran bantuan di Desa Babo merupakan bagian dari program tanggap bencana yang dilaksanakan secara bertahap di wilayah terdampak banjir dan longsor di Aceh serta Sumatra Utara. Program ini dirancang untuk mendukung fase darurat hingga pemulihan awal melalui penyediaan logistik dasar, dukungan listrik darurat, dan penguatan koordinasi dengan pemangku kepentingan daerah.

Sementara itu, Muhammad Yunus menuturkan bahwa banjir dan longsor telah memberikan dampak besar bagi kehidupan sosial dan ekonomi warga Desa Babo. “Desa yang sebelumnya menjadi pusat perekonomian kini mengalami kerusakan parah. Bantuan yang sesuai dengan kebutuhan lapangan sangat berarti bagi masyarakat dalam masa pemulihan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam penanganan bencana, agar kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan asosiasi dapat terus diperkuat sebagai bagian dari semangat gotong royong nasional. (Ant/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik