Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
KANTOR Wilayah I Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mendeteksi harga beras medium di Kota Medan berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Hasil pemantauan menunjukkan harga beras medium di pasar tradisional di Medan mencapai sekitar Rp15.000 per kilogram, melampaui HET yang ditetapkan pemerintah.
Pemantauan tersebut dilakukan KPPU Kanwil I di Pasar MMTC dan Pusat Pasar Medan, di tengah kondisi Sumatera Utara yang baru saja terdampak bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah. Selain beras medium, harga beras premium juga tercatat berada di kisaran Rp17.000 per kilogram, sementara beras SPHP dijual sekitar Rp13.000 per kilogram.
Kenaikan harga juga terpantau pada komoditas gula pasir eceran yang berada di kisaran Rp17.000 per kilogram. Sementara itu, Minyakita dan minyak goreng curah mengalami kenaikan di atas harga acuan. Di sisi lain, sejumlah komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang justru mengalami penurunan harga, sedangkan harga daging ayam dan daging sapi terpantau relatif stabil.
Kepala Kanwil I KPPU Ridho Pamungkas mengatakan, dari sisi ketersediaan pasokan, bahan pangan pokok dan penting (bapokting) di pasar tradisional Kota Medan masih dalam kondisi cukup. Meski demikian, ia mengakui adanya gangguan distribusi di beberapa daerah pascabencana yang turut memengaruhi pergerakan harga.
"Berdasarkan hasil survei lapangan dan keterangan pedagang, pasokan bapokting di Kota Medan relatif aman. Kenaikan harga pada beberapa komoditas lebih dipengaruhi oleh faktor distribusi dan biaya logistik, bukan karena kelangkaan barang," ungkapnya, Senin (22/12).
Namun dari perspektif KPPU, kata dia, fluktuasi harga yang terjadi masih tergolong wajar menjelang Nataru. Menurutnya, hingga saat ini belum ditemukan indikasi praktik persaingan usaha tidak sehat di tingkat pedagang terkait pergerakan harga tersebut.
Meski demikian, KPPU Kanwil I menilai perlu adanya kewaspadaan terhadap rantai distribusi yang panjang serta potensi konsentrasi pasokan pada level tertentu. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memengaruhi pembentukan harga di tingkat konsumen, terutama di tengah momentum peningkatan permintaan menjelang Nataru.
KPPU Kanwil I masih akan terus melakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pangan. KPPU juga akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta instansi terkait untuk menjaga stabilitas harga, memastikan kelancaran distribusi pascabencana, serta mendorong terciptanya iklim persaingan usaha yang sehat demi perlindungan konsumen di Sumatera Utara. (H-2)
Kementan menyatakan terjaganya pasokan cabai berdampak pada harga cabai yang semakin terkendali.
MENJELANG perayaan Idul Fitri 1447 H, harga sejumlah bahan pokok naik di Pasar Gedhe Klaten.
DEWANÂ Pimpinan Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (DPP IKAPPI) memproyeksikan puncak kenaikan harga bahan pokok akan terjadi menjelang Hari Raya Idul Fitri tahun ini.
Cabai rawit saat ini mencapai Rp100 ribu per kilogram, dari sebelumnya hanya Rp60 ribu per kilogram, atau naik sekitar 25 persen.
Salah satu produk yang paling diminati adalah daging sapi yang dijual dengan harga Rp100 ribu per kg jauh lebih murah dibanding harga pasar.
Komoditas seperti bawang merah dan bawang putih tercatat naik di kisaran 5 hingga 10 persen, harga cabai merah dan cabai besar juga naik.
Cek harga cabai di Medan hari ini, Sabtu 21 Februari 2026. Stok surplus 143 ton tapi harga di pasar tembus Rp45.000/kg. Simak daftar harga lengkapnya!
Selain daging ayam, harga cabai merah dan daging sapi di Kota Medan juga tercatat mengalami kenaikan pada awal Februari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved