Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Update Korban Banjir Sumatra: 226 Orang Masih Hilang, Korban Tewas Hampir Tembus Seribu

Akmal Fauzi
12/12/2025 18:15
Update Korban Banjir Sumatra: 226 Orang Masih Hilang, Korban Tewas Hampir Tembus Seribu
Pekerja menggunakan alat berat untuk membantu proses pemakaman massal korban banjir bandang di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kampuang Baru, Nagari Sungai Jariang, Agam, Sumatera Barat, Kamis (11/12/2025)(ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan)

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis pembaruan data terkait banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra hingga Jumat (12/12).

Dalam laporan Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan (Pusdatin BNPB) pukul 18.00 WIB, tercatat 985 orang meninggal dunia, sementara 226 orang masih hilang. Total warga terdampak bencana mencapai 3,3 juta jiwa.

Rincian data korban:

Sebaran korban meninggal per provinsi:

  • Aceh: 401 jiwa
  • Sumatra Barat: 241 jiwa
  • Sumatra Utara: 343 jiwa

BNPB menegaskan bahwa data tersebut bersifat dinamis dan akan terus diperbarui seiring proses pendataan di lapangan.

BNPB Bangun Pengungsian Terpadu

BNPB berencana membangun titik pengungsian terpadu di setiap kecamatan untuk mempermudah pelayanan dasar bagi pengungsi, khususnya di wilayah terdampak banjir di Aceh.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Banda Aceh, pada Kamis (11/12) menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk menyatukan berbagai titik pengungsian yang saat ini masih tersebar.

"BNPB akan membangun titik pengungsian terpadu. Titik pengungsian terpadu tersebut ditempatkan di setiap kecamatan, di mana nantinya para pengungsi mendapatkan pelayanan dasar," kata dia.

Ia memaparkan bahwa dari 18 kabupaten/kota terdampak banjir dan longsor pada akhir 2025, terdapat 13 kabupaten/kota yang memiliki titik pengungsian terpisah-pisah. Saat ini, total titik pengungsian mencapai 2.186 lokasi.

"Titik pengungsian ini masih terpisah-pisah. Oleh karena itu, pengungsian yang terpisah-pisah tersebut perlu dirangkul dalam satu tempat yang terpusat, sehingga pelayanan dasar diberikan dapat lebih dioptimalkan," kata dia..

(P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya