Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SUASANA hening dan hari menyelimuti ruang rapat Gedung Rektorat Isola Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Dalam ruang itu, Olivia Yuliana, mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR) Angkatan 2024, menerima SK Pembebasan uang kuliah tunggal (UKT), tempat tinggal, dan beasiswa hidup hingga Semester 8. Ini diberikan sebagai bentuk empati dan perhatian UPI terhadap keberlangsungan pendidikan Olivia.
Musibah banjir bandang dan longsor itu menyebabkan kedua orangtua serta dua orang kakaknya, yang tinggal di Jorong (desa) Kampung Tangah, Nagari Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatra Barat (Sumbar) hilang. Kebijakan pemberian keringanan ini secara resmi dituangkan melalui SK Rektor yang diserahkan langsung kepada Olivia pada Rabu (10/12) sore.
"Pembebasan UKT, Tempat Tinggal dan Beasiswa Hidup hingga Semester 8 melalui surat keputusan merupakan bentuk empati institusi terhadap beban berat yang dialami Olivia, sekaligus komitmen untuk memastikan keberlanjutan studinya," ungkap Rektor UPI, Prof. Dr. H. Didi Sukyadi.
Menurut Didi, UPI menetapkan tiga bentuk bantuan utama yakni pembebasan UKT hingga lulus, sesuai SK Rektor. Akses tinggal di Asrama Putri UPI, apabila dibutuhkan dan Biaya hidup per bulan sebesar Rp750 ribu hingga semester 8, sebagai dukungan untuk pemulihan dan keberlangsungan pendidikan.
“Kami sepakat memberikan bantuan ini agar Olivia dapat melanjutkan kuliahnya tanpa hambatan. SK ini menjadi dasar bagi seluruh unit terkait untuk menindaklanjuti dukungan tersebut. Ini kami serahkan SK secara resmi, sekaligus memberikan penguatan moral kepada Olivia, Dengan demikian, tidak akan ada pihak mana pun di UPI yang tidak mengetahui ketetapan ini. Penyerahan SK ini juga sekaligus menjadi bentuk sosialisasi bukan untuk disebarkan di media sosial, tetapi murni sebagai penyerahan resmi," tuturnya.
Didi menegaskan UPI juga masih mendata mahasiswa lain yang terdampak bencana untuk memastikan bantuan yang tentunya disesuaikan secara adil berdasarkan tingkat kebutuhan masing-masing.
UPI memandang perguruan tinggi tidak hanya sebagai penyelenggara pendidikan, tetapi juga sebagai institusi yang memiliki tanggung jawab moral saat mahasiswa menghadapi kondisi krisis.
“Kami ingin hadir dalam situasi sulit yang dialami mahasiswa kami. Pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata membantu sesama. UPI akan terus melakukan asesmen terhadap mahasiswa terdampak bencana lainnya untuk memastikan dukungan diberikan secara tepat sasaran," tambahnya.
Erik, selaku kerabat yang mendampingi Olivia di Bandung, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada UPI atas perhatian yang diberikan. UPI bukan hanya membantu secara finansial, tetapi juga memulihkan mental Olivia.
"Kami sangat berterima kasih atas kunjungan pimpinan UPI pada hari-hari pertama setelah kejadian. Satu minggu setelah musibah, Olivia sudah kembali kuliah. Harapan kami ia bisa menyelesaikan pendidikannya dengan baik," ucapanya.
Erik menerangkan, Olivia merupakan anak bungsu dari enam bersaudara dan satu-satunya yang menempuh pendidikan tinggi, sehingga keberlanjutan studinya sangat penting bagi keluarga. (AN/E-4)
BADAN Eksekutif Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (BEM UPI) menyelenggarakan Seminar Hasil Program Mahasiswa Berdampak (PM-BEM).
Penutupan program ini sekaligus menandai peresmian rumah produksi DARMASOY sebagai wujud keberlanjutan pemberdayaan masyarakat.
UPI juga meraih Laporkerma yang mencerminkan tata kelola kerja sama institusional yang tertib, akuntabel, dan berorientasi pada penguatan jejaring nasional maupun internasional.
Kita harus memastikan rumah yang dibangun aman dan berkelanjutan.
Program ini mengembangkan sistem konversi sampah organik menjadi pakan ayam berkualitas tinggi
BANJIR lumpur dan galodo yang kembali melanda sejumlah kawasan di Kota Padang, Sumatra Barat, tidak mengalihkan perhatian warga pesisir dari ancaman bencana lain yang tak kalah berbahaya.
PEMERINTAH Kota Padang mulai menggerakkan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak bencana.
PEMERINTAH pusat, Pemerintah Provinsi Sumatra Barat, dan Pemerintah Kota Padang Panjang terus memperkuat kolaborasi dalam mempercepat pemulihan pascabencana.
WAKIL Bupati Agam Muhammad Iqbal menegaskan pentingnya percepatan persiapan lahan agar pembangunan huntara dapat segera direalisasikan.
Kemenhut melalui UPT Koordinator Wilayah Aceh terus melakukan percepatan penanganan dampak bencana banjir berupa pembersihan tumpukan kayu dan material
BUPATI Agam Benni Warlis meninjau langsung lokasi jembatan putus akibat banjir di Tiku V Jorong, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kamis (18/12).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved