Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBAGAI salah satu perguruan tinggi negeri berbadan hukum, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) memiliki kebijakan otonom dalam mengelola keuangan. Di antara beragam permasalahan mendasar pada setiap perguruan tinggi, kesejahteraan pegawai baik unsur dosen maupun tenaga kependidikan menjadi poin yang kerap menuai perbincangan.
Kesejahteraan tidak hanya berhenti pada bagaimana pendapatan yang diterima oleh pegawai, produktivitas pegawai turut memiliki andil yang besar. Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Sistem Informasi UPI, Tri Indri Hardini Senin (9/2), menyatakan UPI melihat tantangan manajerial ini melalui terciptanya babak baru pengelolaan kesejahteraan sumber daya manusia melalui program Maslahat Tambahan Berdampak (MTB).
MTB merupakan program yang secara mandiri dilaksanakan oleh UPI dengan memperhatikan ketentuan Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2025 tentang Tunjangan Kinerja Pegawai di Lingkungan Kemendiktisaintek. Penghasilan berbasis kinerja, mengutip peraturan tersebut, mengutamakan prinsip akuntabilitas, keadilan, dan kinerja yang terukur.
"MTB diyakini sebagai program yang apresiatif bagi pegawai baik secara internal maupun di tingkat nasional. Kami siap mendukung skema tunjangan kinerja hingga 90%. Perlu diketahui, skema ini merupakan salah satu skema tunjangan tertinggi secara nasional,” jelasnya.
Menurut Dini, sebagai sebuah program yang baru diluncurkan pada awal tahun 2026 ini, MTB memberikan warna baru dalam ritme kerja pegawai UPI. UPI melakukan efisiensi di tingkat unit yang kemudian dikonversi menjadi MTB di tingkat universitas.
"Semoga Maslahat Tambahan Berdampak (MTB) menjadi salah satu ikhtiar terbaik kita dalam membangun lingkungan kerja yang lebih sejahtera, kondusif dan berkeadilan di UPI,” tandasnya.
Sementara itu Rektor UPI, Didi Sukyadi menjelaskan bahwa efisiensi ini adalah kunci menciptakan produktivitas yang lebih besar. Dana yang ada, kini dapat lebih merata dan bermanfaat untuk mendukung kinerja. Kompensasinya, UPI akan melakukan peningkatan dana penelitian secara signifikan.
”Dana penelitian yang sebelumnya mencapai 40 miliar rupiah setiap tahun dapat meningkat menjadi 60 miliar rupiah melalui MTB dan efisiensi yang UPI lakukan. Hal ini meneguhkan UPI sebagai perguruan tinggi yang berfokus pada inovasi dengan kata kunci utama: berkelanjutan dan berdampak global. MTB dalam implementasinya tidak dilakukan secara sembarang," tuturnya.
Didi menambahkan, MTB yang akan diterima oleh pegawai UPI akan diperhitungkan berdasarkan unsur dasar, unsur kinerja individu dan unsur kinerja unit. Penghitungan ke-tiga unsur tersebut diatur berbeda dan proporsional antara dosen dan tenaga kependidikan. Dengan aspek penilaian yang komprehensif, MTB tidak berdiri sebagai tambahan finansial semata.
"MTB adalah upaya UPI memberikan penghargaan atas dedikasi, integritas, dan kontribusi civitas academica yang secara kontinu mendukung visi dan misi UPI. Program tersebut diproyeksikan dapat menjadi upaya menyeimbangkan kesejahteraan dan lingkungan kerja yang mendukung bagi pegawai UPI," tambahnya. (E-2)
Rendy tampil konsisten sejak start dan finis sebagai yang tercepat untuk memastikan tambahan satu emas bagi kontingen Merah Putih.
Atlet Indonesia, RENDY Varera merebut emas nomor MTB Men’s Cross Country SEA Games 2025. Itu adalah medali emas ke-6 bagi Tim Indonesia.
Untuk mendorong regenerasi talenta-talenta muda agar memahami berbagai peluang masa depan di dunia MTB dan membawa nama Indonesia, diperlukan partisipasi dari semua pihak.
Kejurnas balap sepeda yang diikuti para atlet muda berprestasi dari 32 provinsi se-Indonesia tersebut digelar pada waktu dan lokasi yang berbeda.
Dara melewati garis finis dengan catatan waktu 1 menit 48,71 detik, di belakang pebalap Italia Gaia Tormena yang memenangi medali emas. T
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved