Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Sumbar Perpanjang Status Tanggap Darurat hingga 22 Desember, Korban Tembus 234 Jiwa

Yose Hendra
09/12/2025 11:43
Sumbar Perpanjang Status Tanggap Darurat hingga 22 Desember, Korban Tembus 234 Jiwa
Jembatan kembar di Padang Panjang yang juga menjadi rute Padang-Bukittinggi masih terus dibenahi.(MI/Yose Hendra)

PEMERINTAH Provinsi Sumatra Barat resmi memperpanjang status tanggap darurat bencana hidrometeorologi selama 14 hari ke depan, hingga 22 Desember 2025. Pengumuman tersebut disampaikan Gubernur Mahyeldi Ansharullah dalam keterangan pers di Kantor Gubernur Sumbar, Senin (8/12).

Mahyeldi mengatakan keputusan ini diambil setelah rapat koordinasi bersama seluruh unsur terkait. Ia menegaskan bahwa perpanjangan diperlukan karena masih ada korban yang belum ditemukan serta proses pendataan kerusakan yang belum rampung.

“Masih ada korban hilang yang belum ditemukan, dan proses pendataan kerusakan serta kerugian masih berlangsung. Karena itu masa tanggap darurat kita perpanjang agar penanganan bisa lebih maksimal dan menyeluruh,” ujar Mahyeldi.

Jumlah Korban Banjir Bandang Terbaru

Berdasarkan data terbaru Dashboard Satu Data Bencana Sumbar pada Senin (8/12) pukul 18.00 WIB, bencana hidrometeorologi telah berdampak pada 16 kabupaten dan kota. Total 24.049 orang terpaksa mengungsi, 113 orang mengalami luka-luka, 95 orang tercatat hilang, dan 234 orang meninggal dunia.

Sejumlah daerah terparah berada di Kabupaten Agam yang mencatat korban terbanyak, yakni 151 orang meninggal dan 55 orang hilang. Hampir seluruh wilayah kabupaten itu terdampak, bahkan sebagian warga yang sudah pulang ke rumah kembali mengungsi akibat hujan berintensitas sedang yang kembali turun sore tadi.

Di Kota Padang Panjang, banjir bandang juga meninggalkan dampak signifikan. Sebanyak 359 warga tercatat terdampak, dengan empat orang mengalami luka-luka. Situasi semakin genting karena 32 warga masih dinyatakan hilang, sementara 17 orang telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Upaya pencarian terus dilakukan di berbagai titik yang sulit dijangkau akibat material banjir dan longsor yang masih menumpuk.

Di sisi lain, tiga daerah tercatat tanpa korban jiwa maupun luka, yaitu Kota Payakumbuh, Kabupaten Pasaman, dan Kabupaten Limapuluh Kota. Meski demikian, seluruh wilayah tersebut tetap dilaporkan mengalami banjir dan kerusakan infrastruktur.

Data rinci juga mencatat tingginya jumlah warga terdampak di beberapa daerah lain seperti Kota Padang, Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Solok, Kabupaten Pesisir Selatan, dan Kabupaten Padang Pariaman. Hampir semua wilayah melaporkan kerusakan permukiman, fasilitas umum, serta terganggunya aktivitas masyarakat.

Evakuasi Korban Terus Diupayakan

Gubernur Mahyeldi menegaskan bahwa seluruh jajaran Pemprov Sumbar bersama pemerintah kabupaten/kota, TNI-Polri, Basarnas, BPBD, hingga relawan terus bekerja di lapangan. Proses pencarian korban, evakuasi, pendistribusian logistik, dan pemulihan infrastruktur utama menjadi prioritas selama perpanjangan status tanggap darurat.

“Kita mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat. Semoga segala ikhtiar ini diberkahi Allah SWT dan proses pencarian serta pemulihan dapat segera tuntas,” kata Mahyeldi.

Dengan perpanjangan ini, seluruh unsur penanganan bencana di Sumbar diharapkan dapat bekerja lebih terkoordinasi dalam menanggulangi dampak bencana hidrometeorologi yang hingga kini masih berlangsung di berbagai wilayah. (YH/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya