Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Akses Internet Starlink Tak Berbayar Akan Diinstalasi di Wilayah Bencana Sumatra

Iis Zatnika
05/12/2025 18:17
Akses Internet Starlink Tak Berbayar Akan Diinstalasi di Wilayah Bencana Sumatra
Kondisi pasca banjir bandang da longsor di Aceh.(ANTARA)

Akses internet Starlink tak berbayar akan tersedia di wilayah bencana Sumatra, difokuskan pada area-area yang membutuhkan dukungan komunikasi cepat di posko, serta koordinasi relawan dan aparat. Fasilitas itu disiapkan FiberStar, perusahaan mitra resmi Starlink di Indonesia.  

"Kami menyiapkan titik instalasi Starlink yang akan dipasang secara bertahap. Informasi mengenai lokasi lengkap akan diumumkan setelah proses verifikasi lapangan dan kesiapan infrastruktur pendukung selesai dilakukan. Keterlibatan kami didasari kebutuhan akan kecepatan sebagai kunci dalam kondisi bencana," kata Customer Service Assurance Division Head FiberStar Wisnu Wardhana di Jakarta Kamis (4/12).

Wisnu menjelaskan, banyak dari titik terdampak kini membutuhkan koneksi internet melalui satelit karena jaringan fiber sulit menjangkau. Dalam implementasinya, tim FiberStar melakukan instalasi dengan menyesuaikan kondisi geografis dan operasional posko bencana. Panjang kabel FiberStar di Indonesia saat ini sudah mencapai 70.000 km.

"Proses instalasi dapat dilakukan singkat, sehingga konektivitas dapat segera digunakan relawan. Warga setempat pun turut merasakan manfaatnya, terutama untuk menghubungi keluarga, mencari informasi bantuan, serta mendapatkan update cuaca dan kondisi wilayah sekitar," kata Wisnu. 

Wisnu menegaskan, ketika akses internet hadir, masyarakat di wilayah terdampak tidak lagi merasa terputus dari dunia luar. Mereka mendapatkan kembali rasa aman dan kemampuan untuk mengakses informasi penting. "Agar akses teknologi tidak hanya dinikmati oleh masyarakat kota, tetapi juga menjadi penyelamat di saat-saat kritis,” ujar Wisnu.

Selain menyediakan koneksi internet, Wisnu menjelaskan, pihaknya juga membawa bantuan logistik. Ini bukan hanya respon terhadap bencana, tetapi juga bagian dari strategi besar FiberStar dalam membuka jalan bagi akselerasi digital di wilayah tertinggal, terdepan, terluar (3T).

Wilayah 3T, kata Wisnu, menghadapi hambatan infrastruktur yang berbeda dari kawasan urban. "FiberStar hadir untuk menjembatani kesenjangan digital ini dengan menghadirkan solusi hibrid, menggabungkan infrastruktur terrestrial dengan teknologi satelit. Dengan dukungan Starlink, konektivitas di daerah terpencil kini bisa hadir jauh lebih cepat tanpa menunggu pembangunan jaringan yang kompleks,” tambah Wisnu.

Wisnu memaparkan, konektivitas di era digital bukan lagi sekadar layanan, tetapi kebutuhan fundamental untuk meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, peluang ekonomi digital, serta memperkuat sistem administrasi desa.

Ke depan, FiberStar berencana memperluas program akselerasi digital di wilayah 3T sebagai bagian dari roadmap perusahaan, mulai dari pembukaan titik layanan baru, penguatan kolaborasi dengan
pemerintah daerah, hingga program literasi digital bagi warga dan pelaku usaha lokal agar konektivitas benar-benar memberikan dampak.

Transformasi digital yang merata, lanjut Wisnu, adalah kunci untuk memperkecil kesenjangan antara pusat dan daerah. Melalui integrasi teknologi satelit dan infrastruktur operator netral yang dimiliki perusahaan, konektivitas di wilayah terpencil akan semakin mudah dijangkau, cepat diimplementasikan, dan berkelanjutan.

Di 3T, koneksi internet akan menyasar berbagai segmen, mulai dari instansi pemerintah daerah, pelaku usaha, fasilitas publik, hingga kawasan permukiman yang dinilai strategis dan membutuhkan dukungan infrastruktur digital. "Pendekatan yang digunakan akan disesuaikan dengan karakteristik tiap daerah agar manfaat konektivitas dapat dirasakan secara optimal," kata Wisnu. 

Berfokus pada koneksi internet nonmobile, lanjut Wisnu, pihaknya menargetkan sambungan ke 700 hingga 1 juta koneksi ke rumah, selain kebutuhan klien lainnya. Selain itu, layanan juga bisa disediakan untuk keperluan koneksi di laut. "Ke depan, kami akan kembangkan juga layanan pada teknologi kecerdasan buatan hingga keamanan siber," kata Wisnu.(X-8)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Iis Zatnika
Berita Lainnya