Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PASCAbanjir bandang di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, ruas jalan penghubung Sokasar-Bojong di Desa Sokasari, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, putus total.
Jalan beton sepanjang sekitar 300 meter itu patah-patah dan tak lagi bisa dilalui, baik kendaraan roda dua maupun roda empat. Akibatnya, warga setempat terancam terisolir.
Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal, Muhammad Afifudin, menyampaikan kerusakan jalan terjadi akibat longsor yang dipicu banjir bandang. Derasnya arus air menghantam tebing penyangga jalan hingga memicu gerakan tanah.
"Seharusnya aliran air berada di sisi timur, tapi karena masih ada sisa material jembatan lama, aliran air justru berbelok ke barat dan menghantam tebing. Di atas tebing itulah lokasi jalan Sokasari–Bojong," ujar Afifudin, Jumat (30/1.
Afifudin menuturkan tebing yang terus diterjang banjir bandang mengalami gerakan tanah. Kondisi itu membuat badan jalan beton ambles, turun, dan terputus. "Lokasi jalan yang berada di kawasan perbukitan memperparah dampak kerusakan," terang Afifudin.
Afifudin menyebut longsornya tebing yang memicu jalan patah-patah, terjadi sejak Sabtu (24/1/2026), berbarengan dengan banjir bandang yang juga menggerus kawasan Pancuran 13 Guci. Kondisi semakin parah setelah banjir kembali terjadi pada Senin (26/1. "Yang paling parah hari Senin. Setelah itu jalan benar-benar tidak bisa dilewati, jelasnya.
Menurut Afifudin untuk sementara penanganan belum bisa dilakukan secara permanen. Diarkan dulu sampai musim hujan berhenti. "Setelah itu akan ditangani oleh dinas terkait secara darurat," tambah Afifudin.
HARUS MEMUTAR
Kini, warga Desa Sokasari terpaksa memutar jauh untuk beraktivitas. Jika biasanya hanya menempuh jarak sekitar 1,5 kilometer, kini mereka harus melewati jalur alternatif melalui Desa Sumbaga, Kecamatan Bumijawa, hingga Tuwel, Kecamatan Bojong, dengan jarak lebih dari 5 kilometer. Alternatif lain melalui Desa Sokatengah juga memakan jarak sekitar 4 kilometer.
Salah satu warga Sokasari, Anton, 37, menuturkan kondisi jalan sangat memprihatinkan. Rusaknya parah sekali. Motor saja tidak bisa lewat, apalagi mobil. "Tanahnya masih bergerak, kami takut terjadi longsor susulan," kata Anton.
Anton menyebut jalan tersebut merupakan akses vital warga Sokasari menuju Kecamatan Bojong dan Kota Slawi. "Setiap hari kami lewat sini. Anak-anak sekolah, ibu-ibu ke pasar, petani jual hasil bumi, pekerja pabrik, sampai kalau ada warga sakit. Sekarang semua serba susah," ucapnya.
Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan. Mereka khawatir jika kondisi ini dibiarkan terlalu lama, aktivitas ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan warga Sokasari akan semakin terganggu. (E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved