Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
SUASANA duka menyelimuti Markas Batalyon Infanteri (Yonif) 113/Jaya Sakti, Kodam Iskandar Muda. Sejak Senin (30/3) pagi, bendera Merah Putih dikibarkan setengah tiang di markas dan asrama yang berlokasi di Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Aceh tersebut.
Pengibaran bendera setengah tiang ini merupakan bentuk penghormatan terakhir dan tanda berkabung atas gugurnya salah satu prajurit terbaik kesatuan, Praka Farizal Rhomadhon. Almarhum gugur dalam menjalankan tugas negara akibat serangan terhadap Pos United Nations Interim Force in Libanon (UNIFIL) di Libanon
Praka Farizal diketahui tergabung dalam Satuan Tugas Batalyon Mekanis (Satgas Yonmek) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXIII-S UNIFIL.
Menunggu Konfirmasi Resmi
Hingga berita ini diturunkan, awak media belum dapat melakukan konfirmasi langsung kepada Komandan Batalyon maupun pejabat utama Yonif 113/JS lainnya. Keterbatasan komunikasi ini disebabkan sebagian besar perwira di satuan tersebut saat ini masih menjalankan tugas operasi di Papua.
Kematian prajurit dalam misi perdamaian dunia ini menjadi duka mendalam bagi jajaran TNI, khususnya keluarga besar Kodam Iskandar Muda. (MGN/P-2)
DUA prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), UNIFIL, kembali gugur di Libanon.
Berdasarkan informasi sementara yang diterima pihak keluarga, jenazah Praka Farizal diperkirakan tiba di rumah duka dalam dua hingga tiga hari ke depan.
Insiden terbaru terjadi pada Senin (30/3), ketika sebuah ledakan menghantam konvoi logistik UNIFIL di dekat Bani Hayyan. Peristiwa ini menyebabkan dua personel Indonesia gugur.
Meski risiko di lapangan meningkat, TNI tetap teguh pada komitmen internasionalnya.
Proses pencarian fakta tengah berjalan secara internal oleh organisasi internasional tersebut.
DUA prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), UNIFIL, kembali gugur di Libanon.
Berdasarkan informasi sementara yang diterima pihak keluarga, jenazah Praka Farizal diperkirakan tiba di rumah duka dalam dua hingga tiga hari ke depan.
Insiden terbaru terjadi pada Senin (30/3), ketika sebuah ledakan menghantam konvoi logistik UNIFIL di dekat Bani Hayyan. Peristiwa ini menyebabkan dua personel Indonesia gugur.
Meski risiko di lapangan meningkat, TNI tetap teguh pada komitmen internasionalnya.
Proses pencarian fakta tengah berjalan secara internal oleh organisasi internasional tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved