Headline

Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.

Eskalasi Konflik Libanon: Dua Prajurit TNI Gugur, Kemenhan Desak Investigasi Menyeluruh

Devi Harahap
31/3/2026 10:21
Eskalasi Konflik Libanon: Dua Prajurit TNI Gugur, Kemenhan Desak Investigasi Menyeluruh
Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemenhan Brigjen Rico Ricardo Sirait .(Dok. Kemenhan RI)

ESKALASI konflik di Libanon Selatan kembali memakan korban jiwa dari pasukan perdamaian dunia. Kementerian Pertahanan (Kemenhan) mengonfirmasi dua prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) gugur saat menjalankan misi perdamaian United Nations Interim Force in Libanon (UNIFIL), Senin (30/3).

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemenhan Brigjen Rico Ricardo Sirait, menjelaskan bahwa insiden tragis tersebut terjadi di tengah meningkatnya intensitas pertempuran di wilayah operasional pasukan PBB. “Dua prajurit TNI dilaporkan gugur, sementara dua lainnya mengalami luka berat,” ujar Rico dalam keterangan resminya, Selasa (31/3).

Kronologi dan Investigasi UNIFIL
Insiden bermula saat sejumlah personel Satgas TNI tengah melaksanakan tugas pengawalan untuk mendukung kegiatan operasional UNIFIL di wilayah Libanon Selatan. Hingga saat ini, pihak otoritas belum merilis detail penyebab pasti serangan atau benturan yang menewaskan personel tersebut.

Rico menegaskan bahwa proses pencarian fakta tengah berjalan secara internal oleh organisasi internasional tersebut. “Hingga saat ini penyebab pasti kejadian masih dalam proses investigasi oleh pihak UNIFIL sesuai mekanisme yang berlaku,” kata Rico.

Terkait korban selamat, Kemenhan memastikan bahwa dua prajurit yang mengalami luka berat telah mendapatkan penanganan medis intensif di fasilitas kesehatan di Beirut, Libanon. Seluruh langkah evakuasi diklaim telah mengikuti standar prosedur operasional (SOP) Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Komitmen Hukum Humaniter
Menyikapi situasi yang kian memanas, Pemerintah Indonesia mendesak seluruh pihak yang bertikai untuk menahan diri dan menghormati keberadaan pasukan penjaga perdamaian. Keselamatan personel internasional harus menjadi prioritas di tengah kecamuk perang. “Langkah-langkah evakuasi dan penanganan medis dilakukan secara cepat sesuai prosedur operasional Perserikatan Bangsa-Bangsa,” ujarnya.

Rico juga menekankan bahwa kejadian ini tidak akan menyurutkan peran diplomasi pertahanan Indonesia di kancah global. “Indonesia tetap berkomitmen untuk berkontribusi aktif dalam menjaga perdamaian dunia dan mendukung stabilitas kawasan melalui partisipasi dalam misi perdamaian PBB,” tegasnya.

Duka Mendalam Kontingen Garuda
Kehilangan ini menambah daftar duka bagi korps TNI. Sebelumnya, pada Minggu (29/3), satu prajurit atas nama Praka Farizal Rhomadhon juga dinyatakan gugur dalam insiden serupa.

Tiga rekan lainnya, yakni Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif Kurniawan, dilaporkan masih dalam perawatan akibat luka-luka. Mereka merupakan bagian dari Satgas Batalion Mekanis Kontingen Garuda XXIII-S yang bertugas menjaga stabilitas di perbatasan Libanon. (Dev/P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eksa
Berita Lainnya