Headline

Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.

Zona Misi UNIFIL tak Lagi Aman, TNI Tingkatkan Siaga

 Gana Buana
30/3/2026 16:49
Zona Misi UNIFIL tak Lagi Aman, TNI Tingkatkan Siaga
UNIFIL menyelidiki serangan artileri yang menewaskan satu prajurit TNI di Libanon Selatan.(AFP)

MARKAS Besar TNI memastikan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) masih memburu fakta di balik serangan artileri yang menghantam kontingen Indonesia di Libanon Selatan dan menewaskan satu prajurit TNI.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah menegaskan investigasi saat ini difokuskan untuk mengungkap pelaku penyerangan sekaligus motif di balik insiden mematikan tersebut.

“Proses investigasi masih dilakukan oleh UNIFIL,” kata Aulia dilansir dari Antara, Senin (30/3).

Menurut Aulia, serangan itu tidak bisa dilepaskan dari memburuknya eskalasi konflik di wilayah Libanon, khususnya di bagian selatan. Ketegangan yang terus meningkat disebut telah memicu rangkaian serangan, termasuk yang mengarah ke area penugasan prajurit Indonesia di Kota Adshit al-Qusyar pada Minggu (29/3).

Serangan tersebut berujung fatal. Satu prajurit TNI, Praka Farizal Rhomadhon, dinyatakan gugur. Sementara itu, tiga prajurit lainnya menjadi korban luka dengan tingkat cedera berbeda.

Praka Rico Pramudia mengalami luka berat, sedangkan Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka ringan. Ketiganya kini menjalani penanganan medis intensif.

TNI juga memastikan proses pemulangan jenazah Praka Farizal ke Indonesia tengah berjalan. Di saat yang sama, perhatian utama difokuskan pada pemulihan para prajurit yang selamat serta penguatan langkah pengamanan di lapangan.

Insiden ini menjadi peringatan keras bahwa situasi di wilayah misi perdamaian Libanon semakin rawan. Mabes TNI menegaskan akan meningkatkan kewaspadaan seluruh personel yang bertugas agar risiko serangan susulan dapat ditekan.

Di tengah duka atas gugurnya prajurit Indonesia, hasil investigasi UNIFIL kini menjadi sorotan, terutama untuk menjawab siapa pihak yang bertanggung jawab atas serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian tersebut. (Ant/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya