Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
TENTARA Nasional Indonesia (TNI) meningkatkan kewaspadaan dan memperketat pengamanan bagi seluruh personel yang tergabung dalam misi perdamaian di Libanon. Langkah ini diambil menyusul insiden tragis yang menewaskan dua prajurit serta melukai sejumlah personel lainnya di wilayah konflik tersebut.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah, menyatakan penguatan pengamanan dilakukan seiring dengan meningkatnya eskalasi keamanan di wilayah penugasan United Nations Interim Force in Libanon (UNIFIL).
“TNI telah mengambil langkah-langkah peningkatan kewaspadaan sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP) UNIFIL. Insiden terjadi di tengah saling serang artileri dan hingga saat ini belum dapat dipastikan pihak yang secara langsung menyebabkan kejadian tersebut. Proses investigasi masih dilakukan oleh UNIFIL,” ujar Aulia dalam keterangannya, Selasa (31/3).
Komitmen Misi Perdamaian
Aulia menegaskan bahwa meski risiko di lapangan meningkat, TNI tetap teguh pada komitmen internasionalnya. Keamanan prajurit kini menjadi prioritas utama dalam setiap pergerakan di wilayah konflik.
“TNI menegaskan komitmennya untuk melaksanakan tugas sebagai bagian dari misi perdamaian dunia di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa secara profesional dan penuh tanggung jawab, dengan tetap mengutamakan keselamatan prajurit,” tegasnya.
TNI saat ini terus memantau dinamika di lapangan secara real-time dan telah menyiapkan langkah-langkah kontinjensi untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk di daerah penugasan Libanon.
Kronologi Insiden
Kementerian Pertahanan (Kemenhan) sebelumnya telah mengonfirmasi gugurnya dua prajurit TNI saat menjalankan misi UNIFIL di Libanon Selatan. Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemenhan Brigjen Rico Ricardo Sirait, menyebutkan peristiwa memilukan itu terjadi pada Senin (30/3). “Dua prajurit TNI dilaporkan gugur, sementara dua lainnya mengalami luka berat,” kata Rico dalam keterangannya, Selasa (31/3).
Rico menjelaskan bahwa insiden tersebut pecah saat personel Satgas TNI sedang melaksanakan tugas pengawalan untuk mendukung kegiatan operasional UNIFIL. Wilayah Libanon Selatan memang diketahui tengah dilanda eskalasi konflik yang melibatkan baku tembak artileri.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti serangan yang menyasar prajurit TNI tersebut masih dalam tahap penyelidikan mendalam oleh pihak UNIFIL sesuai mekanisme internasional yang berlaku. (Dev/P-2)
Praka Farizal Rhomadhon merupakan salah satu prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian PBB (UNIFIL) di Libanon.
Berdasarkan informasi sementara yang diterima pihak keluarga, jenazah Praka Farizal diperkirakan tiba di rumah duka dalam dua hingga tiga hari ke depan.
Proses pencarian fakta tengah berjalan secara internal oleh organisasi internasional tersebut.
Kapolri mengucapkan terima kasih serta penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh personel Polri yang telah berjuang dan mengabdi.
RELAWAN sekaligus dokter lulusan Indonesia yang bertugas di Gaza, Palestina, Mohammed Shabat gugur pada Selasa (12/11).
Kematian prajurit dalam misi perdamaian dunia ini menjadi duka mendalam bagi jajaran TNI, khususnya keluarga besar Kodam Iskandar Muda.
DUA prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), UNIFIL, kembali gugur di Libanon.
Berdasarkan informasi sementara yang diterima pihak keluarga, jenazah Praka Farizal diperkirakan tiba di rumah duka dalam dua hingga tiga hari ke depan.
Insiden terbaru terjadi pada Senin (30/3), ketika sebuah ledakan menghantam konvoi logistik UNIFIL di dekat Bani Hayyan. Peristiwa ini menyebabkan dua personel Indonesia gugur.
Proses pencarian fakta tengah berjalan secara internal oleh organisasi internasional tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved