Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
MENGINGAT kondisi pascabanjir di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, kian sulit, manajemen Universitas Syiah Kuala (USK), Aceh meliburkan sementara kegiatan perkuliahan. Kuliah diliburkan hingga situasi kembali kondusif. Itu karena banyak keluarga mahasiswa, dosen, dan keluarga dosen juga ikut terdampak banjir.
Apalagi USK ikut ambil bagian dalam rangka membantu para korban banjir dari lokasi yang masih sangat kritis.
"Universitas Syiah Kuala memutuskan untuk meliburkan kegiatan perkuliahan selama masa tanggap bencana, yang berlaku mulai tanggal 1 hingga 13 Desember 2025 dan masuk kembali tanggal 15 Desember 2025," demikian antara lain disampaikan, Rektor Universitas Syiah Kuala, Aceh, Profesor Marwan, melalui Media Indonesia, Kamis (4/12).
Dikatakan Marwan, keputusan meliburkan kegiatan pembelajaran selama status keadaan tanggap darurat bencana hidrometeorologi Aceh itu merupakan bentuk respons USK terhadap kondisi bencana yang terjadi saat ini khususnya Provinsi Aceh.
Menurut Rektor, ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan USK dalam mengambil keputusan libur kuliah ini. Di antaranya adalah merujuk Surat Keputusan Gubernur Aceh Nomor 100.3.3/1416/2025 tentang penetapan Status Keadaan Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi di Aceh Tahun 2025.
Lalu USK juga mempertimbangkan keadaan listrik yang belum normal, dan memberikan kesempatan bagi mahasiswa terdampak untuk membantu keluarga dan masyarakat di sekitarnya.
“Keputusan ini sudah kita pertimbangkan secara matang. Kita memahami saat ini kondisinya memang sulit, sehingga kegiatan pembelajaran menjadi kurang optimal," kata Rektor Marwan.
Selain itu, Rektor berharap masa libur kuliah ini benar-benar dimanfaatkan dengan baik bagi mahasiswa USK. Misalnya, untuk membantu keluarga mereka yang terdampak bencana di daerah, maupun membantu masyarakat yang terdampak lainnya.
Sebelumnya, USK sudah mengirimkan Tim Tanggap Bencana pada tanggal 28 November 2025 lalu. Tim ini telah menuju lokasi bencana yang berada di Kabupaten Pidie Jaya dan Bireuen. Adapun Tim ini terdiri dari 10 dokter, 12 perawat, dan 4 orang Tanggap Bencana.
Pada tahap awal, kehadiran tim ini ke lokasi bencana adalah untuk memberikan bantuan sembako, membantu layanan Kesehatan di RSUD serta melakukan asesmen awal. Hasil asesmen tersebut akan menjadi dasar langkah-langkah mitigasi yang akan ditempuh USK berikutnya.
“Mari kita berdoa semoga bencana ini segera usai. USK akan terus memantau perkembangan di lapangan, serta berupaya semaksimal mungkin membantu masyarakat," tambahnya. (MR/E-4)
Gerakan ini merupakan sinergi lintas sektor yang melibatkan musisi lintas generasi, komunitas, serta dukungan penuh dari pemerintah dan sektor swasta.
Adapun temanya adalah Integrasi Pendekatan One Health dalam Pemulihan Sosial, Pangan, dan Kesehatan Masyarakat Rentan Pascabencana Banjir di Aceh.
DUA bulan pascabencana hidrometeorologi yang terjadi pada 27 November 2025, sebanyak 40 warga di Sumatra Utara masih dinyatakan hilang.
LAILATUL BARA'AH atau yang akrab disebut Malam Nisfu Syakban di Provinsi Aceh dirayakan dengan penuh khidmat.
BNPB juga menyalurkan bantuan dana tunggu hunian bagi warga yang memilih tinggal sementara di rumah keluarga atau sanak saudara. Bantuan tersebut sebesar Rp600 ribu per bulan.
KONDISI ekonomi korban banjir besar di Aceh benar-benar mengkhawatirkan.
LIMA mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK) berhasil prestasi gemilang di panggung dunia.
LIMA mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK) berhasil meraih prestasi gemilang di panggung dunia.
Program ini memungkinkan para mahasiswa untuk memperoleh pengalaman klinis melalui kegiatan kepaniteraan atau observership di berbagai rumah sakit luar negeri.
PEMULIHAN kembali kawasan terdampak banjir besar Sumatra menjadi momentum membangun Aceh lebih tangguh, aman, dan berkelanjutan.
BANJIR bandang yang meluluhlantakkan wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada 26-27 November 2025, sudah berlalu satu bulan lebih.
DALAM rangka menjaga kelestarian alam dan lingkungan hidup pemerintah diharapkan memperkuat perlindungan hutan serta meningkatkan peran masyarakat hukum adat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved