Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
MENGINGAT kondisi pascabanjir di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, kian sulit, manajemen Universitas Syiah Kuala (USK), Aceh meliburkan sementara kegiatan perkuliahan. Kuliah diliburkan hingga situasi kembali kondusif. Itu karena banyak keluarga mahasiswa, dosen, dan keluarga dosen juga ikut terdampak banjir.
Apalagi USK ikut ambil bagian dalam rangka membantu para korban banjir dari lokasi yang masih sangat kritis.
"Universitas Syiah Kuala memutuskan untuk meliburkan kegiatan perkuliahan selama masa tanggap bencana, yang berlaku mulai tanggal 1 hingga 13 Desember 2025 dan masuk kembali tanggal 15 Desember 2025," demikian antara lain disampaikan, Rektor Universitas Syiah Kuala, Aceh, Profesor Marwan, melalui Media Indonesia, Kamis (4/12).
Dikatakan Marwan, keputusan meliburkan kegiatan pembelajaran selama status keadaan tanggap darurat bencana hidrometeorologi Aceh itu merupakan bentuk respons USK terhadap kondisi bencana yang terjadi saat ini khususnya Provinsi Aceh.
Menurut Rektor, ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan USK dalam mengambil keputusan libur kuliah ini. Di antaranya adalah merujuk Surat Keputusan Gubernur Aceh Nomor 100.3.3/1416/2025 tentang penetapan Status Keadaan Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi di Aceh Tahun 2025.
Lalu USK juga mempertimbangkan keadaan listrik yang belum normal, dan memberikan kesempatan bagi mahasiswa terdampak untuk membantu keluarga dan masyarakat di sekitarnya.
“Keputusan ini sudah kita pertimbangkan secara matang. Kita memahami saat ini kondisinya memang sulit, sehingga kegiatan pembelajaran menjadi kurang optimal," kata Rektor Marwan.
Selain itu, Rektor berharap masa libur kuliah ini benar-benar dimanfaatkan dengan baik bagi mahasiswa USK. Misalnya, untuk membantu keluarga mereka yang terdampak bencana di daerah, maupun membantu masyarakat yang terdampak lainnya.
Sebelumnya, USK sudah mengirimkan Tim Tanggap Bencana pada tanggal 28 November 2025 lalu. Tim ini telah menuju lokasi bencana yang berada di Kabupaten Pidie Jaya dan Bireuen. Adapun Tim ini terdiri dari 10 dokter, 12 perawat, dan 4 orang Tanggap Bencana.
Pada tahap awal, kehadiran tim ini ke lokasi bencana adalah untuk memberikan bantuan sembako, membantu layanan Kesehatan di RSUD serta melakukan asesmen awal. Hasil asesmen tersebut akan menjadi dasar langkah-langkah mitigasi yang akan ditempuh USK berikutnya.
“Mari kita berdoa semoga bencana ini segera usai. USK akan terus memantau perkembangan di lapangan, serta berupaya semaksimal mungkin membantu masyarakat," tambahnya. (MR/E-4)
Faktor ekonomi menjadi pertimbangan utama bagi para penyintas. Harga yang sangat terjangkau membuat kios ini menjadi primadona bagi warga yang sedang merintis kembali hidupnya.
PENYINTAS banjir bandang di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, masih belum baik-baik saja.
CITI Foundation berkolaborasi dengan Save the Children Indonesia untuk memberikan respons kemanusiaan menyeluruh bagi anak-anak dan keluarga terdampak banjir di wilayah Sumatra Utara.
WARGA korban banjir di kawasan Provinsi Aceh hingga kini masih harus menjalani hari-hari yang berat.
HINGGA hari ke-3 Ramadan, ratusan ribu penyintas banjir Sumatra masih menjalan hari-hari di atas lumpus dan di balik tumpukan kayu gelondongan yang terbawa air bah kala itu.
SUASANA malam di Kecamatan Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, mendadak berubah mencekam.
Universitas Syiah Kuala (USK) Aceh, kini menyalurkan Rp158.900.000 dana zakat kepada 227 orang mustahik (orang yang berhak menerima) karyawan kontrak di lingkungan unit kerja kampus.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Prof Mustanir mengatakan, kuliah terakhir di kampus negeri terbesar di Serambi Mekkah itu pada Sabtu 14 Maret 2026.
Tahun 2024 Study Abroad Aide menempatkan USK tersebut di tangga 22 persen kampus terbaik dunia kategori universitas tujuan mahasiswa internasional.
820.000 ternak kerbau, sapi, kambing dan unggas mati atau hilang terbawa arus banjir. Kemudian 58 rumah potong hewan rusak, 2.300 alat mesin pertanian hilang.
LIMA mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK) berhasil prestasi gemilang di panggung dunia.
LIMA mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK) berhasil meraih prestasi gemilang di panggung dunia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved