Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Ketua DPD RI: Prioritaskan Penanganan Korban dan Audit Lingkungan Pascabencana Sumatra

Akmal Fauzi
04/12/2025 15:27
Ketua DPD RI: Prioritaskan Penanganan Korban dan Audit Lingkungan Pascabencana Sumatra
Ketua DPD RI Sultan Najamudin(DPD RI)

KETUA DPD RI, Sultan Baktiar Najamudin, meminta pemerintah untuk fokus pada percepatan penanganan korban bencana banjir dan tanah longsor di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh.

“Setiap korban jiwa bukan sekadar angka statistik. Ini adalah darurat kemanusiaan, dan negara harus hadir sepenuhnya. Karena skala bencana sudah melampaui kapasitas kemampuan provinsi,” kata Sultan dalam keterangannya, Kamis (4/12)

Sultan Baktiar Najamudin menekankan, bahwa yang dibutuhkan sekarang adalah kecepatan evakuasi, kecepatan pembukaan akses, kecepatan distribusi logistik serta penanganan kesehatan.

Sultan merujuk data BNPB pada Kamis (4/12) pagi hari. Tercatat 780 korban meninggal dan 564 orang hilang. Dan, ada ratusan ribu pengungsi yang kondisinya memprihatinkan. Menurutnya, skala dampak ini menunjukkan bahwa penanganan pemerintah harus dilakukan dengan kekuatan nasional tanpa menunggu perdebatan status bencana. 

“Utamakan penangan pada para korban bencana. Negara harus hadir dan penuh empati. Menjaga nyawa manusia adalah prioritas utama. Menolong yang hidup, menemukan yang hilang, dan mencegah korban tambahan setelah proses evakuasi,” jelas Sultan.

Lebih jauh, mantan Wagub Bengkulu ini menegaskan bahwa bencana banjir dan longsor di tiga provinsi ini, adalah krisis ekologis, bukan sekadar bencana alam. Karena itu Sultan mendesak pemerintah untuk segera audit total, sekaligus evaluasi dalam tata kelola lingkungan.

Ia tidak menampik, bahwa ada curah hujan ekstrem akibat Siklon Tropis Senyar di Pulau Sumatera bagian utara. Tetapi, jika ekosistem dan ekologi di hulu DAS Batang Toru kondisinya tidak rusak, ceritanya tidak seperti ini. Aktivitas ekstraktif, pembukaan lahan, dan pelanggaran tata ruang itulah faktor yang membuat wilayah hilir tidak mampu menahan volume air besar. 

Adapun audit total yang dimaksud DPD RI, kata Sultan, audit lingkungan, audit tambang, dan audit tata ruang secara menyeluruh. Ia menegaskan bahwa seluruh hasil audit harus dibuka kepada publik sebagai bentuk akuntabilitas dan pemenuhan hak masyarakat mendapatkan informasi.

Penerima Bintang Republik Indonesia Utama ini menjelaskan bahwa bencana ini juga tidak terlepas dari aktivitas sosial ekonomi yang tidak seimbang, yang disebut Presiden Prabowo Subianto sebagai "serakahnomics".

“Kita harus jujur bahwa ada campur tangan manusia yang mengganggu keseimbangan alam. Ketika hulu rusak, hilir pasti menjadi korban,” ujar Sultan

Sultan mengapresiasi keputusan Presiden Prabowo Subianto membentuk Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) di bawah koordinasi Menteri Pertahanan. Menurutnya, langkah ini menunjukkan bahwa ekosistem hutan merupakan bagian dari agenda pertahanan nasional yang strategis.

DPD RI tidak ingin mendorong saling menyalahkan apalagi mencari kambing hitam, namun Sultan menegaskan perlunya efek jera bagi pelaku perusakan lingkungan. "Saya menilai pengawasan dan penegakan hukum yang lemah selama bertahun-tahun harus dikoreksi lewat tindakan tegas terhadap pelaku perusakan lingkungan," tegas pria yang pernah menjabat sebagai Ketua HIPMI Bengkulu ini.

Sultan memastikan DPD RI akan mengawal proses pemulihan di tiga provinsi terdampak, termasuk harmonisasi tata ruang antarwilayah serta percepatan pemulihan ekonomi warga. Ia menegaskan komitmen DPD untuk mengawasi implementasi kebijakan secara langsung di lapangan.

"Sekali lagi, DPD RI meminta percepatan evakuasi, logistik, akses jalan, layanan kesehatan, serta pemulihan warga, karena skala bencana telah melampaui kapasitas daerah," ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Sultan mendorong paradigma Green Democracy sebagai arah baru pembangunan nasional. "Keputusan politik harus berpihak pada keselamatan rakyat dan keberlanjutan alam, karena bumi tidak bisa membela dirinya sendiri," kata Sultan. (P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya