Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Bantuan Rusak di Lokasi Bencana, TNI-Polri Evaluasi Metode Pengiriman Airdrop

M Ilham Ramadhan Avisena
03/12/2025 16:55
Bantuan Rusak di Lokasi Bencana, TNI-Polri Evaluasi Metode Pengiriman Airdrop
Personel Kodam Iskandar Muda, Aceh, menyalurkan bantuan via Helikopter.(Antara)

TNI dan Polri melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme pengiriman bantuan lewat udara atau airdrop setelah sejumlah logistik diketahui rusak saat didistribusikan ke wilayah terdampak bencana Sumatra.

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menjelaskan, metode airdrop digunakan karena sejumlah lokasi tidak memungkinkan untuk dijangkau lewat jalur darat.

"Untuk wilayah yang tidak bisa dijangkau oleh darat, TNI sudah melaksanakan pengiriman lewat udara, yaitu menggunakan sistem airdrop," ujarnya dalam konferensi pers di Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (3/12). 

Dia menuturkan, saat ini bantuan dijatuhkan dari pesawat dalam boks khusus yang dilengkapi baling-baling maupun payung udara agar tetap aman ketika menyentuh tanah. Pengiriman menggunakan pesawat Hercules C-130 dan CN telah dilakukan di Aceh Tamiang dan kembali dijadwalkan untuk wilayah lain yang terisolasi.

Agus menuturkan, keamanan personel serta alutsista menjadi pertimbangan utama dalam setiap operasi. Ia mengingatkan kejadian di Padang, di mana tiga anggota TNI meninggal dunia saat membantu penanganan bencana. "Saya tekankan kepada para juri TNI untuk tetap menjaga keamanan personel dan alutsista," kata dia. 

Ia juga memaparkan insiden ketika helikopter tidak dapat mendarat karena adanya kabel yang membahayakan. "Pada saat kemarin Heli mau mendarat, di situ ada kabel, sehingga dibutuhkan oleh pilot, barang itu tetap di-drop, walaupun mungkin ada beberapa beras yang tercecer," jelasnya.

Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Maruli Simanjuntak juga menyatakan, kondisi medan sering kali tidak memungkinkan pendaratan. Karenanya, ia memastikan evaluasi langsung dilakukan setelah ditemukan sejumlah paket yang pecah.

"Heli itu tidak bisa mendarat dimanapun. Jadi landasannya harus siap. Jika pada kondisi bantuan harus diberikan, kita coba untuk dilempar," ucapnya.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menambahkan, Polri bersama TNI telah menyesuaikan teknik pengemasan hingga ketinggian pelepasan bantuan. "Dilakukan evaluasi dengan memberikan sealing atau kemudian membungkus dengan lebih kuat dan tingkat ketinggiannya kita aturkan untuk supaya logistik yang disalurkan lewat air drop tetap terjaga," pungkasnya. (P-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya