Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Peringati Hari Disabilitas Internasional, Puluhan Anak SLB di Tasikmalaya Dilatih Menjadi Juru Masak

Kristiadi
03/12/2025 22:50
Peringati Hari Disabilitas Internasional, Puluhan Anak SLB di Tasikmalaya Dilatih Menjadi Juru Masak
Ilustrasi(Dok Istimewa)

PERINGATI Hari Disabilitas Internasional, anak berkebutuhan khusus dari berbagai Sekolah Luar Biasa (SLB) Kota Tasikmalaya antusias memakai pakaian chef beret putih mendadak menjadi juru masak. Kegiatan tersebut, diisi Forum Group Discussion (FGD) dan sekaligus melakukan pelatihan memasak nasi goreng dilakukan di Hotel Horison.

Paguyuban Pegiat Disabilitas Tasikmalaya berinisiatif dalam Peringati Hari Disabilitas Internasional melakukan kegiatan kelas memasak dan kolaborasi dengan Hotel Horison memiliki peran dalam sektor perhotelan. Peringatan Hari Disabilitas di Kota Tasikmalaya tersebut, memiliki peran aktif dalam menciptakan ruang inklusif dan kesempatan belajar bagi para penyandang disabilitas.

Chief Eksekutif Hotel Horison Tasikmalaya, Arie Syahrizal mengatakan, peringatan hari disabilitas internasional yang dilakukannya mengapresiasi adanya kolaborasi bersama Paguyuban Pegiat Disabilitas Tasikmalaya. Karena, kegiatan kuliner ini bukan hanya tentang belajar memasak, tapi membangun kemandirian untuk mengadakan cooking class sebagai bentuk motivasi pada kaum disabilitas. 

"Kami apresiasi dan antusias mendukung kesetaraan pemberdayaan difabel dalam peringatan Hari Disabilitas Internasional. Karena, industri kuliner dan perhotelan memiliki banyak ruang bisa diakses difabel dalam pelatihan memasak karena dunia kerja makin mengedepankan prinsip inklusi dan mempunyai tanggung jawab moral menciptakan kesempatan lebih merata," katanya, Rabu (3/12/2025).

Ketua Paguyuban Pegiat Disabilitas Tasikmalaya (Papeditas) Tata Tajudin mengatakan, peringati hari disabilitas yang dilakukan di daerahnya berinisiatif dalam membuka kegiatan kelas memasak bagi anak berkebutuhan khusus dari berbagai Sekolah Luar Biasa (SLB). Karena, langkah tersebut penting bagi masa depan mereka supaya mereka lebih mandiri terutamanya dalam memasak berbagai macam.

"Kami berharap kelas memasak bagi SLB di Kota Tasikmalaya menjadi contoh bagi perusahaan lain agar terlibat dalam pemberdayaan kaum disabilitas. Karena, faktanya cukup memprihatinkan apalagi jumlah penyandang disabilitas pada tahun kelulusan 2025 tercatat 75 lulusan dari 7 SLB dan satu orang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, tapi bagi sebagian besar belum bekerja," ujarnya.

Sementara, Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candranegara mengatakan, pihaknya mengapresiasi program yang dilakukan oleh komunitas dan pihak hotel melakukan kegiatan kelas memasak tanpa memakai anggaran pemerintah daerah dan menjadi juru masak penting untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap disabilitas. Namun, ke depan berharap Dinas Tenaga Kerja maupun Dinas Sosial rutin menggelar pelatihan sesuai dengan kebutuhan anak disabilitas.

"Kami mendorong penguatan program pemberdayaan termasuk pelatihan kerja, pemagangan, perluasan akses pendidikan bagi difabel. Karena, pola asuh anak memiliki perlindungan hukum, hak-hak penyandang disabilitas, orangtua difabel, guru, relawan, masyarakat supaya lebih memahami kebutuhan khusus anak serta aspek legal dan kini dunia kuliner terbukti menjadi salah satu sektor paling terbuka," pungkasnya. (H-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya