Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Waspada Bencana Hidrometeorologi, Cuaca Ekstrem Berpotensi di 18 Daerah di Jawa Tengah Selasa 2 Desember

Akhmad Safuan
02/12/2025 10:13
Waspada Bencana Hidrometeorologi, Cuaca Ekstrem Berpotensi di 18 Daerah di Jawa Tengah Selasa 2 Desember
Gunung Slamet terlihat cerah dan berawan pada Selasa (2/12) pagi.(MI/AKHMAD SAFUAN)

CUACA ekstrem yakni hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir kembali berpotensi di 18 daerah di Jawa Tengah Selasa (18/12), meskipun air laut pasang (rob) di perairan utara menurun, namun warga tetap diminta waspada terhadap bencana hidrometeorologi.

Pada pagi cuaca di Jawa Tengah pada umumnya cerah berawan dan berawan, memasuki siang, sore hingga awal malam hujan ringan-sedang berpeluang mengguyur secara merata dengan waktu bervariasi, bahkan di sebagian besar daerah berpotensi cuaca ekstrem sehingga diminta warga waspada bencana hidrometeorologi seperti longsor, banjir dan angin puting beliung.

Meskipun air laut pasang (rob) menurun dibandingkan sebelumnya, namun hujan ringan-sedang bahkan disertai petir dan angin kencang juga terjadi di perairan dengan gelombang di perairan utara dengan ketinggian 0,5-1,25 meter dan di perairan selatan Jawa Tengah mencapai 1,25-2,5 meter.

""Waspadai bencana hidrometeorologi, karena cuaca ekstrem masih berpotensi di 18 daerah di Jawa Tengah terutama di kawasan pegunungan dan dataran tinggi," kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Arif N Selasa (2/12).

Daerah berpotensi terjadi cuaca ekstrem di Jawa Tengah, menurut Arif, yakni Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Karanganyar, Sragen, Kudus, Ungaran, Temanggung, Kajen, Slawi, Magelang, Salatiga, Bumiayu, Majenang dan Ambarawa. 

Sedangkan daerah lainnya di Jawa Tengah diguyur hujan ringan-sedang, ungkap Arif, dengan angin bertiup dari arah barat ke utara dengan kecepatan 10-30 kilometer per jam, ungkap Arif, suhu udara berkisar 18-32 derajat celcius dan kelembaban udara berkisar 60-95 persen.

Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang Shafira Tsanyfadhila mengatakan rob di perairan utara Jawa Tengah sebelumnya mencapai 1 meter menurun menjadi 0,9 meter berlangsung pukul 01.00-06.00 WIB, namun untuk sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah tetap diwaspadai banjir di perairan utara karena curah hujan tinggi di daerah hulu sungai.

Ketinggian gelombang di perairan Jawa Tengah, lanjut Shafira Tsanyfadhila, terhitung sedang, namun kondisi cuaca dengan intensitas hujan ringan-sedang, juga disertai angin kencang dan kilatan petir, diminta warga beraktifitas di perairan tersebut untuk waspada karena berisiko terhadap pelayaran terutama saat kecepatan angin diatas 15 knot. (H-2)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya