Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Banjir Grobogan Rendam Jalur KA Karangjati-Gubug, 8 Perjalanan Terganggu

Akhmad Safuan
03/4/2026 15:41
Banjir Grobogan Rendam Jalur KA Karangjati-Gubug, 8 Perjalanan Terganggu
Jalur kereta api yang terdampak banjir Grobogan.(Dok. MI)

BANJIR kembali melanda Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, pada Jumat (3/4). Akibat luapan sejumlah sungai setelah hujan lebat, sebanyak 12 desa di empat kecamatan terendam air. Tidak hanya pemukiman, banjir Grobogan juga menggenangi jalur kereta api (KA) yang menyebabkan operasional perjalanan terganggu.

Berdasarkan pemantauan sejak Jumat dini hari, banjir merendam jalur hilir antara Stasiun Karangjati dan Stasiun Gubug, tepatnya di KM 32+7/8. Ketinggian air di rel mencapai 25 sentimeter, sehingga pihak PT KAI terpaksa melakukan rekayasa pola operasi demi keselamatan penumpang.

Dampak pada Perjalanan Kereta Api

Manajer Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengonfirmasi bahwa jalur hilir dinyatakan tidak aman untuk dilewati sementara waktu. Sejak pukul 01.40 WIB, KAI memberlakukan penggunaan satu jalur secara bergantian.

"Sampai pukul 05.00 WIB, terdapat delapan perjalanan KA yang terganggu dengan keterlambatan sekitar 10-15 menit karena harus mengantre melintas. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan ini," ujar Luqman Arif.

Berikut adalah daftar kereta api yang terdampak gangguan tersebut:

  1. KA Kertajaya
  2. KA Darmawangsa
  3. KA Gumarang
  4. KA Jayabaya
  5. KA Harina
  6. KA Argo Anjasmoro
  7. KA Barang tujuan Jakarta
  8. KA Barang tujuan Surabaya

KAI terus melakukan pemantauan intensif dan koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan jalur kembali normal secepat mungkin.

Kondisi Pemukiman dan Jalan Raya

Selain sektor transportasi rel, banjir juga melumpuhkan aktivitas warga. Operator Pusat Pengendalian Operasional BPBD Grobogan, Muhaimin, menyebutkan bahwa hujan lebat pada Kamis (2/4) sore hingga malam memicu luapan sungai sejak pukul 20.00 WIB.

"Hingga pagi ini, banjir merendam 12 desa di 4 kecamatan dengan ketinggian air antara 20 hingga 50 sentimeter. Sejauh ini belum ada gelombang pengungsian besar seperti banjir sebelumnya," jelas Muhaimin.

Warga Gubug, Suharno, menceritakan kepanikan warga saat air mulai masuk ke dalam rumah pada malam hari. "Air masuk ke rumah setinggi 20-30 sentimeter, warga sempat panik karena datangnya cukup cepat," katanya.

Selain merendam rumah, akses jalan raya Semarang-Purwodadi juga dilaporkan tergenang, yang mengakibatkan arus lalu lintas kendaraan bermotor mengalami hambatan cukup serius. Petugas BPBD dan instansi terkait masih bersiaga di lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan kenaikan debit air jika hujan kembali turun. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya