Headline

Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.

Ribuan Hektare Sawah di Grobogan Terendam Banjir, Petani Menunggu Kepastian Klaim Asuransi

Haryanto Mega
17/2/2026 23:34
Ribuan Hektare Sawah di Grobogan Terendam Banjir, Petani Menunggu Kepastian Klaim Asuransi
Sawah yang terendam banjir Grobogan.(Dok. Pemda Grobogan)

SEBANYAK 1.842 hektare lahan pertanian di Kabupaten Grobogan terendam banjir akibat cuaca ekstrem yang terjadi pada Senin (16/2/2026). Data petani korban banjir Grobogan itu masih bersifat sementara dan akan diverifikasi lebih lanjut di lapangan.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) menyiapkan langkah pendampingan bagi petani terdampak untuk mengajukan klaim Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) jika terbukti mengalami gagal panen (puso).

Kepala Distanak Jateng, Defransisco Dasilva Tavares, mengatakan petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) akan melakukan pengecekan tingkat kerusakan tanaman sebelum menetapkan status puso.

“Petugas akan memastikan di lapangan apakah benar terjadi gagal panen, karena dalam kondisi terendam cukup sulit mendeteksi tingkat kerusakan,” ujarnya usai mendampingi Gubernur Jateng meninjau lokasi banjir, Selasa (17/2/2026).

Jika hasil verifikasi menyatakan puso, laporan akan diteruskan ke PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) sebagai penanggung jawab program AUTP.
Fransisco menjelaskan, batas waktu pelaporan klaim maksimal satu pekan sejak kejadian. Petani diminta segera mendokumentasikan kondisi lahan dan melapor melalui pesan singkat atau WhatsApp sebelum petugas melakukan pengecekan.

Ia mengakui belum seluruh petani terdaftar dalam program AUTP. Karena itu, pihaknya terus mendorong petani, khususnya di wilayah rawan bencana, agar segera mendaftarkan lahan melalui penyuluh pertanian.

Di tengah ancaman cuaca ekstrem, Pemprov Jateng tetap optimistis mencapai target swasembada pangan 2026. Tahun lalu, luas gagal panen di Jateng sempat mencapai 35 ribu hektare, namun tidak berdampak signifikan terhadap produksi.

Pada 2025, Jawa Tengah tercatat sebagai penyumbang produksi padi terbesar ketiga secara nasional dengan capaian sekitar 9,3 juta ton gabah kering giling. Pemerintah optimistis angka tersebut dapat ditingkatkan pada 2026. (H-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik