Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
AKIBAT diguyur hujan lebat pada Minggu (4/1) malam, banjir dengan ketinggian 10-80 sentimeter merendam sejumlah desa di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Senin (5/1). Selain mengganggu aktivitas warga, banjir membuat sejumlah ruas jalan terputus.
Pemantauan Media Indonesia, Senin (5/1) hingga siang sejumlah desa di beberapa kecamatan di Kabupaten Grobogan masih terendam banjir. Bahkan akibat hujan deras disertai angin kencang pada Minggu (4/1) malam, sejumlah pohon tumbang hingga menghalangi jalan penghubung antarwilayah di daerah ini dan ruas jalur Semarang-Purwodadi.
Banjir di Kecamatan Klambu dengan ketinggian 30-50 sentimeter merendam ratusan rumah warga di Desa Klambu dan Desa Penganten. Sedangkan banjir 50-80 sentimeter di Kecamatan Karangrayung terjadi setelah Sungai Cengklik meluap merendam Desa Karangsono dan merendam jalan penghubung Desa Karangsono–Karangrowo-Desa Suru (Kecamatan Geyer).
Demikian juga di Kecamatan Toroh, banjir setinggi 30-50 sentimeter merendam Desa Katong hingga mengakibatkan sekolahan diliburkan karena air masuk ke dalam kelas. Lalu meluapnya Sungai Serang menutup jalan penghubung Desa Katong (Kecamatan Toroh) menuju Desa Sedadi (Kecamatan Penawangan),
"Selain banjir merendam sejumlah kawasan di daerah ini, pohon tumbang terjadi di Desa Jatilor dan Desa Ketitang, Kecamatan Godong menutup ruas jalan Purwodadi–Semarang," kata kata Kepala BPBD Grobogan Wahyu Tri Dharmawanto.
Wahyu menyebut, pihaknya bersama sejumlah instansi terkait hingga kini masih melakukan pemantauan terhadap kawasan yang terlanda banjir. Sejauh ini belum sampai tindakan evakuasi. "Untuk pohon tumbang menutup jalan hingga mengganggu lalu lintas sudah kita singkirkan," tambahnya.
Sementara itu menghadapi intensitas hujan yang tinggi, Pemerintah Kota Semarang kembali melakukan kesiagaan terhadap bencana banjir dengan menyiagakan 220 pompa air, baik itu berada di rumah pompa maupun portabel yang diposisikan di sejumlah kawasan langganan banjir.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan bahwa ratusan pompa air tersebut ditempatkan di seluruh titik rawan yakni 119 merupakan pompa tetap dan 101 pompa portabel, termasuk penambahan pompa baru di Tawang Mas dan Peterongan. "Belajar pengalaman tahun lalu, sekarang kita siaga penuh," imbuhnya.
Selain itu, menurut Agustina Wilujeng Pramestuti, menghadapi banjir di Kawasan Kaligawe, telah dilakukan pelebaran empat kali lipat outlet yang ada, yakni dari sebelumnya 10 meter menjadi 40 meter sehingga diharapkan dapat mengalirkan air secara optimal dan mencegah terulangnya genangan parah.
"Kita juga melakukan pemutakhiran sistem polder, dengan mengeruk dan memperdalam puluhan 'umpung-umpung' (waduk mini) di kawasan Mijen," ujar Agustina Wilujeng Pramestuti.
Tidak hanya masalah teknis, lanjut Agustina Wilujeng Pramestuti, koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), BPJN, Kodim dan instansi terkait lainnya terus dilakukan untuk memastikan respons yang terintegrasi dan cepat, juga mengajak warga Kota Semarang untuk menjadi mitra aktif dalam upaya pencegahan banjir. (AS/E-4)
BANJIR di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, yang semakin luas dan meninggi merendam 2.263 rumah dan 285 hektare sawah di 28 desa di 14 kecamatan.
Sebanyak 110 keluarga merupakan warga Desa Tanggirejo, Kecamatan Tegowanu diungsikan.
Hingga Rabu, (21/5) para korban banjir Grobogan telah lima hari menginap di pengungsian. Mereka mengungsi di Gedung Olahraga (GOR) GOR Tanggirejo.
Warga korban banjir mulai terserang sejumlah penyakit seperti demam, diare, gatal-gatal, batuk, pilek dan flu akibat terlalu lama berkubang dengan air.
PENANGANAN bencana banjir di Kabupaten Demak dan Grobogan masih terus dilakukan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved