Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Pertamina Patra Niaga Percepat Pasokan LPG ke Lokasi Bencana

Naufal Zuhdi
30/11/2025 21:27
Pertamina Patra Niaga Percepat Pasokan LPG ke Lokasi Bencana
PT Pertamina mengoperasikan 54 Stasiun Pengisian Bulk LPG (SPBE) dan 556 Agen LPG di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.(Dok. Pertamina Patra Niaga)

PT Pertamina mengoperasikan 54 Stasiun Pengisian Bulk LPG (SPBE) dan 556 Agen LPG di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.  Bencana banjir wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat sejak beberapa hari terakhir menyebabkan gangguan akses jalan akibat banjir dan longsor, sehingga turut berdampak pada distribusi energi. 

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun menyampaikan, Pertamina akan terus mengusahakan pemenuhan kebutuhan energi untuk masyarakat di wilayah terdampak bencana, salah satunya LPG.

"Pertamina Patra Niaga bersama Pertamina Group bergerak bersama seluruh pemangku kepentingan untuk mempercepat pemulihan dan menjamin suplai energi tetap tersedia bagi masyarakat. Di tengah kondisi yang penuh tantangan ini, kami berusaha mengupayakan distribusi LPG berjalan seoptimal mungkin," ujar Roberth dikutip dari siaran pers yang diterima, Minggu (30/11).

Roberth menambahkan dari total 71 SPBE di wilayah terdampak, Pertamina dapat mempertahankan operasional dan di sebagian besar SPBE tetap beroperasi. 

Salah satu SPPBE yang beroperasi adalah SPPBE Gn Sitoli. Di SPPBE itu  telah dikirimkan lebih dari 12 ribu tabung elpiji 3 kilogram ke berbagai wilayah sekitar Nias, mulai dari Nias Selatan, Nias Utara, Nias Barat, Kota Gunungsitoli, hingga Nias Induk pada Sabtu (29/11). Pada hari sebelumnya, yakni Jumat (28/11), realisasi penyaluran elpiji 3 kilogram mencapai 11.760 tabung. 

Sementara itu, sebanyak 565 Agen LPG tersebar di wilayah-wilayah terdampak, yakni 39 Agen LPG di wilayah Aceh, 368 agen di Sumatra Utara, dan 149 Agen di Sumatra Barat tetap dapat melayani masyarakat.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Fahrougi Andriani Sumampouw menjelaskan, kondisi geografis dan cuaca ekstrem menjadi tantangan utama distribusi.

Menurutnya, terdapat beberapa hambatan yang memengaruhi kelancaran suplai LPG, seperti jalan nasional dan provinsi yang terputus di titik-titik vital, longsor aktif yang menghalangi mobil tangki dan armada agen, banjir yang masih menutup jalur lintas timur dan barat, hingga jembatan yang mengalami penurunan struktur sehingga hanya dapat dilalui kendaraan kecil.

Fahrougi menegaskan Pertamina terus meningkatkan langkah mitigasi untuk mengupayakan penyaluran energi tetap berjalan. 

"Pertamina melakukan koordinasi intensif dengan Pemda, BPBD, dan instansi terkait untuk percepatan pembukaan akses. Pemantauan kami lakukan 24 jam melalui Satgas demi memastikan titik-titik kritis tetap terlayani," tegasnya.

Pertamina juga terus mengupayakan percepatan mobilisasi armada, pengalihan suplai dari terminal yang aman, dan dukungan logistik lapangan untuk memastikan kebutuhan LPG masyarakat tetap terpenuhi selama masa darurat.

Sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, Pertamina berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina. (Fal/E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Mirza
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik