Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

29 Orang Meninggal akibat Galodo di Palembayan

Yose Hendra
28/11/2025 20:38
29 Orang Meninggal akibat Galodo di Palembayan
Bencana tanah longsor yang membentuk banjir bandang (galodo) yang melanda Nagari Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, pada Kamis (27/11/2025) mengakibatkan 29 orang meninggal dunia.(Dok BPBD Kabupaten Agam)

BENCANA tanah longsor yang membentuk banjir bandang (galodo) di Nagari Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, pada Kamis (27/11) mengakibatkan 29 orang meninggal dunia. 

"Dari jumlah tersebut, 21 korban telah teridentifikasi, sementara delapan lainnya masih dalam proses identifikasi oleh tim gabungan," jelas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam, Rahmad Lasmono, Jumat (28/11).

Longsor terjadi pada Kamis (27/11) dini hari dan sempat menutup total akses jalan, membuat kendaraan tidak dapat melewati jalur utama nagari tersebut. Warga bersama aparat nagari kemudian melakukan pembersihan material secara gotong royong.

"Akses jalan sudah kembali bisa dilewati kendaraan sejak pukul 14.25 WIB, setelah material berhasil dibersihkan masyarakat,” ujar Rahmad.

Di lokasi berbeda, tanah longsor juga terjadi di Jorong Sungai Taleh, Nagari Baringin, Kecamatan Palembayan, pada Selasa (25/11). Material longsor menutup ruas jalan sehingga kendaraan roda dua dan roda empat tidak dapat melintas.

“Penanganan masih berlangsung dengan menggunakan alat berat dari PU Provinsi Sumbar,” kata Rahmad.

Sementara itu, di wilayah Nagari Salareh Aia, banjir bandang pada Kamis (27/11) pukul 18.00 WIB turut memperparah kondisi. Derasnya arus membawa material kayu dan lumpur yang merusak rumah warga serta fasilitas umum. Proses evakuasi di lokasi ini masih berlangsung dan diperkirakan banyak korban belum ditemukan.

“Data sementara, sudah ditemukan 11 korban jiwa. Namun masih banyak warga yang belum berhasil dievakuasi. Kami sangat membutuhkan tambahan tenaga medis di lapangan serta personel untuk evakuasi,” ujar Rahmad Lasmono.

Menurut Rahmad, kebutuhan mendesak di lokasi bencana mencakup alat berat, tenaga medis, personel SAR, logistik (termasuk makanan siap saji), obat-obatan, pakaian, selimut, serta ambulans atau kendaraan operasional.

Ia menegaskan bahwa BPBD Agam telah mengoordinasikan penanganan dengan instansi terkait dan mengimbau masyarakat agar tetap waspada mengingat curah hujan tinggi masih berpotensi memicu longsor susulan. (YH/E-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya