Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PASCAHUJAN lebat yang tak kunjung berhenti beberapa hari ini diwilayah Tanah Datar dan sekitarnya, berakibat sungai meluap dan banjir bandang yang menghanyutkan rumah warga. Selain itu banjir juga mengakibatkan Nagari Padang Laweh dan Guguak Malalo terisolir sehingga masyarakat terdampak diungsikan melalui Danau Singkarak.
Bupati Tanah Datar Eka Putra menyampaikan masyarakat tetap tenang dan waspada, meningat curah hujan yang masih tinggi. Kamis (27/11) di Tanjung Mutiara Nagari Batu Taba Kecamatan Batipuh Selatan.
Dengan menggunakan boat Bupati Eka Putra dan rombongan, menyusul Ketua PMI Lise Eka putra ikut menyusuri Danau Singkarak menemui warga yang terisolir di Nagari Padang Laweh Malalo sembari ikut mengevakuasi warga dan melihat langsung kondisi dua nagari yang tertimpa musibah tersebut
Bupati Eka Putra juga berharap masyarakat yang terisolir dan berada ditempat rawan mau diungsikan ketempat yang lebih aman di Tanjung Mutiara Nagari Batu Taba Kecamatan Batipuh Selatan dan daerah sekitarnya.
Untuk antisipasi dampak lebih meluas dan keselamatan warga tempat pengungsian disediakan di Nagari Batu Taba. Saat ini sudah diungsikan sebahagian warga yang terisolir dan terdampak banjir bandang ini ke nagari Batu Taba melalui jalur Danau Singkarak dengan boat.
Usai meninjau lokasi banjir bandang di Kecamatan Batipuh Selatan itu Bupati Eka Putra, Wakil Bupati Ahmad Fadly, Sekretaris Daerah Abdurrahman Hadi, Staf Ahli Bupati, Asisten dan kepala OPD langsung rapat evaluasi untuk langkah-langkah dan tindakan yang cepat untuk mengantisipasi dampak meluas mengingat curah hujan masih tinggi.
Bupati instruksikan semua unsur yang terlibat melaksanakan tugas dan peran masing-masing dan juga tetap waspada dan jaga diri. Bupati juga minta agar kebutuhan pengungsi jangan sampai terabaikan, mulai dari logistik, obat-obatan, selimut dan kebutuhan lain yang mendesak.
Dari informasi Camat Batipuh Selatan, sampaikan data tentatif sementara Jumlah pengungsi yang tiba di Jorong Tanjuang Mutiara hari kemaren sebanyak 125 jiwa, 60 jiwa dijemput dan dibawa ke rumah keluarga. Sebanyak 65 jiwa mengungsi tersebar di Jorong Tanjung Mutiara di Masjid Taqwa, Rumah Relawan Warga dan TPA.
Info sementara kerusakan dari galodo ini di Nagari Padang Laweh Malalo 10 unit rumah (RB), jembatan 1 unit (RR), Rumah Ibadah 1 unit (RR), jumlah pengungsi 1.043 jiwa. Di Nagari Sumpur rumah hanyut 11 unit, RB 9 unit, RS 10 unit, RR 5 unit, jembatan RB 1 unit, sekolah 1 unit, rumah ibadah 1 unit, irigasi 1 unit, hand tractor 4 unit dan jumlah pengungsi 331 jiwa.
Di Nagari Guguak Malalo rumah 9 unit (RB), 6 unit (RS), jembatan 3 unit putus total, 1 unit (RB), sekolah 1 unit, rumah ibadah 2 unit, irigasi 8 unit dan pengungsi 1.300 jiwa.
Hingga berita ini diturunkan, data masih tentatif dan pemerintah daerah masih terus melakukan pendataan warga, lahan pertanian yang hancur dan evaluasi dampak yang ditimbulkan serta perkembangan terkini terkait kebencanaan ini. (YH/E-4)
Kepala BNPB memastikan setiap kepala keluarga yang kehilangan rumah akan memperoleh satu unit hunian, meski sebelumnya tinggal bersama dalam satu rumah.
Perusahaan pertambangan didorong untuk mengadopsi standar internasional yang memiliki kriteria lebih ketat guna meminimalkan risiko kerusakan lingkungan, termasuk potensi bencana.
ANGGOTA Komisi XII DPR RI Fraksi PKS, Ateng Sutisna, mendukung langkah Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) yang menggugat enam perusahaan besar atas dugaan keterlibatan bencana banjir Sumatra
Tidak ada lagi seragam sekolah yang tersisa di Jamat. Siswa mengenakan pakaian warna-warni seadanya hasil pemberian donatur.
PERAN dunia usaha dalam penanganan bencana semakin terlihat melalui kolaborasi lintas sektor yang mengedepankan kecepatan distribusi dan skala bantuan.
Pascabanjir Batang Toru, warga Desa Garoga berharap pemulihan lahan pertanian. Simak kisah haru para pengungsi yang menanti hari ceria di tengah lumpur.
BANJIR lumpur dan galodo yang kembali melanda sejumlah kawasan di Kota Padang, Sumatra Barat, tidak mengalihkan perhatian warga pesisir dari ancaman bencana lain yang tak kalah berbahaya.
PEMERINTAH Kota Padang mulai menggerakkan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak bencana.
PEMERINTAH pusat, Pemerintah Provinsi Sumatra Barat, dan Pemerintah Kota Padang Panjang terus memperkuat kolaborasi dalam mempercepat pemulihan pascabencana.
WAKIL Bupati Agam Muhammad Iqbal menegaskan pentingnya percepatan persiapan lahan agar pembangunan huntara dapat segera direalisasikan.
Kemenhut melalui UPT Koordinator Wilayah Aceh terus melakukan percepatan penanganan dampak bencana banjir berupa pembersihan tumpukan kayu dan material
BUPATI Agam Benni Warlis meninjau langsung lokasi jembatan putus akibat banjir di Tiku V Jorong, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kamis (18/12).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved