Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Komodo Run Jadi Ajang Sport Tourism Andalan Labuan Bajo

Marianus Marselus
22/11/2025 16:03
Komodo Run Jadi Ajang Sport Tourism Andalan Labuan Bajo
Ilustrasi(MI/MARIANUS MARSELUS)

KOMODO Run 2025 di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), sukses menarik antusiasme publik. Even ini diikuti oleh 1.029 pelari dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara. Kedepan Komodo Run akan menjadi market baru untuk sport tourism di Nusa Tenggara Timur. 

‎Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (22/11) di Waterfront Marina Labuan itu terbagi dalam berbagai kategori mulai dari Master, Umum, Pelajar, Kids Sprint, hingga Best Costume. 

‎"Komodo Run 2025 dapat berlangsung dengan baik, aman, dan penuh semangat hingga seluruh peserta mencapai finis. Antusiasme peserta dari berbagai daerah bahkan luar negeri menjadikan Labuan Bajo semakin dikenal sebagai destinasi olahraga yang menarik dan ramah bagi para pelari,” ujar Ketua Komunitas Komodo Runners, Bambang Harijanto.

‎Menurur Bambang Komodo Run 2025 menjadi ruang untuk membangun kebersamaan, memperkuat jejaring komunitas lari, sekaligus mengenalkan keindahan Labuan Bajo kepada masyarakat nasional dan internasional. 

‎Sementara Wakil Bupati Manggarai Barat, Yulianus Weng, meminta Komodo Run dijadikan kegiatan tahunan untuk meningkatkan ekonomi lokal. 

‎“Komodo Run turut mendongkrak pengembangan wisata olahraga serta berkontribusi pada peningkatan ekonomi masyarakat. Jadi tahun depan harus ada lagi, bahkan lebih meriah,” pinta Weng usai mengikuti kategori 5 KM. 

‎Terpisah, Marianus Sambe, pelari asal Bajawa, Ngada, NTT, menilai rute lari Komodo Run sangat menantang, melintasi jalan tanjakan namun dengan suguhan panorama alam Labuan Bajo yang eksotik. 

‎Peraih juara 1 kategori Umum Pria itu mengaku sangat antusias mengikuti Komodo Run 2025. Tiga bulan lamanya Ia mempersiapkan diri dengan latihan fisik.

‎“Jalurnya menantang karena ada tanjakan, tapi pemandangan Labuan Bajo sangat indah. Kemenangan ini saya dedikasikan untuk diri sendiri dan keluarga,” ungkapnya.

‎Lain lagi dengan Joko. Pelari asal Solo Jawa Tengah itu dinobatkan sebagai pemenang Best Costume Pria setelah tampil unik dengan kostum formal lengkap kemeja dan membawa bendera merah putih. 

‎“Baru dua hari di Labuan Bajo dan langsung ikut Komodo Run. Banyak yang bilang saya seperti mau ke kantor, bukan lari. Saya bawa bendera sebagai bukti cinta Indonesia dan Labuan Bajo. View Labuan Bajo memang tidak ada duanya,” tuturnya.

‎Penyelengara berjanji Komodo Run akan terus berlanjut dan menjadi agenda tahunan yang mampu menarik lebih banyak peserta dari seluruh dunia. (H-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik