Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Memasuki 2026, lanskap pariwisata global dan Indonesia menunjukkan pergeseran signifikan. Wisatawan tidak lagi hanya bepergian untuk melihat destinasi yang menarik dan populer, tetapi mencari pengalaman aktif, personal, dan bermakna. Salah satu tren yang diproyeksikan menjadi pilar utama perjalanan di tahun mendatang adalah sport holiday atau sport tourism, konsep liburan yang memadukan pengalaman perjalanan dengan olahraga di destinasi wisata.
Tren ini sejalan dengan laporan United Nations World Tourism Organization (UNWTO) yang mencatat bahwa sport tourism menyumbang lebih dari 10% dari total belanja pariwisata global, dengan tingkat pertumbuhan tahunan mencapai 17,5% hingga 2030, menjadikannya salah satu segmen pariwisata dengan pertumbuhan tercepat di dunia.
Di Indonesia, potensi peningkatan minat masyarakat pada sport tourism juga semakin nyata. Data yang dirilis melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menunjukkan bahwa nilai ekonomi sport tourism Indonesia mencapai sekitar Rp18,79 triliun pada 2024, dengan kontribusi sekitar 25-30% dari total nilai event tourism nasional. Angka ini menegaskan bahwa wisata berbasis olahraga telah berkembang dari tren niche menjadi bagian strategis industri pariwisata nasional.
Sebagai perusahaan perjalanan yang berkomitmen menghadirkan pengalaman wisata berkualitas dan relevan, Golden Rama melihat perjalanan wisata yang menggabungkan liburan dengan olahraga baik sebagai peserta aktif maupun penonton sebagai refleksi perubahan perilaku wisatawan modern yang semakin mengutamakan perjalanan berbasis pengalaman.
“Sport tourism mencerminkan bagaimana liburan dan olahraga kini juga menjadi bagian dari gaya hidup. Wisatawan ingin bergerak, terlibat, dan merasakan destinasi secara lebih mendalam, bukan sekadar berkunjung. Tren ini sangat selaras dengan arah pariwisata global dan juga potensi Indonesia,” ungkap Presiden Direktur Golden Rama Tours & Travel, Madu Sudono, dilansir dari keterangan resmi, Minggu (21/12).
Minat terhadap perjalanan olahraga juga tercermin dalam laporan Expedia Group-Unpack ’26, yang menyebutkan bahwa 57% pelancong global tertarik untuk menghadiri acara olahraga lokal atau regional saat bepergian. Temuan ini memperkuat posisi sport tourism sebagai bagian dari tren liburan 2026 yang menggabungkan aktivitas fisik, budaya lokal, dan komunitas global.
Destinasi pun kini dipilih bukan hanya karena keindahannya, tetapi karena kemampuannya menghadirkan pengalaman olahraga yang autentik, mulai dari kota-kota dunia dengan event marathon bergengsi, turnamen tenis internasional, hingga lapangan golf ikonik dengan lanskap alam yang khas.
Sejalan dengan tren tersebut, Golden Rama mencatat penjualan produk sport tourism memiliki kenaikan sebesar 50% sepanjang 2025 dibandingkan 2024. Segmen marathon menjadi produk dengan peminat tertinggi, diikuti oleh menonton pertandingan tenis, menunjukkan kuatnya minat wisatawan Indonesia terhadap perjalanan yang menggabungkan olahraga dan eksplorasi destinasi.
“Marathon menjadi segmen unggulan karena menawarkan kombinasiantara pencapaian personal, pengalaman komunitas global, dan eksplorasi destinasi dalam satu perjalanan. Ke depan, kami melihat peluang besar untuk memperluas segmen ini keolahraga lain,” ujar General Manager of Communication & CRM Golden Rama, Ricky Hilton.
Di 2026, Golden Rama akan terus menambahkan portofolio produk bertema olahraga, seperti bermain golf di Vietnam & Tiongkok, 6 seri dari Super Halfs Marathon, hingga menyaksikan turnamen tenis dunia. Melihat tren dan animo pasar yang terus meningkat, Golden Rama optimis bahwa permintaan terhadap produk Sports Holiday akan semakin kuat di 2026.
Perusahaan menargetkan pertumbuhan dua kali lipat dibandingkan pencapaian 2025, dengan tetap menjadikan maraton sebagai andalan, sekaligus memperluas portofolio kesegmen golf, tenis, serta produk Sports Holiday baru yang akan diluncurkan sepanjang 2026.
Dengan pertumbuhan yang kuat secara global dan nasional, sport tourism tidak lagi dipandang sebagai tren sesaat, melainkan pilar baru pariwisata modern. Melalui pendekatan kurasi perjalanan yang matang dan pemahaman mendalam terhadap tren global, Golden Rama berkomitmen untuk terus menghadirkan perjalanan yang tidak hanya membawa pelanggan ke destinasi impian, tetapi juga memberi pengalaman yang membekas dan relevan dengan gaya hidup mereka.
Penerimaan pajak dari sektor pariwisata tercatat jauh lebih tinggi dibandingkan sektor pertambangan yang hanya menyumbang Rp3,073 miliar.
Pemerintah daerah selama ini terus mendorong kawasan objek wisata agar menjadi primadona bagi para pelancong, baik dari dalam maupun luar daerah.
Tiga negara yang mendominasi daftar ini, yakni Vietnam, Jepang, dan Indonesia.
Adapun target PAD dari Bapenda pada 2024 berada di angka Rp2,6 triliun, sedangkan 2025 targetnya naik menjadi Rp3,3 triliun.
Berdasarkan data sementara Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah per 28 Desember 2025, tercatat sebanyak 431.754 wisatawan berkunjung ke Semarang.
Kampung Buricak Burinong merupakan salah satu kawasan awal pengembangan desa wisata di Sumedang yang dulu dibangun secara bertahap.
Capaian ini sejalan dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Samosir dari tahun ke tahun.
Berbagai proyek pariwisata dinilai merusak Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) Gunungsewu, bertentangan dengan prinsip perlindungan kawasan karst.
Tokyo, Osaka, dan Sapporo masih menjadi primadona bagi wisatawan asal Indonesia saat berkunjung ke Jepang.
Dubai mencatat 17,55 juta wisatawan internasional sepanjang Januari-November 2025. Kota ini kian diminati berkat akses penerbangan, hotel beragam, dan wisata inklusif.
Data BPS mencatat lebih dari 300.000 wisatawan asal Indonesia berkunjung ke Tiongkok pada Semester I-2025, menyumbang sekitar 5,6% dari total perjalanan luar negeri WNI.
tenggelamnya kapal Putri Sakinah di Labuan Bajo, dinilai cerminan lemahnya tata kelola pelayanan publik di sektor keselamatan transportasi laut khususnya pariwisata
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved