Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Lari Sambil Wisata: Tren Domestic Travel Jadi Pilihan Utama Atlet Indonesia

Basuki Eka Purnama
28/1/2026 16:55
Lari Sambil Wisata: Tren Domestic Travel Jadi Pilihan Utama Atlet Indonesia
Lari Sambil Wisata(MI/HO)

AKTIVITAS fisik kini bukan lagi sekadar rutinitas olahraga, melainkan telah menyatu dalam gaya hidup berwisata. Laporan terbaru Year in Sport Trend Report, yang dirilis Strava mengungkapkan bahwa tren running tourism atau wisata lari mengalami lonjakan signifikan, khususnya di pasar domestik Indonesia.

Data dari laporan tersebut menunjukkan bahwa 68% atlet di Indonesia kini lebih memilih menghabiskan waktu liburan mereka di dalam negeri untuk tetap aktif dan menjaga kebugaran. 

Temuan ini sekaligus mempertegas pesatnya pertumbuhan pariwisata domestik yang didorong oleh semangat gaya hidup sehat.

Tren ini dirasakan langsung oleh Sabian Tama, seorang pengguna aktif Strava. Sepanjang 2025, Sabian menjadikan aktivitas fisik sebagai kompas utama dalam menentukan destinasi perjalanannya. 

Menariknya, bagi Sabian, kualitas rute lari kini menjadi pertimbangan yang jauh lebih penting dibandingkan sekadar daya tarik pemandangan di sebuah destinasi.

Pengalamannya saat mengunjungi Danau Toba, Samarinda, hingga Baubau membuktikan bahwa mengeksplorasi tempat baru dengan berlari memberikan perspektif yang berbeda.

"Data Year in Sport Trend Report dari Strava sangat valid. Wisata kini bukan lagi soal melihat hal baru, melainkan bagaimana kita bisa tetap aktif bergerak menyusuri tempat-tempat baru. Indonesia pun memiliki potensi running tourism kelas dunia dengan destinasi-destinasi seperti Baubau yang menawarkan pemandangan eksotis. Dengan berlari, kita bisa menikmati keindahan alam negeri ini dengan cara yang tak bisa didapat dari perjalanan menggunakan bus wisata," ujar Sabian Tama menanggapi tren tersebut.

Selain pergeseran cara berwisata, Strava juga mencatat adanya peningkatan pada aktivitas berkelompok. Sabian mengakui bahwa platform digital seperti Strava memiliki peran krusial dalam menghubungkan para pelancong dengan komunitas lokal di daerah-daerah baru. 

Hal ini memberikan nilai tambah pada perjalanan, di mana interaksi sosial menjadi lebih bermakna.

"Tips utama dari saya untuk menikmati pengalaman terbaik dari tren perjalanan domestik ini adalah dengan menemukan komunitas lokal melalui Strava, seperti yang saya lakukan bersama Buton Runners. Pada akhirnya, ini semua tentang membangun koneksi. Antusiasme komunitas lokal, termasuk meningkatnya partisipasi Gen Z, menciptakan Wave of Energy yang menjaga semangat tetap membara," tambah Sabian.

Menyongsong 2026, Sabian memberikan pesan penting bagi masyarakat yang ingin mulai atau tetap aktif bergerak. Ia menekankan agar aspek psikologis tidak diabaikan di tengah paparan informasi di dunia maya.

"Jangan membandingkan perjalanan kamu dengan perkembangan orang lain di media sosial. Fokus pada progres kamu sendiri dan apresiasi diri kamu setiap kali meraih pencapaian tertentu, sekecil apa pun itu," tutupnya. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya