Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Musim Sakura dan Mudik Lebaran 2026: Tips Bagi Wisatawan Indonesia yang Ingin ke Jepang

Basuki Eka Purnama
16/1/2026 12:24
Musim Sakura dan Mudik Lebaran 2026: Tips Bagi Wisatawan Indonesia yang Ingin ke Jepang
Ilustrasi--Bunga sakura tengah mekar di Tokyo, Jepang.(AFP/PHILIP FONG )

LONJAKAN wisatawan Indonesia ke Jepang diprediksi akan mengalami puncaknya pada periode Maret hingga April 2026. Hal ini didorong oleh momentum libur Lebaran yang berdekatan dengan masa mekar bunga sakura, atau yang dikenal dengan musim hanami.

Manajer Penjualan Japan Airlines (JAL), Benny Herlian, mengingatkan wisatawan Indonesia untuk mencermati pemilihan waktu keberangkatan. 

Menurutnya, tahun ini memiliki karakteristik yang unik karena adanya pertemuan antara arus mudik ekspatriat Jepang dan libur panjang di Indonesia.

"Karena Lebaran tahun ini mungkin tanggal 20 Maret, ini agak unik, karena rata-rata ekspatriat Jepang juga akan kembali ke Jepang," ujar Benny dalam konferensi pers, dikutip Jumat (16/1).

Panduan Menikmati Sakura dan Salju

Bagi wisatawan yang mengincar keindahan bunga sakura, Benny menyarankan kunjungan dilakukan pada rentang akhir Maret hingga pertengahan April untuk wilayah populer seperti Tokyo, Kyoto, dan Hiroshima. 

Namun, bagi mereka yang lebih menyukai suasana wilayah utara, musim sakura datang sedikit lebih lambat. Di wilayah Tohoku dan Hokkaido, bunga-bunga biasanya baru bermekaran pada pertengahan April hingga awal Mei.

Sementara itu, bagi wisatawan yang masih ingin merasakan sensasi musim dingin dan melihat salju, periode kunjungannya masih tersedia mulai dari Desember hingga pertengahan Maret.

Antisipasi Lonjakan Harga dan Tiket

Pertemuan momen libur Lebaran dan musim sakura berisiko memicu keterbatasan kursi pesawat. Benny menekankan pentingnya perencanaan matang agar wisatawan tidak terjebak pada harga tiket yang melambung tinggi akibat permintaan yang masif.

"Jangan sampai tidak kebagian tiket di awal April atau kisaran 5-6 April untuk harga-harga penerbangan yang dapat dipertimbangkan," tegas Benny.

Meningkatnya permintaan layanan penerbangan ini tidak hanya dipicu oleh wisatawan lokal, tetapi juga didorong oleh pola kepulangan warga negara Jepang yang menetap di Indonesia ke negara asal mereka pada periode yang sama.

Tren Kunjungan yang Terus Meningkat

Berdasarkan data dari Japan National Tourism Organization (JNTO), daya tarik Jepang bagi masyarakat Indonesia terus menguat. Sepanjang Januari hingga November 2025, tercatat sebanyak 558.900 wisatawan Indonesia telah berkunjung ke 'Negeri Sakura'. 

Angka itu menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 26,3% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Dengan tren pertumbuhan yang positif ini, para calon pelancong diharapkan melakukan pemesanan tiket dan akomodasi lebih awal untuk menjamin kenyamanan selama berlibur di masa sibuk tersebut. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya