Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Melampaui Tokyo-Osaka: Wisatawan Indonesia Mulai Lirik Destinasi Hidden Gem di Jepang

Basuki Eka Purnama
16/1/2026 11:51
Melampaui Tokyo-Osaka: Wisatawan Indonesia Mulai Lirik Destinasi Hidden Gem di Jepang
Turis dan warga lokal memadati Pasar Ikan Tuskiji di Tokyo, Jepang.(AFP/Richard A. Brooks )

SELAMA ini, kota-kota besar seperti Tokyo, Osaka, dan Sapporo masih menjadi primadona bagi wisatawan asal Indonesia saat berkunjung ke Jepang. Namun, tingginya volume kunjungan wisatawan mancanegara ke kota-kota tersebut mulai mendorong para pelancong untuk mencari alternatif destinasi baru yang lebih tenang namun tetap kaya akan pengalaman.

Manajer Pemasaran Japan Airlines, Benny Herlian, mengonfirmasi bahwa popularitas Tokyo, Osaka, dan Sapporo memang belum tergoyahkan. Namun, ia mencatat bahwa keramaian di destinasi tersebut kini telah mencapai titik jenuh karena diminati oleh wisatawan dari seluruh dunia.

"Jadi itu masih favorit dan sayangnya, itu juga favorit untuk seluruh (wisatawan), bukan dari Indonesia saja, orang barat pun juga suka," ujar Benny dalam konferensi pers di Jakarta, dikutip Jumat (16/1).

Tantangan Overtourism di Kota Budaya

Selain "segitiga emas" pariwisata Jepang tersebut, Benny menyebutkan bahwa Kota Chiba dan Kyoto juga berada dalam daftar teratas destinasi favorit warga Indonesia. 

Khusus untuk Kyoto, daya tarik budaya dan nilai sejarahnya yang kental tetap menjadi magnet utama bagi turis asing.

Meski demikian, Benny menyayangkan kondisi di lapangan yang sering kali terlalu padat. Hal ini terkadang mengurangi kenyamanan wisatawan dalam mengeksplorasi keindahan kota tersebut secara maksimal.

"Tapi di sana orangnya penuh, antre, padahal banyak banget yang masih bisa dieksplorasi," ungkapnya.

Menjelajahi Sisi Utara: Akita dan Aomori

Kondisi antrean panjang dan kepadatan di pusat wisata populer inilah yang menurut Benny menjadi pendorong bagi wisatawan Indonesia untuk mulai melirik destinasi baru. 

Karakter wisatawan Indonesia yang cenderung menyukai variasi atraksi dan hal-hal baru menjadi peluang bagi prefektur lain untuk memperkenalkan diri.

Benny menekankan bahwa Jepang memiliki wilayah yang sangat luas dengan potensi wisata yang tersebar merata di berbagai prefektur. Sebagai rekomendasi, ia menunjuk wilayah Tohoku di Jepang bagian utara, khususnya Prefektur Akita dan Aomori.

"Jepang itu luas, ada beberapa prefektur untuk dieksplorasi," jelasnya.

Prefektur Aomori, misalnya, menawarkan pengalaman unik berupa wisata petik buah apel yang sudah mendunia. Sementara itu, Akita menawarkan pemandangan alam yang asri serta berbagai festival budaya menarik yang belum banyak tersentuh oleh kerumunan turis masif.

Keamanan dan Kenyamanan Tetap Utama

Terlepas dari pilihan destinasinya, Benny menjamin bahwa Jepang tetap menjadi salah satu negara paling ideal untuk dikunjungi. Kombinasi antara rasa aman, kenyamanan transportasi yang mudah diakses, serta kualitas pelayanan pariwisata yang mumpuni menjadi alasan kuat mengapa Jepang selalu menjadi destinasi berulang bagi wisatawan Indonesia.

Eksplorasi ke wilayah-wilayah baru seperti Tohoku diharapkan dapat memberikan perspektif berbeda bagi wisatawan, sekaligus menyebarkan distribusi kunjungan agar tidak hanya terpusat di kota-kota besar. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya