Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUSAHAAN asal Tokyo, ispace, yang membangun dan mengoperasikan pendarat Resilience, mengumumkan mereka menargetkan 5 Juni sebagai upaya pendaratan wahana tersebut di Bulan.
Rencana saat ini menetapkan Resilience untuk mendarat pada pukul 15:24 EST (20:24 GMT) di dekat pusat Mare Frigoris ("Laut Dingin"), sebuah dataran basal di wilayah utara Bulan. Namun, jadwal ini masih dapat berubah.
"Jika kondisi berubah, ada tiga lokasi alternatif yang sedang dipertimbangkan dengan tanggal dan waktu pendaratan yang berbeda untuk masing-masing," kata perusahaan dalam pernyataannya pada Senin. "Keputusan mengenai pendaratan akan dibuat sebelumnya, tetapi jendela waktu pendaratan terbuka mulai 6 hingga 8 Juni 2025."
Resilience adalah pendarat Bulan kedua dari ispace. Wahana pertama berhasil mencapai orbit Bulan pada Maret 2023, tetapi mengalami kegagalan saat mencoba mendarat sebulan kemudian.
Resilience diluncurkan pada 15 Januari menggunakan roket Falcon 9 milik SpaceX, yang juga mengirim pendarat Bulan Blue Ghost milik Firefly Aerospace ke luar angkasa. Blue Ghost sukses mendarat pada Minggu (2/3) pagi, menjadi kendaraan swasta kedua yang berhasil melakukan pendaratan lunak di Bulan.
Resilience menempuh jalur yang lebih panjang dan berliku ke Bulan, sehingga belum memiliki tanggal pendaratan yang pasti hingga Senin. Sebelumnya, ispace hanya menyebutkan pendaratan diperkirakan terjadi antara akhir Mei dan awal Juni.
Wahana ini menunjukkan kinerja yang baik di luar angkasa, menyelesaikan lima dari sepuluh tonggak misi yang direncanakan. Pada 14 Februari, misalnya, Resilience berhasil melakukan terbang lintas Bulan dengan jarak hanya 8.400 kilometer dari permukaan Bulan yang dipenuhi kawah.
"Dibandingkan dengan Misi 1, Misi 2 berjalan dengan sangat lancar sejak peluncuran, yang membuktikan spesialis operasi misi telah melakukan persiapan yang cermat. Saya merasa pengalaman dan pengetahuan dari misi sebelumnya telah dimanfaatkan dengan baik," kata Pendiri dan CEO ispace, Takeshi Hakamada, dalam pernyataan yang sama.
"Ada lima tonggak misi yang tersisa. Kami percaya Resilience akan berhasil mencapai semuanya dengan pendaratan yang spektakuler di Bulan, dan rover Tenacious akan memulai eksplorasi," tambahnya. "Kami akan bekerja sekuat tenaga untuk mewujudkannya."
Tenacious adalah mikrorover yang dikembangkan anak perusahaan ispace di Eropa. Jika semua berjalan sesuai rencana, robot kecil ini akan keluar dari Resilience di permukaan Bulan dan mengumpulkan sampel tanah serta kerikil dalam kontrak dengan NASA.
Pendarat ini juga membawa empat muatan sains dan teknologi lainnya, termasuk instrumen yang memantau tingkat radiasi di luar angkasa serta eksperimen yang mencoba menumbuhkan alga — potensi sumber makanan bagi pemukim Bulan di masa depan.
Resilience diperkirakan mencapai orbit Bulan sekitar 6 Mei, menurut pernyataan pada Senin. Namun, wahana ini bukan kendaraan swasta berikutnya yang akan mencoba mendarat di Bulan.
Perusahaan berbasis di Houston, Intuitive Machines, yang mencetak sejarah sebagai perusahaan swasta pertama yang sukses mendaratkan wahana di Bulan pada Februari 2024 dengan pesawat luar angkasa Odysseus, akan mencoba mengulangi pencapaian tersebut pada Kamis (6/3) dengan pendarat bernama Athena, yang diluncurkan pada 26 Februari dan telah mencapai orbit Bulan pada Senin (3/3). (Space/Z-2)
Kilatan cahaya singkat yang muncul di sisi gelap Bulan pada Desember 2025 bukan hanya peristiwa astronomi biasa.
Selama lebih dari satu dekade, Bulan terbesar milik planet Saturnus, Titan dikenal sebagai salah satu kandidat terkuat tempat adanya kehidupan di luar Bumi.
Sebagian partikel atmosfer Bumi ternyata “bocor” dan berpindah ke permukaan Bulan. Proses ini diduga telah berlangsung selama miliaran tahun.
Pusat ini dibangun berdasarkan pengalaman JPL selama lebih dari 30 tahun dalam mengembangkan dan mengoperasikan misi permukaan Mars
Hasil pengukuran tersebut menunjukkan bahwa Bulan bergerak menjauhi Bumi sekitar 3,8 sentimeter setiap tahun, kira-kira secepat kuku manusia tumbuh.
Fenomena supermoon kembali menyapa di penghujung tahun.
Tokyo, Osaka, dan Sapporo masih menjadi primadona bagi wisatawan asal Indonesia saat berkunjung ke Jepang.
LAPORAN terbaru PBB menempatkan Jakarta sebagai kota terbesar di dunia dengan populasi 41,9 juta jiwa.
Ricky menghembuskan nafas terakhirnya di Tokyo, Jepang.
Pencarian solo traveling oleh wisatawan Indonesia meningkat hampir 200% dibandingkan dengan Hari Valentine tahun lalu, menunjukkan adanya peningkatan tren self-love dan eksplorasi diri.
Ilmuwan dari Universitas Tokyo berhasil menemukan mikroba hidup dalam retakan batu berusia 2 miliar tahun yang diambil dari Kompleks Igneus Bushveld (BIC) di Afrika Selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved