Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Cemburu buta dalam sebuah hubungan sesama jenis diduga menjadi pemicu tragedi percobaan pembunuhan yang berakhir dengan tindakan bunuh diri di Desa Sei Rotan, Deliserdang, Sumut. Hubungan khusus antara AK dan AS telah berlangsung selama tiga tahun sebelum berakhir dalam pergumulan berdarah.
"Motif penyerangan dipicu kecemburuan AS," ungkap Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak, Jumat (14/11).
Penyidik telah menelusuri kasus dengan melakukan olah tempat kejadian dan memeriksa tujuh saksi. Saksi yang diperiksa mencakup teman satu rumah, bidan, kepala dusun, tetangga serta kakak korban.
Penyidik juga merekonstruksi sembilan adegan penting sebelum dan sesudah penyerangan terjadi sesuai temuan awal. Peristiwa bermula sekitar pukul 07.18 WIB, Sabtu (8/11), ketika AS terbangun dan mengambil gunting dari lemari dekat kamar mandi.
Dia masuk ke kamar tempat AK tidur bersama anaknya, Bunga, lalu membekap AK dengan bantal sebelum menusuk punggung, lengan dan perutnya berulang kali. Pergumulan di dalam kamar berlangsung sekitar sepuluh menit dan membuat keduanya terjatuh dari tempat tidur ke lantai.
Tangis Bunga membuat AK berhasil keluar kamar dan meminta pertolongan warga. Warga yang heboh di kawasan Gang Tarigan dan Jalan Pendidikan kemudian melaporkan kejadian itu ke kepala dusun sebelum polisi tiba di lokasi.
Setelah AK melarikan diri, AS mengunci pintu kamar dan melukai dirinya sendiri. Dia menusuk perutnya di depan cermin menggunakan gunting, lalu kembali menikam lehernya hingga meninggal dunia di atas tempat tidur.
AS ditemukan tewas bersimbah darah ketika warga masuk bersama petugas. Sebelumnya, Kanit Reskrim Polsek Tembung Iptu Parulian Sitanggang menyebut, rekaman CCTV menunjukkan AS lebih dulu menyerang AK sebelum mengakhiri hidupnya sendiri.
Polisi mengamankan barang bukti berupa gunting, memeriksa rekaman CCTV serta mengevakuasi jenazah AS ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan. Namun keluarga menolak otopsi dan memilih membawa jenazah untuk dimakamkan.
Parulian menyebut perkara tidak dapat dilanjutkan karena pelaku telah meninggal dan tidak ada pihak ketiga yang terlibat. Warga sekitar mengatakan AS dan AK telah lebih dari setahun tinggal bersama di rumah kontrakan itu dan beberapa kali terdengar cekcok sebelum pertengkaran berakhir tragis. (H-1)
Dalam proses penyelidikan, polisi menemukan indikasi kuat adanya tindak pidana kekerasan pada tubuh korban.
Korban ditemukan dalam posisi tengkurap dan tertutup tumpukan dedaunan
Pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan penemuan mayat pada Sabtu (3/1). Korban ditemukan dengan sejumlah luka bacok di bagian kepala.
UTANG aset kripto disebut sebagai motif utama pelaku pembunuhan anak politikus PKS di Cilegon. Pelaku mengaku mengalami kerugian besar dalam perdagangan aset kripto hingga terlilit utang.
KASUS pembunuhan anak politikus PKS di Cilegon, Maman Suherman, sudah berhasil diuangkap oleh kepolisian
KASUS pembunuhan MAHM (9), anak dari politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Cilegon, Maman Suherman, akhirnya terkuak. Ini tujuh fakta tentang kasus tersebut.
Ayah EM, AM, mahasiswi Unima atau Universitas Negeri Manado yang meninggal dunia akibat bunuh diri dan diduga menjadi korban pelecehan seksual, menempuh jalur hukum
MAHASISWI Unima atau Universitas Negeri Manado berinisial EMM ditemukan tewas akibat bunuh diri di kamar kos miliknya di Kecamatan Tomohon Tengah, Selasa (30/12). ia menulis surat laporan
SEORANG mahasiswi dari Universitas Negeri Manado atau Unima dilaporkan meninggal dunia diduga akibat bunuh diri. Berikut fakta-fakta Mahasiswi Unima Gantung Diri Diduga Korban Pelecehan
Korban terlihat terakhir pada hari Minggu (30/11) sore.
RS Polri Pastikan Ayah Tiri Alvaro Tidak Alami Kekerasan, Luka Sesuai Pola Gantung Diri
Kepolisian membenarkan bahwa tersangka pembunuhan anak laki-laki berusia enam tahun, Alvaro Kiano Nugroho, ditemukan meninggal dunia karena gantung diri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved