Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Lega, Ini Harapan Dua Guru di Luwu Utara yang Direhabilitasi Presiden Prabowo

Lina Herlina
13/11/2025 07:16
Lega, Ini Harapan Dua Guru di Luwu Utara yang Direhabilitasi Presiden Prabowo
Foto: Dua guru asal Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, yaitu Abdul Muis dan Rasnal, memberikan keterangan pers kepada awak media usai menerima surat rehabilitasi dari Presiden Prabowo Subianto, Kamis, 13 November 2025, di Pangkalan TNI AU Halim Perdan(Biro Pers Sekretariat Presiden/Kris)

DUA guru dari Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Abdul Muis dan Rasnal, merasa lega dan terharu setelah menerima surat rehabilitasi dari Presiden  Prabowo Subianto. Kini nama baik kedua guru yang sempat dikriminalisasi itu sudah dipulihkan.

Itu dilakukan di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (13/11). Rehabilitasi ini bukan sekadar pemulihan nama baik, melainkan penegasan bahwa perjuangan mereka diakui oleh negara. Meski itu hadir setelah merasakan diskriminasi dan beban kriminalisasi.

Dalam pernyataannya, Abdul Muis, Guru Sosiologi SMA Negeri 1 Luwu Utara, menyampaikan terima kasih yang tulus. 

“Selama lima tahun ini kami merasakan diskriminasi, baik dari aparat penegak hukum maupun dari birokrasi atasan kami yang seakan-akan tidak pernah peduli,” ujarnya dengan suara bergetar.

Sementara itu, Rasnal, mantan Kepala SMA Negeri 1 Luwu Utara yang kini mengajar di SMA Negeri 3 Luwu Utara, menggambarkan perjalanan mencari keadilan ini sebagai proses yang sangat melelahkan. 

“Kami telah berjuang dari bawah, dari dasar sampai ke provinsi. Sayangnya kami tidak bisa mendapatkan keadilan (saat itu),” kenangnya.

Ia mengungkapkan rasa syukur yang mendalam setelah pertemuan langsung dengan Presiden Prabowo. Langkah Presiden memberikan rehabilitasi disebutnya sebagai anugerah besar yang memulihkan nama baik sekaligus bukti nyata kepedulian pemerintah terhadap nasib guru.

“Setelah kami bertemu dengan Bapak Presiden, alhamdulillah Bapak Presiden telah memberikan kami rehabilitasi. Saya bersyukur kepada Allah Swt. dengan jalan ini kami telah memperoleh keadilan sekarang,” ucap Rasnal penuh haru.

Rasnal juga menyampaikan harapan besarnya agar kriminalisasi terhadap guru tidak terulang lagi. 

“Semoga ke depan tidak ada lagi kriminalisasi terhadap guru-guru yang sedang berjuang di lapangan. Sekarang ini teman-teman guru selalu dihantui bahwa kalau sedikit berbuat salah, selalu ada hukuman-hukuman yang tidak pantas,” tutupnya. (LN/Lina Herlina)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya