Headline
Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.
Kumpulan Berita DPR RI
SORAK-SORAI dan tari Paddupa menyambut mereka di perbatasan kota. Belasan kilometer, guru dan siswa berbaris, mengenakan pakaian batik PGRI. Mereka bukan menyambut pejabat atau artis, melainkan dua guru, Rasnal dan Abdul Muis, yang baru saja menyelesaikan episode kelam kehidupan.
Dari puncak karier sebagai kepala sekolah, terjun ke dalam bui dan dipecat tidak hormat, lalu bangkit kembali setelah Presiden RI turun tangan merehabilitasi status mereka. Ini bukan sekadar penyambutan, melainkan pesta kemenangan atas tegaknya keadilan yang sempat hilang.
Kisah ini berawal dari sebuah vonis. Rasnal, yang saat kejadian menjabat sebagai Kepala SMA Negeri 1 Luwu Utara (dan kemudian dipindahkan ke SMA Negeri 3 Luwu Utara), bersama rekan sejawatnya, Abdul Muis, dinyatakan bersalah oleh Mahkamah Agung.
Hukuman penjara dan pemecatan tidak terhormat oleh Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, menjadi noda hitam yang mengakhiri karier mereka sebagai ASN.
Namun, badai itu justru memicu angin perubahan. Kasus mereka menyebar luas dan menjadi viral di media nasional. Viralitas inilah yang menjadi karpet merah, menurut pengakuan Abdul Muis, yang membawa mereka hingga ke hadapan penguasa negara.
Dalam pernyataannya yang penuh syukur, Rasnal secara khusus menyampaikan penghargaannya yang mendalam kepada Presiden Prabowo Subianto. "Dengan tulus, beliau melihat secara paripurna persoalan ini wajib dilindungi," ujarnya.
Ia mengonfirmasi bahwa Presiden menggunakan hak prerogatifnya untuk memberikan rehabilitasi. Keputusan Presiden (Keppres) itulah yang kemudian menjadi dasar hukum bagi pengaktifan kembali status mereka sebagai ASN, yang secara resmi ditandatangani pada Senin (17/11).
Sementara Rasnal lebih banyak berbicara tentang proses hukum di tingkat elite, Abdul Muis menyoroti kekuatan akar rumput yang mendorong perubahan. Ia mengenang sebuah momen dramatis pada 4 Oktober, ketika gerakan solidaritas PGRI mendatangkan ribuan massa.
"Pada saat itu saya menyatakan sumpah dengan keimanan saya, apabila saya memanipulasi dana komite maka saya siap bertanggung jawab di hadapan Allah," tegas Muis.
Ia meyakini, sumpah inilah yang menjadi jalur takdir yang membawa mereka ke Istana.
Perjuangan ini menunjukkan wajah PGRI yang solid. Ketua PGRI Kabupaten Luwu Utara, Ismarudin, menjadi tokoh kunci yang menggerakkan seluruh jaringannya, dari tingkat TK hingga SMA. Rasa syukur ini tercermin dalam undangan resmi PGRI yang menggalang seluruh 'Keluarga Besar SMAN 3 Luwu Utara' untuk menyambut kedatangan kedua guru tersebut dengan mengenakan seragam batik PGRI.
Selasa (18/11) menjadi hari yang bersejarah. Iring-iringan kendaraan penyambut sudah menanti sejak perbatasan Kota Palopo dan Luwu Utara. Sepanjang jalan, suara gemuruh sorak-sorai dan kibaran bendera menyambut Rasnal dan Muis layaknya pahlawan yang pulang dari medan perang.
Sesampainya di halaman Kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Luwu Utara, mereka disambut dengan Tari Paddupa, sebuah penghormatan adat yang tinggi.
Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Luwu Utara, Jumal Djalaluddin Kaddulussa, yang mewakili Bupati Andi Abd Rahim, menyampaikan pesan penting. "Mohon kiranya tidak ada lagi polemik yang terjadi. Kalau masih ada lagi narasi-narasi yang berkembang, tidak perlu ditanggapi lagi," tukasnua
Pesan yang sama diulang oleh Rasnal dan Muis. Mereka meminta semua pihak untuk menghentikan cerita-cerita yang kurang enak dan berpolemik.
"Kami akan start dari nol untuk bekerja sebagai ASN," tegas Rasnal yang ditambahkan Muis, "Demo hentikan sampai di sini... karena tujuan kita sudah tercapai."
Mereka memilih untuk menutup lembaran kelam itu dan memulai babak baru. (LN/E-4)
DUA guru asal Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Rasnal dan Abdul Muis, secara resmi aktif kembali sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).
PRESIDEN Republik Indonesia Prabowo Subianto akhirnya menggunakan hak prerogatifnya untuk memulihkan nama baik dan hak kepegawaian dua guru dari Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.
Dua guru asal Kabupaten Luwu Utara, Abdul Muis dan Rasnal, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap nasib guru daerah.
DUA guru dari Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Abdul Muis dan Rasnal, merasa lega dan terharu setelah menerima surat rehabilitasi dari Presiden Prabowo Subianto
Banjir yang menerjang lima kecamatan di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, hingga kini masih terjadi. Ribuan hektare area perkebunan di daerah tersebut terancam mengalami gagal panen.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved